Jejak Langkah di Canberra

Canberra, sebuah negara yang tenang menurutku, gak banyak hiruk pikuk, keramaian yang biasa kita liat di negara-negara metropolis, mirip-mirip daerah Bandung Atas ato kalo pernah ke Palembang, mirip-mirip daerah Pagar Alam.Yaa sebuah negara yang indah menurut pengamatanku selama tinggal disini, pesona alamnya begitu indah dan asli karena masih bisa kita dapati perbukitan, hutan belantara, dan pegunungan. Tak banyak jumlah penduduk yang tinggal di Canberra, kurang lebih 300 ribu jiwa. Jadi, jangan aneh dengan lahan yang sangat luas sekali di Canberra ini hanya dipenuhi oleh sekian ribu manusia, belum dalam hitungan juta. Canberra sebagai pusat pemerintahan dan administrasi serta pertahanan menjadikan kota ini mayoritas dipenuhi oleh orang-orang pendidikan dari kalangan mahasiswa, militer, dan PNS. Suku Aborigin hanya sekitar 1,2% yang mendiami kota ini, sisanya sekitar 21,6% imigran yang lahir di luar Australia, kelompok pendatang terbesar adalah Inggris dan Selandia Baru.

Canberra sejarahnya merupakan ibukota negara Australia (ACT, Australian Capital Teritory) yang negaranya memang khusus didesain secara sengaja oleh tangan arsitek internasional berpengalaman Walter Burley Griffin. Canberra adalah ibukota negara bentukan untuk meredam persaingan menjadi ibu kota Australia antara Sidney dan Melbourne yang menjadi negara bagian terbesar kala itu di Australia.

Canberra dikelilingi oleh negara bagian New South Wales (Sidney). Adapun penduduk aslinya adalah suku Aborigin yang mendiami daerah Ngarigo,Ngunnawal, dan Walgalu, jauh sebelum kedatangan orang Eropa, jadi jangan aneh kalo budaya dan sejarah Australia banyak menceritakan suku Aborigin dan bangsa Eropa. Ketika Sidney dan Melbourne bersaing untuk menjadi ibukota Australia, akhirnya disepakati bahwa Melbourne menjadi ibukota sementara sejak tahun 1901 sampai ibukota baru Canberra selesai dibangun dengan memenuhi syarat bahwa wilayah Canberra dari New South Wales dan terletak lebih dari 100 mil dari Sidney.

Desain internasional untuk ibukota Australia dimenangkan oleh Walter Burley Griffin, seorang arsitek Chicago yang desainnya memadukan antara harmonisasi alam dan bangunan. Tahun 1913, pembangunan Canberra sebagai ibukota Australia dimulai., Walter Burley Griffin merancang sebuah negara demokrasi baru yang sangat menunjukkan nilai-nilai demokrasi dan “menanam” kota ke dalam lanskap alam, sehingga terbentuklah Danau Griffin yang menjadi icon Canberra yang mengelilingi semua bangunan penting yang ada di Canberra. Walter Burley Griffin hanyalah satu bagian dari keseluruhan cerita Canberra, istrinya Marion Mahony Griffin adalah salah satu pelukis seni arsitek terbesar di zamannya dan dialah yang menggambar desain suaminya. Mereka mulai berfikir bagaimana secara tepat mencocokkan desain bangunan ke bagian-bagian bukit dan pegunungan.

Canberra adalah satu-satunya ibukota negara yang wilayahnya tidak berbatasan dengan laut, sebuah negara baru di selatan bumi, menjadi ujung tombak ide-ide demokrasi modern di belahan dunia selatan akan menjadi sebuah bahan pelajaran sejarah 100 tahun kemudian, sejarah luar biasa bagi pembentukan negara Australia.

Canberra adalah rumah harta karun besar  bagi masyarakat Australia karena memiliki Perpustakaan Nasional yang memiliki semua buku yang diterbitkan di Australia, Galeri Nasional Australia yang memiliki koleksi seni bumiputera Australia terbesar di dunia,Museum Nasional Australia yang memiliki berbagai cerita luar biasa mengenai Australia, Tugu Peringatan Perang Australia yang mengingatkan masyarakat Australia akan kota Canberra sebagai kota impian yang diwarnai tragedi perang, depresi, dan ketidakpastian.

Kalo mo cari ketenangan, yaa di negri ini. Jalanan begitu lenggang, kalopun rame, gak seriweh kayak kota-kota ekonomi di Australia seperti Sidney dan Melbourne. Karena masyarakatdi sini mayoritas berpendidikan dan berasal dari luar Australia, hampir jarang aku temui tindak kriminalitas disini, dan memang disini gak akan pernah kita temui ada satpam, polisi ato sejenisnya di pusat-pusat publik. Masyarakatnya terbilang teratur, pemerintah hanya memonitor pelanggaran dari masyarakatnya lewat CCTV, tau-tau datang surat peringatan ato surat denda ke rumah. Yaa, begitulah Canberra, masyarakatnya cuek, gak rasis, hidup disini begitu simple dan monoton. Bagi yang punya jiwa adventure, pasti asikkk banget tinggal disini karena di Canberra kita dapat menjelajah, berperahu layar, bersepeda, menunggang kuda, memanjat tebing, dan menapaki jalur perjalanan suku Aborigin, kita dapat barbeque bersama teman dan keluarga atau bersantap pagi di sepanjang danau Griffin, kita dapat bertemu langsung dengan Kangguru, walabi dll, kita dapat melakukan penjelajahan semak belukar, dan petualangan udara terbuka di pegunungan Alpen Australia, kita bisa menikmati pemandangan spektakuler dari atas bukit, kita dapat mengunjungi perumahan kuno bergaya  Eropa di Orroral Valley dan bumi perkemahan suku Aborigin, dan mengunjungi berbagai galeri dan museum seperti Galeri Nasional Australia, National Potrait Gallery, Museum Nasional Australia untuk mengetahui sejarah dan budaya Australia serta objek wisata lainnya seperti Canberra Tower, Questacon, Black Mountain, Kebun Binatang Australia, Botani Garden, Arboretum Garden, War Memorial, Parliament House, National Capital Exhibition dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: