Surat Buat Mama

Pernah suatu sore, sepulang mama dari mengajar, kulihat ia menenteng bungkusan seperti biasanya. Ada ikan, sayur, buah-buahan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Yaa setiap pulang dari mengajar, mama selalu menyempatkan diri mampir ke pasar dan tidak lupa  membeli makanan yang bisa langsung disantap di kala sore tiba. Walau ia sibuk mengajar, kutau ia selalu berusaha menyeimbangkan antara rumah dan sekolah. Ia selalu menyempatkan diri membuat sarapan pagi dan persiapan untuk makan siangnya sebelum ia berangkat mengajar. Ia selalu berusaha membuat rumah tetap selalu ada makanan agar orang rumah tidak kelaparan sepeninggal ia mengajar. Kebiasaan-kebiasaan mama seperti itulah membuatku terbiasa sampai sekarang setelah aku berumahtangga.

Seorang mama mengajariku bagaimana seorang wanita yang sudah menikah dan bekerja harus bisa menyeimbangkan antara keduanya agar rumah tangga tidak berantakan, bagaimana seorang wanita harus memiliki “tangan banyak” untuk bisa menyelesaikan segala urusan, dari urusan anak dan segala permasalahannya, urusan rumah dari cuci mencuci, bersih-bersih rumah dan lain sebagainya, urusan suami dan segala macam menyangkut suami, dan urusan pekerjaan.

Kadang aku berfikir, mama dengan jadwal mengajarnya yang padat masih tetap dapat menyempatkan diri untuk mengurus semuanya. Suatu kali aku bertanya padanya “Apakah ia tidak merasa capek?” waktu itu mama hanya menjawab bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu itu harus ikhlas agar segala rasa capek yang ada tidak terasakan dan belajarlah untuk tidak mudah mengeluh karena perbuatan itu dapat menjadikan apa yang sudah kita kerjakan sia-sia dan rasa capekpun akan bertambah pula. Mama-pun menambahkan ” Kalau nanti berumahtangga harus bisa bikin “kenyang perut dan hati” anggota keluarga agar mereka betah di rumah.”

Seperti biasa setelah perjalanan panjang yang melelahkan semenjak pagi jika ada jadwal mengajar di sekolah, wanita yang kasihnya tak terbilang nilai itu mengakhirinya dengan istirahat sesaat untuk melepaskan penat. Biasanya aku membuatkan minuman untuknya bila aku berada di dekatnya sebagai pelepas dahaga. Sempat terlintas dalam benakku “Bosankah mama dengan rutinitas yang ia jalani selama ini…?”

Masih jelas terbayang dalam ingatan kala kuterbangun di tengah malam yang sunyi, masih kulihat mamaku menyempatkan diri bersujud pada-Nya. Mama tidak pernah bosan-bosannya membangunkan suami dan anak-anaknya untuk sholat malam. Mama selalu mendoakan suami dan anak-anaknya di setiap sholatnya menjadi manusia-manusia yang senantiasa membuat mamaku tersenyum bangga memiliki kami semua.

Selepas Subuh, wanita yang ketulusannya hanya mampu dibalas Allah itu melanjutkan pekerjaan menyiapkan sarapan pagi sembari mendengarkan ceramah pagi. Tidak pernah sekalipun mama berteriak minta tolong untuk membantunya di dapur, biasanya anak-anaknya membantu sesuai kesadaran masing-masing, bisa dibilang tergantung inisiatif si anak. Ia selalu mengerjakan segala sesuatunya sendiri dan kalaupun ia butuh bantuan, itu memang betul-betul sangat diperlukannya. Mama pernah berkata padaku “Yang kerja tangan, bukan mulut, ketika bekerja sambil berzikir agar pekerjaan itu tidak terasa susah bagimu”. Tak pernah aku melihat mama mengeluh meski teramat banyak pekerjaannya. Yaa banyak hal kehidupan yang kupelajari darinya dan itu berguna sekali untuk kehidupanku di masa datang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, kulihat wajahnya semakin tua. Mama selalu rajin mengingatkan dan mengomeli kami anak-anaknya semata-mata karena rasa kasih sayangnya dan sayangnya itu seringkali kami salah artikan. Kurasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah ia lakukan untuk kami di atas keterbatasannya sebagai manusia, seorang istri dan seorang ibu. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang enggan mama ungkapkan.

(Teruntuk mama tersayang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: