Intisari La Tahzan

  • Jadilah manusia yang idealis dengan tetap realistis, mempersiapkan kehidupan masa kini namun tak lupa masa depan, diajak bekerja dengan keras dan diajak pula beristirahat. Kita harus menjalani hidup ini dengan penuh semangat, kita tidak akan pernah dirisaukan oleh masa lalu yang telah lewat dan tidak pula dicemaskan oleh masa depan. Kita akan menjadi manusia masa kini yang bekerja pada hari ini dengan mencurahkan segenap kekuatan dan pikiran yang ada dengan keyakinan bahwa hasil akhirnya diserahkan kepada Allah. Dunia ini akan menjadi sangat indah jika kita menikmatinya dengan senyuman. Jalani hidup ini dengan penuh ketulusan dan keriangan.
  • Sebenarnya kita berada pada kenikmatan yang tiada tara tetapi kita tidak menyadarinya. Acapkali kita memikirkan sesuatu yang tidak ada sehingga melupakan yang sudah ada. Kita menguasai kehidupan tetapi tidak mengetahuinya.
  • Kita harus berfikir hari ini, bagilah waktu hari ini dengan bijak. Pada hari inilah kita harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang khusyu`, bacaan Al-Quran yang sarat tadabur, zikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa, dan raga serta perbuatan yang baik terhadap sesama.
  • Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan, dan hinaan. Bersikaplah seperti batu cadas, tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat dan justru ia semakin kokoh karenanya. Yang terbaik adalah merespon kritikan, cemoohan, dan hinaan mereka dengan menunjukkan akhlak baik. Semakin tinggi derajat dan posisi yang kita miliki, semakin pedas pula kritikan itu.
  • Berbuat baik hanya demi Allah semata, kita akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka dan tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Ketika kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang yang terzolimi, ringankan orang yang menderita, beri makan orang yang kelaparan,  jenguk orang yang sakit,  bantu orang yang terkena musibah,  niscaya akan kita temui dan kita rasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan.
  • Semakin banyak mengingat Allah, pikiran akan semakin terbuka, hati menjadi tentram, bahagia, dan nurani damai sentosa. Dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan, keyakinan, kepasrahan, berbaik sangka dan pengharapan kepada Ilahi Robbi.
  • Shalat dapat menjadi obat mujarab untuk mengobati berbagai kekalutan dan berbagai macam penyakit. Sholat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihan iman ke dalam relung hati sehingga hati selalu ridho dengan apa yang ditentukan Allah.
  • Hiduplah sebagaimana anda diciptakan. Anda memiliki corak dan warna tersendiri. Tetaplah berpijak dan berjalan pada kondisi dan karakter anda sendiri.
  • Jangan pernah terhimpit sejengkalpun karena setiap keadaan pasti berubah dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar betapapun hari demi hari terus bergulir, bersama kesulitan akan ada kemudahan.
  • Keadilan merupakan tuntutan keidealan sebagaimana ia dibutuhkan dalam penerapan hukum karena pada dasarnya Islam dibangun atas pondasi kebenaran dan keadilan. Islam mengajarkan keseimbangan norma, budi pekerti, dan prilaku.
  • Persiapan diri sebagaimana kesiapan seekor unta untuk menyebrangi padang sahara. Panjatkanlah segala pujian kepada Allah atas semua kebaikan-Nya. Bersyukurlah kepadaNya atas semua yang diberikanNya. Bersabarlah atas semua yang diambilNya. Yakinilah akan datang kemuliaan setelah datangnya cobaaan. Hadapilah kehidupan ini apa adanya, tidak mungkin semua tulus kepada kita dan semua perkara sempurna di mata kita.
  • Ketika tertimpa musibah, kita harus melihat sisi yang terang dari padanya. Ketika seorang memberi anda segelas air lemon, anda perlu menambah sesendok gula ke dalamnya. Ketika mendapat hadiah seekor ular, ambillah kulitnya.  Ketika disengat kalajengking, ketahuilah bahwa sengatan itu memberikan kekebalan kepada tubuh anda dari bahaya bisa ular. Kendalikan diri anda dari berbagai kesulitan yang dihadapi. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal dia amat baik bagimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: