Taon Baru Di Jepang
Taon baru tak hanya jadi moment penting sebagian masyarakat di tanah air tapi juga jadi moment yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat di negri ninja hatori ini. Pemerintah Jepang menetapkan libur nasional selama 1 minggu terhitung sebelum dan sesudah hari H taon baru. Justru di Jepang ini, orang malah berbondong-bondong pulang kampung untuk merayakan taon baru bersama keluarga. Akibatnya aktivitas lalu lintas di akhir taon menjadi lebih padat dari hari biasanya.
Menjelang akhir bulan desember, semua pada sibuk bersih-bersih, baik di rumah maupun di kantor, sekolah, dan tempat umum, tujuannya tidak lain untuk membuang kotoran ato hal-hal yang tidak baik di taon sebelumnya. Lalu dengan hati yang bersih menyambut datangnya taon baru. Yaa mirip lebaran Idul Fitri, setelah merayakannya, semua merasa kembali “fitri”.
Adapun masakan spesial taon baru yang biasa dipersiapkan itu “Osechi dan Ozouni”. Biasanya ada festival Omisoka pas malamnya yaitu makan mie hangat bareng-bareng. Mie yang panjangsebagai simbol harapan dan doa agar diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Bila tiba waktunya taon baru, semua saling ngucapin “Selamat Taon Baru”. Biasanya orang dewasa (bapak, ibu, kakek nenek) memberikan “angpao” kepada anak-anak sebagai uang jajan tambahan kado taon baru. Satu dari kebiasaan religi orang Jepang, pas malam taon baru biasanya mereka ke kuil berdoa untuk keselamatan dan kesehatan selama satu taon berikutnya. Kebiasaan yang lain adalah saling berkirim kartu pos taon baru. Selain itu, orang Jepang ternyata punya kepercayaan animisme (percaya kepada benda-benda berkekuatan gaib), biasanya dijadiin jimat (dikalungkan di leher) guna memberikan keberuntungan bagi si pemakai.
Sangat disayangkan ternyata kebiasaan-kebiasaan turun temurun ini sudah semakin ditinggalkan oleh generasi muda Jepang.
November 25, 2010 at 4:09 am |
hallo Nunik? pa kabarmu? wong kito lah hehehe..
November 25, 2010 at 4:29 am |
kabarku alhamdulillah baek…yaa wong kitolah…btw namaku bukan nunik lhoo…