Sekilas Mekkah dan Madinah

Sejarah Mekkah

Dahulu sekali Mekkah bernama Bekkah yang artinya tempat yang menangis. Alkisah tersebutlah Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar istrinya bersama Ismail yang masih dalam kandungan pada suatu padang yang tandus. Siti Hajar sendiri adalah putri Raja Namrud yang bernama asli Nuryam. Dia merupakan istri kedua Nabi Ibrahim setelah Siti Sarah. Setelah melahirkan Ismail seorang diri di suatu padang yang tandus, Ismail merasa haus maka berlarilah Siti Hajar mencari air dari bukit Shafa ke Marwah seperti larinya orang yang melahirkan (berlari-lari kecil). Akhirnya setelah 7 kali bolak balik dari bukit Shafa ke Marwah, Siti Hajar tak menemukan air setitikpun. Kembalilah ia ke tempat Ismail yang sedang menangis sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Karena hentakan kaki kecil Ismail itulah maka keluarlah air dari sana yang tiada henti-hentinya. Sehingga Siti Hajarpun berucap “Zam Zam” yang artinya “Sudah Sudah”. Disitulah tempat sumur air Zam Zam berasal. Karena keberadaan sumur di padang tandus tersebut menjadikan orang banyak membuat tempat tinggal di sekitar tempat itu sehingga terbentuklah sebuah perkampungan dengan seizin Siti Hajar yang sekarang kita kenal dengan nama Mekkah.

26 hari di Mekkah, 1 hari di Arafah, dan 3 hari di Mina

Sekitar 9 jam di dalam pesawat ternyata betul-betul membutuhkan persiapan fisik yang kuat dan tenaga yang extra pula. Sesampainya di bandara udara King Abdul Azis Jeddah, bukan istirahat yang kulakukan tapi diriku harus berkejaran dengan waktu untuk mandi dan bersiap-siap ganti baju buat ihram dengan tak lupa niat ihram dikarenakan waktu yang terbatas. Hari pertama sampai di Mekkah sungguh melelahkan apalagi dengan pakaian ihram yang tak boleh dibuka sebelum kita mengerjakan thawaf (mengelilingi Ka`bah sebanyak 7 kali), sa`i (berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali), dan tahalul (potong rambut) di Masjidil Haram.

Adapun masuk kota Mekkah lebih mustahab di waktu Dhuha dan kalo sampai di sana  malam hari, disunahkan bermalam di Dwi Thuwa, daerah Az Zalir. Dahulu kala diceritakan Nabi SAW ketika masuk kota Mekkah dari Jalan Tsaniyah Kida` dari jurusan Ma`la. Sebelumnya aku sekeluarga dan para rombongan berkeliling dahulu mencari maktab (tempat tinggal yang sudah ditentukan). Akhirlah sampailah kami ke maktab 10 di Jalan Ja`fariyah 600 m dari Masjidil Haram. Di depan Jalan Ja`fariyah yang berdataran tinggi terlihat jelas dari atas bagaimana kompleks perkuburan Ma`la tersebut. Mengenai barang-barang bawaan yang kami bawa dari Indonesia tak perlu dikuatirkan karena sudah diurus oleh pihak maktab. Alamakkk…tas-tas kami yang se-gede gambreng dilempar seenaknya oleh mereka, untungnya barang-barangku sekeluarga tak ada yang pecah belah. Sesampainya di Mekkah, ada baiknya langsung ke Ka`bah agar bisa cepat melepas ihram karena ketika sedang berihram dikhawatirkan melakukan hal-hal yang halal tapi dilarang selama berihram baik disengaja ato tidak. Masuk Masjidil Haram sebaiknya melewati pintu “Babbus Salam” yang artinya pintu keselamatan. Setelah itu langsung menuju Ka`bah dan berdiri lurus dengan Hajar Aswad sambil memandang ke Ka`bah sambil mengangkat tangan mana saja (sebaiknya tangan kanan) kemudian berkeliling mengitari Ka`bah sampai 7 putaran (thawaf). Bacalah doa apa aja ketika thawaf dan sa`i tapi akan lebih baik kalo kita membaca doa-doa yang diucapkan Rasulullah SAW ketika berhaji. Di dekat Ka`bah ada maqam Ibrahim yaitu tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka`bah.

Bagi orang yang pertama kali datang pada waktu bulan Ramadhan berarti mereka melakukan haji Ifrad maka thawaf yang dilakukan adalah thawaf Qudum yaitu thawaf selamat datang dan penghormatan, sedangkan yang datang pertengahan ato mendekati waktu wukuf namanya haji Tamattu` dan haji Qiran, jadi thawaf yang dilakukan adalah thawaf umroh. Selesai thawaf dilanjutkan sa`i antara bukit Shafa dan Marwah dengan tak lupa mengangkat tangan ke arah Ka`bah sambil membaca “Bismillahi Wallahu Akbar”. Adapun syarat thawaf adalah suci dari hadast besar dan kecil, khusus thawaf umroh harus memakai ihram dari miqat (suatu tempat tertentu yang ditentukan masing-masing negri yang berada di luar miqat untuk niat umroh) sampai selesai thawaf, sa`i, dan tahalul. Sunnah thawaf adalah menghadap Hajar Aswad ketika memulai thawaf.

Selama di sana kerjaanku yaa ibadah aja, sholat, ngaji, tidur, dan tak lupa shopping-shoppinglah dikit^-^. Jam 2 pagi bangun siap-siap buat ke mesjid persiapan untuk sholat Shubuh karena seperti kita ketahui berjuta-juta jama`ah dari berbagai negara berada di sana, otomatis kita harus siap-siap mencari tempat sebelum sholat dimulai. Berhubung maktabku jauh dari mesjid, pemerintah menyediakan bis gratis yang dikemudikan oleh orang Arab, Pakistan, dan Mesir. Adapun udara disana ekstrim sekali, malam begitu dingin sekali dan siang sungguh terik. Tak salah kalau orang di sana suka memakai gamis (sejenis pakaian panjang yang biasa dipakai orang-orang Arab) karena bila memakai itu, malam tak perlu kedinginan dan siang tak perlu kepanasan. Sambil menunggu azan Subuh, waktu diisi dengan mengaji Al-Qur`an, baca doa, sholat malam, dan zikir. Azan Subuh pertama penanda imsak, biasanya para jama`ah yang sedang melakukan thawaf akan bersiap-siap mencari tempat untuk sholat. Azan Subuh kedua sebagai penanda sholat Subuh akan segera dimulai biar para jama`ah yang sedang melakukan thawaf diminta untuk berhenti dan melanjutkannya nanti setelah sholat Subuh berjama`ah. Dalam waktu setengah jam para askar mengatur orang-orang yang masih lalu lalang di sekitar Ka`bah.

Masjidil Haram berbeda dari mesjid-mesjid lainnya yang ada di Arab Saudi sendiri maupun mesjid di negara-negara lain, dimana selalu ramai apalagi pada musim haji selalu dikunjungi oleh para jama`ah dari berbagai penjuru dunia, semua berbondong-bondong ke sana, baik yang mau berhaji, cuma umroh (haji kecil) ataupun sekedar sholat aja. Kalau kuamati, para jama`ah kebanyakan dari Indonesia, Turki, Mesir, Pakistan, Bangladesh, Afrika, Kuwait, Arab Saudi, dan sebagian kecil dari Malaysia, Taiwan, Filipina, Amerika, Thailand, dan India. Sehabis mengerjakan sholat fardhu, pastinya selalu ada sholat jenazah karena setiap waktu pasti ada aja yang meninggal. Biasanya ketika akan mulai sholat, sebelumnya mayat-mayat tersebut dibawa ke dekat Ka`bah dan ditumpuk di Hijr Ismail, sedangkan imamnya sendiri menghadap Multazam (yaitu suatu tempat yang dianjurkan untuk berdoa karena insyaallah cepat dikabulkan). Multazam ato Al-Hathim sendiri adalah dinding batu dari Ka`bah itu sendiri. Adapun imam punya ruangan sendiri untuk beristirahat di dalam mesjid dan bila tiba waktu sholat para askar akan membuat jalan untuk imam. Biasanya sehabis Subuh, aku sekeluarga mengaji sebentar sambil menghadap ke Multazam. Sepanjang jalan menuju mesjid ada banyak sekali jualan yang sungguh menggoda tapi patut diketahui ketika tiba waktu sholat maka semua toko akan ditutup dan bagi siapapun yang mau belanja tidak akan dilayani.

Coba bayangkan keramaian yang ada di dalam kereta jabotabek ternyata kalah jauh dengan keramaian yang ada di Masjidil Haram. Walopun antara lelaki dan perempuan campur baur tak ada sama sekali perasaan neko-neko karena di rumah Allah kita semua punya niat yang satu yaitu hanya beribadah kepada Allah jadi waktu yang ada selama disana betul-betul dipergunakan untuk ibadah kepada Allah semata. Adapun keistimewaan Masjidil Haram antara lain diperbolehkan di sana lewat di depan orang yang sedang sholat baik laki-laki maupun perempuan tanpa dianggap makruh, perempuan diperbolehkan melakukan thawaf berbaur dengan lelaki hanya saja tak perlu ikut berdesakan ketika mencium Hajar Aswad yang berada di sisi kiri Multazam, banyak juga yang gak mampu berjalan maka ketika thawaf boleh menggunakan tandu ato kursi roda.

Sebulan di Mekkah jadi tau karakter orang Arab, dari yang ngomongnya suka ceplas ceplos, keras dan lantang tanpa basa basi serta blak-blakan dengan adatnya yang kasar menurutku sampai pola makan yang cuek bebek. Ampunnn dee pokoknya….Aku juga mengamati bahwa orang Arab umumnya rada jahil, suka cari-cari kesempatan tuk berbuat jahiliyah, wajar Allah menurunkan Nabi untuk memperbaiki akhlak orang-orang disana. Biasanya kalo ada dari jama`ah pake pakaian ketat, orang Arab suka geleng-geleng kepala aja. Perempuan merokok dirasa aneh untuk budaya Arab tapi kalo keliatan rambut sedikit ato jilbabnya sedikit transparan, kuperhatikan mereka tak begitu ambil peduli kecuali kalo buka jilbab, mereka pasti berteriak dengan keras “haram”.

Dengan mengikuti program ONH Biasa bikin aku stay di Mekkah lumayan lama, jadinya banyak hal yang bisa dilihat dan dirasakan selama di sana, yaa lebih terasa ikannyalah^-^. Sewaktu di Mekkah sambil menunggu wukuf di padang Arafah, suatu kali aku sekeluarga dan bersama  rombongan pernah diajak berjalan-jalan ke tempat-tempat sekitar Mekkah sekalian survey tempat dan training buat wukuf nantinya. Waktu itu kami diajak ke Jabal Tsur, tempat dimana Nabi Muhammad SAW pernah dikejar oleh bangsa Quraisy di masa lampau. Dari Jabal Tsur, bis yang kami tumpangi melanjutkan perjalanan ke Jabal Nur, tempat di mana gua Hiro berada, tempat Nabi menerima wahyu. Setelah itu kami ke Arafah, semua kelihatan sepi, gersang, dan tandus, benar-benar seperti gak ada kehidupan, yang ada cuma payung-payung putih gede dalam posisi menutup untuk tempat wukuf nantinya.

Adapun waktu wukuf tanggal 10 Dzulhijjah, tugas kita hanyalah duduk-duduk di dalam kemah sambil beribadah apa aja semisal sholat, ngaji, berdoa dll, bisa diibaratkan seperti i`tikaf di mesjid. Jadi tanggal 10 Dzulhijjah itu orang yang sedang berhaji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah, sedangkan yang tidak sedang berhaji merayakan Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban). Adapun wukuf di Arafah dimulai sejak condongnya matahari ke barat tanggal 9 Dzulhijjah, sehabis zhuhur sampe sore terbenamnya matahari. Wukuf di Arafah adalah rukun haji terpenting yang dilakukan di tanah lapang Arafah. Bagi yang menunaikan haji tak perlu berpuasa, sedangkan kaum muslimin yang tidak menunaikan haji disunnahkan berpuasa pada hari Arafah. Di Arafah ada satu mesjid namanya mesjid Namira (mesjid Ibrahim) dan Jabal Rahmah yaitu sebuah tempat pertemuan antara Adam dan Hawa setelah lama berpisah. Dari Arafah, kami menuju Mina di mana sebelumnya kami melewati Muzdalifah, di sini kami berhenti sejenak untuk mengambil batu sejumlah 63 yang nantinya akan dilemparkan ketika melontar jumroh di Mina. Di Muzdalifah ini ada satu mesjid pula bernama Al Haram. Sesampai di Mina, kami diajak melihat-lihat tempat untuk melontar jumroh yaitu tempat melontar jumroh Aqobah, jumroh Ula`, dan jumroh Wusto. Nah, khusus di Mina ini, nantinya kami akan menginap sampe hari Tasyrik. Hari Nahr setelah wukuf, kita harus langsung menuju Mina untuk melontar jumroh dengan tak lupa mengambil batu terlebih dahulu di Muzdalifah. Mengambil batu ini haruslah di Muzdalifah, tak boleh dari tempat lain. Setelah melontar jumroh Aqobah sebanyak 7 kali sambil membaca “Bismillahi Allahu Akbar” di setiap lemparannya, barulah kita bisa melepas ihram yang dipake sedari wukuf di Arafah. Hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah), kita harus melontar jumroh Agobah, Ula`, dan Wusto dalam satu hari jadi masing-masing 7 kali sehingga setiap harinya butuh batu 21 biji. Hari pertama Tasyrik (11 Dzulhijjah) melontar jumroh Agobah-Ula`-Wusto, setelah melontar jumroh yang pertama ini, kita bisa melepas ihram dan apa-apa yang halal yang diharamkan ketika berihram boleh dilakukan kembali kecuali bersetubuh. Hari kedua Tasyrik (12 Dzulhijjah) melontar jumroh Ula`-Wusto-Aqobah. Hari ketiga Tasyrik (13 dzulhijjah) melontar jumroh Wusto-Aqobah-Ula`. Untuk hari kedua dan ketiga tak perlu pake ihram. Melontar jumroh pada hari Nahr (hari pertama) hukumnya wajib, bila ditinggalkan harus membayar dam (denda). Khusus orang yang gak sampe hari Tasyrik ketiga ato tak berencana menginap di Mina, setelah melontar jumroh di hari pertama, dia harus cepat-cepat meninggalkan Mina sebelum Ashar karena jika Ashar masih ada di Mina maka dia harus menunggu sampe hari Tasyrik ketiga. Untuk melontar jumroh harus dipilih waktu yang tepat agar terhindar dari waktu-waktu ramai orang karena yang melontar jumroh gak hanya jama`ah kita aja tapi dari berbagai manusia di penjuru dunia, sehingga pada saat melontar jumroh suka ada yang meninggal karena kedorong sampe jatuh ato keinjak-injak jama`ah haji yang laen yang badannya lebih gede-gede. Setelah selesai jalan-jalan ke Mina, kami menuju Jabal Qurban. Di sini, kami melihat pemotongan daging onta. Bagi yang melakukan haji Tamattu` terkena denda hadyu ( binatang) jadi kita seperti bayar qurban. Masing-masing orang dikenai 250 riyal untuk satu hadyu (itu ketika taon 2000), bisa jadi berubah harganya sesuai taon. Abis dari Jabal Qurban, kami mampir sebentar ke Tan`im. Tan`im bisa dijadikan salah satu tempat miqat untuk niat umroh. Untuk niat haji bisa dari tempat tinggal masing-masing, sedangkan untuk niat umroh ada tempat-tempat tertentu. Untuk diketahui, bagi yang haid tetap bisa melakukan niat umroh ketika pake ihram dan tetap bisa melakukan kegiatan umroh seperti sa`i dan tahalul, kecuali thawaf. Khusus ibadah thawaf harus bersih dari hadast besar dan kecil. Makanya ada orang yang ke Tan`im dan Jiro`anah untuk niat umroh lagi. Sebelum meninggalkan Mekkah, akupun melakukan thawaf tuk terakhir kalinya namanya Haji Wada` yaitu thawaf selamat tinggal kepada Baitullah tapi tidak diharuskan bagi penduduk Mekkah dan orang yang sedang haid.

8 Hari Di Madinah

Madinah menjadi sebuah tempat terakhir yang kukunjungi setelah semua urusan berhaji selesai sudah. Dimulailah perjalananku selama 5 jam menuju Madinah. Tak banyak yang terlihat selama perjalanan sama seperti halnya ketika mau ke Mekkah, hanya lahan kosong, gersang, dan tandus disepanjangan jalan, cuma ada bangunan-bangunan pabrik, duu sepi amat….Di tengah perjalanan, bis yang kutumpangi berhenti sejenak di sebuah kedai makanan yang hanya ada satu-satunya di sana.

Sesampai di Madinah, adapun yang kulakukan adalah sholat Arba`in di mesjid Nabawi yang menjadi amalan sunnah muakad ketika di sana. Dikarenakan waktu yang terbatas maka selama 8 hari di sana betul-betul dipake untuk sholat Arba`in berjama`ah agar ketika hari terakhir, jumlah sholat Arba`in bisa mencapai 40 waktu sholat.

Berbeda dengan sholat di Masjidil Haram Mekkah di mana antara lelaki dan perempuan dicampur jadi satu. Di mesjid Nabawi Madinah ini, antara lelaki dan perempuan dipisah, ada hijabnya, bisa dikatakan lebih teraturlah. Pintu masuk mesjid antara lelaki dan perempuan terpisah. Ketika jam 10 malam, tak boleh satupun jama`ah berada di dalam mesjid karena mesjid harus dibersihkan. Kalau di Masjidil Haram tak ada batasan waktu, ketika jam orang ramai sekalipun tak masalah baginya bersih-bersih, tinggal dipasang tali pembatas. Jama`ah yang tak mau berpindah tempat pastilah akan kena siraman air untuk membersihkan lantai. Kalau mau selamat, yaa harus menyingkir dari tempat yang sudah dipasang tali pembatas. Jadi para jama`ah sudah sadar sendiri. Salut buat para pekerja di sana, kerja mereka serba cepat, ulet, dan kompak. Badan merekapun betul- betul kekar dan kuat tuk mengangkut barang-barang yang sangat berat menurut perkiraan. Tapi ada perbedaan sedikit dengan karakter orang Mekkah, orang Madinah bisa dikatakan tidak sekeras orang Mekkah, sedangkan pemaknaan kata “halal dan haram”, orang Mekkah lebih memegang kedua kata tersebut daripada orang Madinah yang umumnya masih menganggap main-main kedua kata tersebut. Selain itu, askar Mekkah lebih tegas daripada askar Madinah.

Bila kita ingin mengunjungi makam Rasulullah SAW dan kaki surga Raudah Asy-Syarifah yang tepat ada di sebelah kanan makam Rasulullah, terletak diantara kubur Nabi dan mimbar Nabi ada waktu-waktunya untuk lelaki dan perempuan. Pukul 8 pagi sampe pukul 12 siang adalah waktu perempuan, selebihnya waktu lelaki. Biasanya aku sekeluarga ke Raudah pada waktu Dhuha sehingga bisa langsung sholat Dhuha. Dari sana kita bisa ngeliat kuburan Nabi Muhammad SAW tapi kita tak bisa masuk karena dijaga oleh petugas. Di sebelah kanan ada kuburan Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab, diatasnya ada kubah yang tertulis masing-masing satu ayat dari Al-Qur`an. Adapun ukiran ato relief Masjidil Haram dan mesjid Nabawi sama-sama unik dan indah, sebuah paduan yang fantastic menurutku yang dibuat oleh para insinyur-insinyur Pakistan. Sedangkan orang Arab sendiri bisanya dagang dan dagang.

Arab Saudi terkenal kaya akan minyaknya dan air Zam Zam. Air ini tak akan habis walo diambil terus menerus dan dipake terus oleh jama`ah yang datang dari berbagai penjuru negri. Sungguh ajaib sekali….takkan para jama`ah kekurangan air selama di sana. Apakah itu di Masjidil Haram ataukah di mesjid Nabawi akan ada air Zam Zam di setiap sudut mesjid. Pemerintah Arab Saudipun membuat saluran-saluran air yang menghubungkannya dengan sumur Zam Zam yang ada di dekat Ka`bah. Di Madinah ini karena waktu terbatas, aku sekeluarga hanya berjalan-jalan melihat mesjid dan perkuburan Baqi` tanpa nisan.

Patutlah diingat perjalanan ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji jangan disamakan dengan perjalanan kita ke negri lain untuk tujuan tamasya. Niat kita diluruskan dan mentalpun disiapkan untuk beribadah kepada Allah.

2 Responses to “Sekilas Mekkah dan Madinah”

  1. donpay Says:

    Menarik sekali.

    Namun seharusnya miqot saudari bukan di jeddah namun ketika miqot 40 menit sebeleum jeddah atw bandara krn Nabi Shallallahu alaihi wassalam menetapkan miqot2 bukan di Jeddah.

    Hadist arbain selama 8 hari atau 40 waktu adalah tidak sahih shg hadist yg tdk sahih tdk bisa diamalkan. Adapun yg sahihj hadis shalat berjamaah di masjid selama 40 hari di masjid bagi laki2 dan terhindar dari kemunafikan.

    Wallahu ‘alam

    • elfrieda Says:

      mau hampir setaon saya baru buka wordpress lagi dan membaca response mas nya. Terima kasih sekali atas infonya, saya sangat seneng sekali bisa tau apa yang menjadi tuntunan Rasulullah sebenarnya. Sungguh saya sangat awam sekali masalah hadist karena saya hanya mengikuti buku panduan haji sama pemandu haji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: