Sekilas Tentang Palembang
Sebagai anak manusia yang lahir dan besar di Palembang, saya menyadari betul akan kurang lebihnya orang Palembang. Saya katakan secara umum, orang Palembang tidak mudah membuka diri dengan orang yang baru dikenal, dengan kata lain “butuh proses”, sama halnya dengan orang Jepang. Kalau dibandingkan dengan orang Jawa ato Sunda, sungguh kelihatan bedanya. Umumnya orang Jawa ato Sunda lebih welcome terhadap orang yang baru, lebih mudah akrab dan terbuka.
Sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang dan pernah tinggal di Bogor dan di Jogja untuk menimba ilmu, saya melihat bahwa setiap suku ada baik dan buruknya semua, tinggal saya sebagai manusia yang diberi akal memilah dan memilih mana yang baik dari suku saya dan mana yang baik dari suku lainnya, adapun yang jelek dibuang saja.
Sifat terlalu curiga dan berhati-hati terhadap orang baru pada diri orang Palembang umumnya menjadikan hubungan awal berkesan kaku dan terlalu mudah akrab dengan orang yang barupun seperti umumnya orang Jawa dan Sunda mengakibatkan kita kurang bersikap waspada terhadap hal buruk yang kemungkinan akan terjadi. Ujung-ujungnya sedang-sedang ajalah (mirip lagunya Vety Vera, red).
Kalau soal makan memakan^-^, orang Palembang paling doyan makan, sama kayak orang Jepang. Segala rasa ada, dari asem, manis, asin sampe pedas, lengkap jadi satu. Menu andalannya mpek-mpek dengan rasa cukanya yang khas. Sebenarnya banyak sekali makanan khas Palembang, ada yang namanya laksan, celimpungan, model ikan, model gendom, tekwan, burgo, lenggang, mie celor dll. Wahhh, kalau saya pulang ke Palembang, banyak sekali makanan yang bisa saya santap.
Kalau dilihat dari keseriusan dalam bekerja, umumnya orang Palembang kalah serius dengan orang Jawa. Orang Jawa terkenal “ulet”, umumnya orang Palembang rada nyante, masih suka mengandalkan harta orangtua. Begitu kira-kira menurut pengamatan saya…tapi yang jelas wanita-wanita Palembang umumnya lebih setia dan mau mengurusi suami^-^. Di atas semuanya, manusia ada dua semua, baik orang Jawa ato Sunda, Palembang ato yang lainnya ada dua semua, tingal bagaimana kita memilih orang yang cocok dengan kita.
Dua taon yang lalu saya menikah dengan seorang lelaki yang berasal dari Semarang dan besar di Jogja. Sebelum ada rencana menikah, calon suami saya bertanya “Kira-kira berapa uang mas kawin yang harus saya persiapan?” saat itu saya bilang semampunya aja, saya tidak mematok berapa. Di dalam hati, saya bingung juga karena budaya Jawa umumnya memberi uang kepada pihak mempelai sekitar 1-5 juta, selebihnya pihak wanita yang menambahkan bila ada kekurangan di sana-sini. Sedangkan budaya Palembang apalagi di keluarga saya sekitar 5 juta ke atas. Walupun dari orangtua saya tidak matok berapa-berapanya tapi setidaknya pihak calon besan mikir sendiri. Saya terus terang bingung menjelaskan hal begituan kepada calon suami karena membicarakan soal uang sifatnya rada sensitif. Akhirnya calon suami bertanya “Dulu kakak ipar saya ngasih berapa ke kakak perempuan saya?” saya bilang “50 juta”. Calon suami saya kaget alang kepalang tapi berkat bantuan Allah, Dia mudahkan permasalahan calon suami saya dalam soal keuangan.
Ada sebuah cerita dimana perbedaan budayapun bisa menimbulkan berbagai persepsi. Tiga bulan pertama setelah menikah, sayapun tinggal di rumah ibu suami. Tak ada masalah yang berarti karena saya dan ibu sama-sama suka cerita, bisa dibilang cocoklah, masak bareng dan ngobrol bareng. Sampai pada suatu ketika, suami saya membantu saya menyapu halaman rumah, saya menyapu halaman depan dan suami saya menyapu halaman belakang. Tiba-tiba bapaknya datang dan mengatakan “itu bukan pekerjaan suami”. Saat itu saya bilang sambil bercanda bahwa suami istri itu harus saling bantu. Lain hari, suami saya mengambilkan makanan buat saya karena suami tau kebiasaan saya kalo sudah capek males makan, ternyata sang ibu berkomentar kepada suami bahwa di Jawa gak ada istilah suami ngambilin makanan buat istri, justru istri yang harusnya melayani suami.
Perbedaan-perbedaan budaya antar daerah bisa memicu ketidakharmonisan keluarga. Untuk itu diperlukan jiwa yang besar dan sikap yang dewasa dalam menanggapi omongan-omongan yang dapat memicu prahara rumah tangga. Untunglah suami saya seorang yang terbuka dan mau bertukar fikiran sehingga omongan-omongan yang bisa menimbulkan emosi sesaat tidak menimbulkan prahara antara saya dan suami
February 20, 2009 at 3:17 am |
mbak, mau tanya nih, saya punya kawan dekat orang palembang, buset dah orangnya egois sekali, pengen berkuasa (kalo ada modal sih gak papa), dengki, suka hasut, benci sekali sama orang sunda (padahal kawin dengan orang sunda dan tinggal juga di sunda), curang, dan peraturannya, orang lain gak boleh, cuma dia doang yang boleh. Kalo marah persis preman mbak, padahal dia perempuan lho, dan dari bicaranya sangat mengagung2kan soal manner (padahal dia sendiri attitudenya nihil manner), serta orangnya sangat sadis, tidak mengenal belas kasihan baik pada sahabatnya, mertuanya, yang penting dia menang dan puas.
orangnya juga senang sekali keroyokan, kalo ada hal2 yang tidak dia sukai, dia tidak berani mengatakannya man to man, berdebat secara dewasa, tapi lebih suka main belakang dan cari pendukung, alias persis provokator. yang paling bikin saya mengelus dada, apa yang dia kritik ttg orang lain, semuanya ada dalam dirinya. maunya cuma dikasih, maunya cuma diperhatikan, maunya cuma dihormati, tapi dirinya sendiri tidak bisa seperti itu terhadap oranglain.
dia sering membawa bawa kekurangan oranglain dan dikaitkan dengan “kesukuan”. tapi jika kesukuannya (palembang) dibawa bawa, waaw..ngamuk besar. gak fair kan mbak ? merasa sempurna kah ?
aneh lho mbak, padahal dia itu perempuan, seharusnya lebih lembut, gak sadis kayak gitu, saya sudah mengatakan hal tersebut terhadap dia, dan dia marah besar seperti preman gak makan 2 minggu. alhamdulillah, saya diberi kejadian yang mengharuskan saya tidak bertemu dia lagi, dan dari situ saya sangat bersyukur sehingga tidak usah lagi menjadi temannya.
maaf ya mbak, jika sebagai sesama palembang mbak tersinggung perkataan saya, just sharing realitas yang saya hadapi aja….
February 20, 2009 at 4:09 am |
he…he…nyanteee aja lagiiii, diriku gak bakal tersinggung koqq…khann sifat manusia ada macem2 say tergantung lingkungan yang melatarbelakangi orang yang bersangkutan. Kadang juga, diriku banyak nemuin walo lingkungan yang melatarbelakanginya bisa dibilang “gak baiklah” tapi dasarnya si orang tsb mau berubah dan menjadi lebih baik, yaa bisa aja berbanding terbalik. Kadang gak bijak juga sih, suku ini beginilah, suku itu begitulah, yaa masing-masing punya baik-buruklah, tinggal kita ambil yang baik-baiknya untuk dicontoh. Dirimu pasti sepakat khan ma aq^-^…
Di Palembang itu sendiri ada 8 kabupaten, masing2 punya bahasa dan adat kebiasaan yang berbeda tapi setiap kabupaten pasti ngerti bahasa Palembang itu sendiri. Nahh, setiap orang yang tinggal di kabupaten tsb kalo ditanya “yaa asli Palembang”. Aduhh…dirikuu jadii ngelanturr ceritanya ^-^. peacee…
Kalo dirimu bilang, temenmu yang Palembang suka egois, hasut, dengki, sadis, gak kenal belas kasihan, benci sama orang Sunda, curang, suka bawa-bawa kesukuan, kayaknya itu da bawaan “orok” dee^-^ maxudnya itu sifat manusia secara personal. Cuma aq garisbawahin memang orang Sumatera umumnya, Palembang khususnya kalo ngomong “kenceng”, khan Sumatera bisa dikatakan daerah pesisir jadi orang2nya terbiasa ngomong kenceng, kalo gak kenceng bisa kebawa angin ee…jadi jangan kaget aja lhoo kalo ngomong sama orang Palembang, jangan dikira marah.
Walopun kebiasaan orang Palembang kalo ngomong kenceng2 tapi semasa aq kecil suka dimarahin kalo ngomong kenceng2. Papa dulu suka bilang,” di hutan sono kalo ngomong teriak2…Paling suka diajarin sama ortu yang jelek dari Palembang seperti suka ngomong kenceng2 dibuang jauh2. Setelah gede gini jadi tau,” ooo orang Sunda ngomongnya lembut tapi kadang suka terlalu basa basi, ooo orang Palembang kalo ngomong kenceng2 dan terlalu to the point bisa bikin orang tersinggung, ooo orang Jawa…bla…bla…ujung2nya saya ambil baiknya “gak ada salahnya ngomong yang lembut dengan setulus hati dan gak ada salahnya ngomong to the point tapi dengan penyampaian bahasa yang cantik…^-^
Tuk terakhir kalinya Salam Persahabatan, semogaaa dirimu gak kapokkk bersahabat dengan orang Palembang^-^
November 19, 2010 at 2:04 pm |
Sepertinya suku palembang dengan suku lampung hampir sama, sama kerasnya kalo bicara, suka blak”an, suka makan (boros), berkulit putih, tpi ati” kalo dapet istri lampung……..maskawinnya/persyaratannya kyk rang palmbang !
November 25, 2010 at 4:31 am
Wahh…mas-nya da pengalaman nie ketemu orang Lampung ma orang Palembang…salam persahabatan aja niee
February 20, 2009 at 5:47 am |
hehehe, iya mudah2an semua orang menyadari bahwa tidak semua dipengaruhi kesukuan ya mbak, terutama kawan saya itu, yang benci bgt sama sunda tapi menikah dengan orang sunda. apa apa dikaitkan dengan suku. yang jika ke palembangannya disinggung, doski sendiri bakal tersinggung berat.
oya mbak, bukan hanya ngomongnya kenceng, tapi jika dia ngamuk sampai melempar sendal dan mengobral kata kata kebon binatang…takjubnya…dikala “normal” ,, soal manner sangat dia sanjung2. saya salah satu korban premanismenya.
dengan segala kesadisannya dan kelicikannya, saya trauma punya kawan sperti dia, miris sekali bisa2nya berkawan dengan orang seperti itu,,
tapi membaca tulisan mbak, mudah2an mbak bisa menjadi contoh yang baik ya,, dan saya percaya itu, sehingga orang yang baik bisa mendapatkan hidup yang lebih beruntung dan istimewa.
(tidak seperti kawan saya itu, karena sifatnya yg jahat, hidupnya selalu dirundung kesempitan)
thx mbak, for the attention…
March 11, 2009 at 6:23 am |
Saya orang Jawa punya istri orang palembang asli (nyimas). Sebenarnya orang palembang baik tapi ada sedikit kelemahan menurut saya. Berikut sifat orang palembang rata-rata menurut saya:
1. Besar mulut dan Suka Pamer Harta
2. Materialistis
3. Pemalas
4. Munafik sama munafiknya dengan orang jawa
5. Maksa bergaya walaupun kadang kemampuan gak ada
6. Suka ngomongin orang
7. Pelit
8. Suka ngatur
Kebaikannya:
1. Setia kawan
2. Agamanya kuat
3. Cantik dan ganteng
4. Cerdas
5. Pandai bernegoisasi
March 12, 2009 at 1:51 am |
Kalo masnya bilang rata2 ato umumnya orang Palembang itu besar mulut, suka ngatur, agamanya kuat, dan setia kawan mungkin ada benarnya juga. Untuk kasus suka pamer harta, materialistis, pemalas, munafik, maksa bergaya tapi gak sesuai kemampuan, pelit, cantik ato ganteng, cerdas, dan pandai bernegosiasi kayaknya per personal kali yaa soalnya sejauh pengamatan saya sihh orang Palembang tuu umumnya lhoo suka ngomong blak2an, terlalu apa adanya jadi berbanding terbalik dengan sikap munafik menurut saya. Kalo cantik ato ganteng dan cerdas ato pandai bernegosias serta pemalas dan materialistisi sihh tergantung juga mas…yang jelek dan bego juga ada lhoo ^-^ apalagi yang rajin dan baek hati kayak saya ada juga lhoo mas wehewehe…. Nah, kalo masalah pelit, menurut saya umumnya orang Palembang mah boros, di kepalanya tuu makan aja hee2….mengenai mas kawinnya mahal kalo menikah dengan orang Palembang, ituuu ada benarnyaa….mogaa masnya gak kapok bergaul dengan orang Palembang*smile*
May 8, 2009 at 9:57 am |
Dear All,
Yang umum orang palembang seperti biasanya orang Sumatera ngomongnya kenceng,tapi ini terbentuk karena dulu banyak hutan dan jarak antar tentangga jauh, shg komonikasi antar tetangga dari jarak jauh aja cukup karena kalo tatap muka takut ketemu harimau duluan dan ini juga mengapa orang Plg suka bawa pisau segala kalau berpergian untuk jaga diri agar tidak diganggu harimau gitu lho.
Maka kalo diskusi sama orang Plg bisa kayak berantem padahal gak lho, uda biasa kenceng.
Kepercayaan dirinya cukup matang sehingga seperti pamer harta padahal mereka punya kepercayaan diri yg baik,seumpama beli barang ya untuk dipakai sekarang bukan dibawa mati kata mereka lho dan punya seni yang tinggi sehingga kalo diliat dari pakaian adatnya hiasannya sangat ramai, tidak seperti orang jawa misalnya.Peninggalan adat zaman Sriwijaya masih kental sekali sehingga mereka ternina bobokkan dgn kebesarannya sehingga dalam berusaha jarang yang ulet seperti orang jawa yg ulet karena dulu lama dijajah Belanda shg kerjanya harus nurut kalo gak nurut dicambuk sama Belanda. Tapi ga perlu terimakasih lho ama Belanda yg bikin orang Jawa nurut and telaten ( Zaman Rodi ).
Berteman dgn orang Plg enak mereka terbuka,setia,spt saudara sendiri tapi jangan coba-coba berkhianat, ampe mati mereka inget gak akan terlupakan pa lagi sampai harga dirinya tersungging, wah capek deh ….. Karena spt saudara kalau dia berpunya ga segan2 untuk mengeluarkan sebagiannya untuk temannya ( berbagi lokak katanya ).
Wah jangan tanya kalao saudara beneran mereka paling kompak tidak seperti org Jawa yang gampang tersunggingan ama adik, adik tersungging ama kakak ujung2nya banyak ga ketemunya, hal ini seperti Zaman kerajaan Jawa dulu, Ortu aja diperangin ama anak gara2 tahta/agama. Hal ini tradisi yg muda
harus hormat/tunduk/nurut ama yang tua, walaupun yg tua salah.Kalo Org Plg kebanyakan demokrasi, karena dulu Sriwijaya udah mengenal demokrasi dlm tatanan kerajaan shg banyak orang luar negeri banayak yg belajar ke Plg( Sriwijaya ).
Udah capek
May 12, 2009 at 2:54 am |
he2…makasihh lhoo mass da ditambahin opininya tentang gimana sihhh orang Palembang ituu sebenernyaa…nanti kalo saya yang bilang begitu, bisa2 banyak yang protes “saya kepede-an en muji sendiri ^-^”. yaa umumnya orang Palembang ituu seperti yang mas bilang dan kalaupun ada yang dalam tanda kutip jahat, bisa dikatakan per kasuslah. Jangan2 mas-nya orang Palembang yaa ato punya sobat pas kedapetan orang Palembang yang baekk hee2…Salam persodaraan aja dee
June 4, 2009 at 3:28 pm |
assalamualaikum. salam kenal.
saya seorg jawalagi kenalan sama gadis seorg palembang.
nyari info gmana sih org palembang itu n dapat di blog ini deh.
baru kenal dikit sih, blum ngerti banyak ttg dia. wah ngeri juga tuh klo benar org palembang tuh materialistis. saya pegawe negri, gmana ngumpulkan uang 50 juta tuk bea niakah. wah bissa2 saya mundur sebelum berperang ni?
btw, org palembang tuh suka merantau jga ya?
June 8, 2009 at 3:11 am |
Buat wacana aja ya mas… Sebenernya menurut saya pribadi orang Palembang Asli (ada garis keturunan Sultan Mahmud Badarudin) umumnya gak suka merantau apalagi mo payah2, kasarannya hidupnya mah pengen ngambil enaknya aja mas, yaa gak mau susah, ngandalin hartanya ortu. Biasanya yang merantau dan mo hidup susah istilahnya giat, yaa orang Palembang Daerahnya. Orang Palembang Daerah maxudnya gini mas, orang Palembang yang udah lama tinggal di Palembang tapi gak ada garis keturunan yang saya sebutin di atas ato orang yang tinggal di kabupaten2nya. Di Palembang ada beberapa kabupaten semisal OKI (Ogan Komering Ilir), OKU (Ogan Komering Ulu), Muba (Musi Banyuasin), Mura (Musi Rawas), Batu Raja dll. Tetap aja kalo ditanya, yaa saya orang Palembang biar gampang gitu mas…
Orang Palembang khan sama kayak orang dari berbagai suku yang laen juga mas, ada dua juga, ada yang materialistis dan ada juga yang nggak. Mas-nya tinggal ngeliat si cewe-nya aja kira2 ada bakat gak sama yang namanya matre ato tipe cewe mo diajak susah dan mo nerima apa adanya mas. Seiring perjalanan waktu mas nantinya mengenal si cewe. Saran saya sihh mas berfikir netral aja dulu, liat dulu, berteman dulu lebih lama sehingga tau sifat si cewe kayak gimana.
Nah, kalo semisal mas-nya berjodoh sama gadis Palembang, jangan langsung mundur dulu mas, itu semua balik lagi ke masing2 individu. Semisal mas mo nikah sama gadis Palembang gak mesti harus ngeluarin duit berjuta2 mas, mas tenang aja koq. Hal itu sifatnya conditional. Maxud saya begini mas, semisal keluarga si gadis dari orang biasa ato dari orang menengah ke atas ato ke atas lagi ^-^, yaa mas-nya tinggal menyesuaikan aja berapa uang yang mau dikasih ke keluarga si gadis biar pantas dan gak malu2in mas dan keluarga serta keluarga si gadis. Menikah khan ada kompromi biaya2 pernikahan antara kedua belah pihak mas. Saran saya, sebelum mas ngomong ke orangtua si gadis mengenai masalah uang, ada baeknya mas tanya ke si gadisnya dulu. Semisal si gadis dari orang beradalah, si ortu punya posisi di masyarakat, mas khan bisa cerita kemampuan mas segini-segini dan diambil jalan tengah. Saling berdiskusi berdua menjadikan mas lebih tau apakah si gadis seorang yang pengertian ato seorang yang mo enaknya dan mas juga sebagai lelaki, kalo memang serius dengan si gadis, yaa gak ada salahnya berkorban dikit. Saya yakin semisal ada jodoh dengan si gadis, jalan terbuka dan dimudahkan jalannya oleh Yang Kuasa, mas-nya yakin aja…
Saya sedikit bercerita mas tentang pengalaman pribadi. Dulu semasa pacaran dengan suami, saya juga sempet bingung bilang ke dia masalah uang nikah, sedangkan saya tau bapaknya sudah lama pensiun. Untungnya Tuhan menggerakkan hatinya nanya sendiri ke saya masalah uang nikah bagaimana dan untungnya lagi untuk gambaran dianya menikah dengan saya, dia tanyakan berapa kakak ipar saya ngasih ketika menikahi kakak perempuan saya. Waktu itu saya bilang, “kakak ipar saya ngasih 50 jt”, dia terus terang kaget sekali. Dari diskusi itu saya bilang ke dia bahwa saya dan orangtua saya gak matok dia harus ngasih berapa utk uang nikahnya tapi dengan terus terang saya bilang ke dia semisal dia ngasih 500rb ato 1jt buat biaya nikah kita nantinya, justru saya yang bingung bilang ke ortu karena jaraknya jauh sekali dengan jumlah uang dari kakak ipar saya. Di tengah kebingungan saya dan dia, akhirnya karena niat kita berdua “sama2 mo nikah dan emang da jodoh mas”, yaaa dikasih jalan ma Tuhan. Akhirnya dia dapet beasiswa “pertukaran mahasiswa” ke Nagoya, Jepang. Sempet kita pisah 1 taon, di Jepang dia baito2 (kerja part time). Karena mata uang Jepang lebih tinggi dari Indonesia, lumayan bisa ngumpulin uang 20 jt untuk biaya nikah. Di situ saya jadi terharu dibuatnya. Dia cuma pesan ke saya “Tolong tunggu saya 1 taon”. Karena saya liat dia setulus hati memperjuangkan saya, saya jadi percaya tuk menunggu dirinya 1 taon. Sepulang dari Jepang, sampai dia menyelesaikan skripsinya yang tertunda dan menunggu dia berkerja, sayapun menunggunya seiring saya menyelesaikan studi. Dengan NIAT yang SAMA dan TUJUAN yang SAMA kitapun menikah. Begitu mas ceritanya…^-^ ini cuma untuk menambah wacana berfikir mas aja koq, selebihnya keputusan ada di tangan mas sendiri.
July 1, 2009 at 6:36 am |
Hiiii… Palembang …. Numpang Mampir… Lam Kenal.
Baca tulisan moe, jadi inget kisah perjalan hidupkoe dulu di sono.. tapi kayaknya sekarang Jembatan Ampera dikalahin lagi panjangnya ama SUramadu yach… but no problem… Jingok-jingok sudare jauh di sekitar akar rumput yach & torehkan jejakmoe disana…. thanks
August 7, 2009 at 4:51 pm |
Slm kenal Mbak. Melihat comment diatas memang rata-rata benar. Berhubung saya tipikal orang yang tinggal berpindah2 dibanyak tempat (mengikuti ortu dimutasi sana sini). Bagaimanapun juga, saya simpatik dengan orang sumatra pada umumnya karena meskipun terlihat kasar dan blak2an, tapi terkesan fair, jadinya kita2 antar teman tidak ada musuh dalam selimut. Berbeda waktu saya tinggal di pulau jawa beberapa tahun (jatim 2 th, solo 1 th, bandung 3 th). Menurut pengalaman, teman-teman di pulau jawa (dari timur sampai barat) kadang perilaku sulit ditebak karena lain dimulut lain di hati. Pengalaman konflik dengan teman paling banyak di bandung. Karena perilaku sebagian teman-teman yang kata orang bilang, manis dimulut lain di hati. Dan saya tipikal orang yang bersikap terbuka. Koq jadinya curhat ea??
January 14, 2010 at 5:50 am |
lam kenal juga…maaf kalau dibalesnya baru sekarang.
Dengan banyaknya tempat yang mbak kunjungan, tak hanya sebentar tapi stay lama membuat mbak lebih terbuka ngeliat segala sesuatunya. mbak bisa tau kurang lebih dari suku jawa, sunda, maupun palembang. Saya gak memungkiri inilah salah satu sikap yang menonjol dari suku jawa, sunda, dan palembang seperti yang mbak sebutkan di atas.
February 13, 2011 at 10:07 am |
se7 sis,,, org sunda tu sirikan,,, ga bisa liat tetangga seneng sedikit
February 16, 2011 at 8:05 am
wahhh kayaknya si mbak ada pengalaman gak enak niee ama orang sundaa…tapi seandainyaaa dirikuu jadi orang sunda ato jawa ato palembang…aq gak bakal sirik koq sama mbak…apalagi kalo bisa tetanggaan sama mbak lhooo-smile-
August 8, 2009 at 4:00 pm |
pilat ne kmu.ngatoi wng palembang?
kapak glo geg km
January 14, 2010 at 5:44 am |
sabar thoo yoo mass…uwong2 yang di bloq ini cuma berpendapat sesuai pengalaman yang mereka alami. kakak dak usah marah2 yooo…orang sabar paling cakep sedunia^-^
March 22, 2013 at 4:10 am |
ini Ali bukan palembang,…
orang palembang kalau ngomong full palembang, tidak menyebut kata “kamu” namun “kau”
April 23, 2013 at 8:17 pm
Biasanya begitu mas Ali,kalo di palembang memang manggil orang dg sebutan kau jadi terkesan kasar yaa tapi gak juga dingg tergantung alunannya hee2…
August 10, 2009 at 8:39 am |
Mb,aq ni pny tmen palembang..
item nk matilah mb..ya Allah..
Sengigik wonk’y..nyengir b gwe’y..waras dk ee kiro2..??
January 14, 2010 at 5:40 am |
huss…walou temenmu rai-nyo item, ciptaan Allah jugo hee2…
kalo sengigikannyo samo nyegirnyo ado rewangnyo, yoo maseh waraslah hee2….
sori yee baru baless, lamo nian dak muka imel.
September 21, 2009 at 7:03 pm |
salam kenal ayuk elfrieda,
nama saya mahen,saya orang minang dan saya berniat menikahi wanita yg saya cintai yg berasal dari palembang.
Mgkin ayuk tau kl antara minang dan palembang pnya adat yg bertolak belakang, satu matriakat satu patriakat.
ini jd masalah gt dlm proses meresmikan hubungan kami ke pelaminan gt yuk,dr pihak saya maunya pihak wanita yg datang melamar bgitu juga sebaliknya. Hal itu sudah saya usahakan gmn solusinya dan akhirnya didapat solusi pertama2 kluarga wanita dl yg dtg tapi judulnya dlm rangka silaturahmi bukan melamar,jd nanti stlh itu br kluarga saya yg ke palembang tuk melamar..n masalah ini saya anggap selesai.
Masalah kedua adalah masalah uang yg sprti ayuk critakan di tulisan ayuk diatas,saya jg ngalamin hal itu. Saya sampai berdiskusi dgn bapak pihak wanita brp standar nya dan dia blg 50juta…hhh gede amat..tapi kmudian bapaknya blg kl buat saya gk harus sbsar itu n dicapai kesepakatan plg gk saya menyediain dana sktr 15juta saja dgn catatan pestanya cm akan sederhana saja. Saya ampe minjam duit gt krn saya gk pnya tabungan sebesar itu n saya jg gk mau nunggu lagi n skrg duitnya dh terkumpul.
Nah masalahnya adalah saya gk brani menceritakan hal ini ke ortu saya, krn saya kawatir kl saya critakan yg ada malah mreka jd tidak menyetujui pernikahan ini.Mnurut mreka kl org palembang minta dibayar kita sbg org minang jg bs sprti itu,apalagi saya jg ada darah pariaman nya, tapi ortu saya gk berniat mensaratkan itu dlm pernikahan kami.takutnya kl mreka tahu mreka jd mensaratkan hal ini jadinya…kl saya gk menceritakannya brarti saya juga musti mewanti2 pihak wanita tuk merahasiakan atau gk mengumbar kl saya sudah membayar sejumlah uang gt..tapi klpun gt saya takut ada salah satu dr kluarga besar pihak wanita yang ember mulutnya dan sampai jg akhirnya ke telinga kluarga saya ntr,, yg pastinya akan menjadi masalah..
lagi2 masalah adat…saya bingung apa saya gk usah crita aja ya..tapi kl gk crita apa artinya saya gk berterus terang gt ya yuk..saya bingung n saya gk tau musti gmn…saya jg gk mau niat saya ini tidak berjalan alias gagal…
saya harap ayuk bs sharing pengalamannya tuk pencerahan bagi saya.
Kalau bs jg reply-annya ayuk tolong jg disent ke email saya.(mahen_tamagochi@yahoo.co.uk)
Atas advicenya saya ucapkan terima kasih sebelumnya.
January 18, 2010 at 3:15 pm |
Sudah 3 bulan berlalu, saya baru membaca sharing mas di bloq saya “Sekilas Tentang Palembang”. Saya mohon maaf karena baru sekarang bisa buka bloqnya. Ketika dulu anda sharing pastinya sangat butuh sekali jawaban dari saya, sekali lagi saya mohon maaf gak bisa bantu saran saat itu. Mungkin sekarang mas udah nikah sama gadis Palembangnya. Saya ucapkan Semoga berbahagia….
Ketika saya baca cerita mas ngingetin saya sama seorang sobat semasa kuliah di Jogja dulu. Sobatku itu sebut saja namanya K asli Padang Panjang, sedangkan cowoknya waktu itu sebut saja namanya In asli Padang Pariaman. Mereka berdua udah lama pacaran dan berniat menikah. Ternyata urusan menikah gak segampang ketika pacaran. Membawa dua keluarga dengan prinsip yang berbeda kalo tak betul-betul mau menurunkan egonya masing2, bisa-bisa bikin si anak yang udah menjalin hubungan lama kandas di tengah jalan. Dulu kupikir karena K dan In berasal dari kota yang sama yaitu sama2 Padang semuanya akan lancar2 aja. Ternyata takdir berkata laen. Di keluarga K berprinsip bahwa pihak cowoklah yang seharusnya melamar, sedangkan keluarga In berpendapat bahwa keluarga K-lah yang harus datang melamar dengan membawa mas kawin uang sejumlah 50 jt karena ibu-nya In merasa mereka dari keluarga terpandang. Tentu aja hal ini gak mungkin bagi Ika karena dia dari keluarga yang biasa2 aja.
Rencananya waktu itu In berencana diam2 memberikan uang itu ke K tapi tak mungkin juga karena In yang seorang PNS Lipi gak akan pernah bisa ngumpulin uang 50 juta. Karena menemui jalan buntu karena ibunya in gak mau menurunkan jumlah uang yang diminta ditambah lagi si In gak bisa bertindak sebagai seorang cowok, akhirnya pertengkaranpun terjadi sampai pada kandasnya hubungan mereka yang sudah terjalin lama. Waktu itu K bertanya padaku apakah ini dikatakan “Gak Jodoh??” Kupikir Jodoh itu haruslah diupayakan, berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan jalan kompromi antara kedua belah pihak, tentunya ini gak terlepas dari peran kita masing2 yang sedang menjalin hubungan untuk meyakinkan keluarga masing2. Masing2 dari kita menjelaskan kondisi pasangan seperti apa kepada keluarga kita dan berusaha meyakinkan agar kedua belah pihak mau sama2 menurukan egonya masing2 demi kebahagiaan anak2 mereka. Bila segala upaya telah dilakukan, perlulah kiranya berdoa mohon dimudahkan segala urusan. Kalaulah masih menemukan jalan buntu, barulah saya pikir “Takdir” alias “Gak Jodoh”.
Ketika itu saya tanyakan ke K apakah dia sudah berusaha keras meyakinkan keluarganya. Jawabnya, “keluarga gak masalah kalo memang harus datang melamar dengan mas kawinnya tetap dari In”. Dari cerita K, ternyata dari In-nya tak ada sedikitpun untuk memperjuangkan hubungan yang telah lama terajut di depan orangtuanya, In lebih takut pada ibunya dan tak berani untuk ngomong kondisi keluarga Ika seperti apa apalagi harus meyakinkan ibunya. Apa yang ibunya bilang, In-pun akan menurutinya. Itulah yang menjadikan alasan K harus memutuskan Inok. Mau sampai kapanpun hubungan itu terjalin tak akan ada hasilnya kalo sikap In seperti itu, itu hanya buang2 waktu aja.
Waktu itu, K bertanya padaku apakah keputusannya putus dengan In sudah benar?? saat itu saya gak jawab itu benar ato salah tapi saya hanya menjawab,” seandainya saya di posisi kamu, saya akan bertanya pada diriku sendiri apakah pasanganku patut saya pertahankan ato tidak di hadapan keluargaku di atas kekhawatiran keluargaku terhadap pasanganku. Bila kuyakin dengan keputusanku maka kuakan berusaha untuk meyakinkan keluargaku untuk menerima pasanganku dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Seandainya saya telah berusaha semaksimal mungkin, ternyata pasanganku tak dapat melakukan hal yang sama maka aq akan berusaha mensupport pasanganku untuk berani melakukan hal yang sama seperti diriku. Bila pasanganku mengatakan “tak bisa”, hidup adalah sebuah pilihan, walau sakit akan lebih baik hubungan ini diakhiri karena tak ada gunanya diteruskan, hanya pada akhirnya menambah sakit hati.
Kukatakan pada K, kalaulah sudah menikah apakah In bisa memperjuangkan dirinya bila ibunya datang “tak suka padanya” apalagi kalau semisal K harus tinggal dengan keluarga mertua yang menganggap remeh dirinya, siapa yang akan membela dirinya nanti. Gak ada yang salah dengan “menyayangi orangtua dan nurut apa kata orangtua” tapi ada satu waktu dimana orangtua kita salah dan kita perlu meluruskan.
April 30, 2013 at 4:51 pm
Kak, tapi kalau difikir fikir palembang tu sekutu jawa jugalah. Malah plat BG di sumatera barat sudah semakin sedikit. Malah yang banyak BM, BA(jelas), BB. Ntah karena minang matrikiat jadiny wong kito galo agak kurang suka sama urang awak? Hehe
October 3, 2009 at 5:55 am |
namaku titin mba orang jawa timur tapi bukan madura jawa tulen… aq punya pacar orang palembang. orangnya setia abess n jujur se jujurjujurnya, dan perhatiaannya itu siip dah … meski dia itu ngomongnya blak2 an and kenceng klo ngomong. Kadang ga enak juga ma temen… saudara. soale ga bisa sedikit basa basi. Kadang aku jengkel juga dia suka sekali ngumpat maaf “indukna ato indukmu niku” (bisa tolong kasih tau artinya sama saya) aku ngga ngerti artinya apa.. cuma yang aku tau itu umpatan. tapi lama kelamaan dia klo ngomong ga begitukeras karena mungkin harus biasakan diri dengan aku dan keluarga ku, juga teman2 nya di jawa (tapi sedikit aja, banyakan tetep kenceng seperti biasannya). terus dia juga agak malas. . . so aku sependapat sama niku mbak. tergantung orangnya. . . dan tergantung lingkungannya. oia mba bisa bantu saya belajar bahasa komering??
kalo ga keberatan.
January 14, 2010 at 5:30 am |
waduhh neng klo itu mah aku ndak ngerti artine soale itu bahasa daerahnya apalagi ngajarin kamu bahasa komering asli tempat pacarmu. Kalo aku asline Palembang, nah di palembang itu ada 8 kabupaten dan letakknya jauh-jauh beda sama kabupatennya di jawa yang jaraknya deket2. paling deket sihh kabupatennya OKI (Ogan Komering Ilir). Kalo di Palembang, beda kabupaten beda bahasanya non, tapi setiap kabupaten pasti bisa bahasa Palembang…beda ma jawa, bahasanya tetep jawa.
November 11, 2009 at 2:38 am |
mb.. saya mw tanya kira2 apa saja permasalahan atau konflik pasangan suami istri etnis jawa palembang,, yg menyebbkan etnosntris.. saya sedang meneliti ttg itu
dibalas di email saya ya,, mksh
January 14, 2010 at 5:19 am |
Sebenarnya masalahnya cuma di budayanya aja mbak dessy. Ketika sebelum menikah, yaa masih menjalin hubungan gitu, sempat suami saya dulu di wanti2 sama neneknya untuk tidak menikah dengan orang sumatera karena biasanya suka mendominasi dan mas kawinnya mahal. Dan sempat juga mamanya berasa aneh ketika saya menolak pendapat cowok saya. Di keluarga Jawa lebih menekankan pada “angga ungguh”, ketika orangtua ato suami bicara cukup dengarkan saja. Karena keluarga pihak suami sudah tau pribadi saya yang apa adanya, mereka tidak serta merta sebel tapi justru jadi variasi sikap diamnya keluarga suami. Setelah menikahpun, apalagi pernah 6 bulan tinggal dengan keluarga suami tentu banyak hal yang beda dan bisa menimbulkan konflik antar suami istri karena omongan dari pihak keluarga suami yang bisa mempengaruhi pikirannya. Tapi untungnya kita berdua suami istri selalu menekankan keterbukaan dan ikut kepada kebenaran, bukan kepada budaya jawa maupun palembang jadi semuanya bisa dilalui dengan baik-baik saja. Pesan saya sihh, ketika sudah menikah, bersama pasangan kita, kita tentukan kebijakan keluarga kita sendiri beserta prinsip2 hidupnya sehingga keluarga kita tak mudah pecah dan sebagai pasangan suami istri tak mudah ribut atawa berantem hanya gara2 omongan orang baik internal maupun eksternal.
December 12, 2009 at 6:32 am |
mbak saya mau tanya, kenapa yah orang palembang kebanyakan sakitnya di kejiwaan alias stres, apa pola pikir orang palembang adalah suka memakai pikiran sendiri dan sudah menerima pendapat orang lain?
January 14, 2010 at 4:55 am |
hee2…lucu sekali pertanyaan mas-nya…kalaupun mas bilang kebanyakan orang Palembang stress, itu sifatnya kasuistik ( per kasus). Kan belom ada hasil penelitian secara ilmiah maupun empiris bos kalo orang Palembang banyak terserang penyakit kejiwaan alias stress. Menyangkut pola pikir orang Palembang suka make pikirannya sendiri dan sukar menerima pendapat orang lain mungkin ada benarnya, umumnya orang Sumatera begitu. Semua sikap2 ini kan bisa berubah dan bukan harga mati, seiring perjalanan waktu dan pengalaman hidup masing2 individunya…Begituu mas…
January 4, 2010 at 9:23 am |
Salamualaikum
Saya beberapa kali bergaul dengan orang palembang, hati2 berteman dengan orang palembang karena orangnya panasan dan bisa menyakitkan banget ke hati kita kalo lagi ada salah paham.
Kebetulan ustad liqa saya orang palembang dan dia mengakui sikap keras orang palembang tapi dia sendiri sangat lemah lembut.
Saya pribadi ga mau lagi berurusan atau berkawan sama orang palembang kalo ga terpaksa2 banget mah cukup sama ustad saya aja gituh karena takut sakit hati… Wallau ‘alam
Wasalamualaikum
January 14, 2010 at 3:55 am |
Assalamu`alaikum mas Jamal…
Sebagai orang Palembang, saya mengakui adanya sikap keras dan mudah panasan pada diri orang Palembang umumnya. yaa ini kembali lagi pada masing-masing individu juga dan bagaimana didikan di keluarga yang bersangkutan. kalo di keluarga saya sendiri sihh selalu diajarkan tuk mengambil mana hal2 baik dari suku sendiri maupun dari suku yang lain karena bagi saya dan keluarga masing2 suku memiliki kurang lebihnya sendiri2. Tak bijak juga mas Jamal jadi antipati terhadap orang Palembang karena takut sakit hati. Kehidupan memang diwarnai dengan dua hal, rasa sakit hati dan suka cita. Dengan memahami dua hal itu, kita gak akan pernah merasa takut tuk berhadapan dan berteman dengan siapapun. Oke mas Jamal, moga tak lagi takut sakit hati bila berhubungan dengan orang Palembang ^-^
January 16, 2010 at 5:46 am |
seneng nian biso ketemu blog ini..
)
apapun itu sbg wong palembang, daku bangga nian mbak..
hehhehee
cantek cantek..hihihi
January 18, 2010 at 3:03 pm |
denger awak ngomong bahaso Palembang jadi pengen nak balek kampung.
Salam persahabatn yaa…
January 22, 2010 at 9:58 am |
Mau tanya ni ,
Cowok palembang tuu wataknya kyk gmn sih ??
Cenderung keras yaa .
Trus klo pacaran sama cewek jawa kasian dong , kan org jawa lemah lembut .
Minta comment nya bout sifat cowok palembang yaaa .
Thxs .
February 10, 2010 at 1:09 am |
Saya bilang di sini umumnya lhoo…Biasanya cowok ato cewek dari daerah Sumatera apakah itu Padang, Medan, Palembang, dstr umumnya wataknya keras. Itu menurut saya lhoo, takutnya ada yang marah ^-^. Biasanya kalo si ceweknya dari Jawa, kadang suka gak kuat dengan watak cowoknya, akan lebih tahan kalo cowoknya yang asli Jawa.
Yang saya tau, cowok Palembang itu wataknya emang keras, tinggal si ceweknya pinter-pinter ngambil hatinya karena pada dasarnya cowok Palembang punya hati yang baik dan apa adanya jadi kesannya kurang basa basi alias gak romantis. Sayang sih sayang sama orang yang dicintainya tapi yaa ituu tadi susah mengungkapkannya dengan kata-kata “aku sayang kamu, apalagi ngasih coklat ato bunga”, paling perhatiannya dalam bentuk laen dan karena pembawannya yang tegas dan keras jadinya gak keliatan kalo dia perhatian. Sekali lagi itu menurut saya lhoo…
March 24, 2010 at 8:24 am |
mbak aq mo tanya neh.
aq suku sunda aq punya pacar orang palembang ogan komering ulu itu kampung ayah nya dan kampung ibunya batu raja. cowo lahir dipalembang tapi besar di cilegon,jakarta dan bandung sifat dy baik banget,dy ga pernah marah dy juga selalu ngalah.cuma ada kekurangannya dy suka pamer harta dy juga lebih mentingin keluarganya dan teman2nya dibandingin aq.sebernya aq bisa ngertiin dy.yang jadi masalahnya keluarga aq anti banget orang palembang.katanya mereka kasar suka maen tangan dan orang palembang lebih mementingkan keluarga.sebernya aq percaya tergantung individunya tpi agak ngeri jg seh klo denger2 kata orang klo orang palembang jahat.aq bingung harus percaya ortu aq.sblmnya aq nyakinin ke ortu aq klo ga semua orang palembang begitu tpi nyata nya orang tuaku tetep tidak setuju.
tolong ba aq minta sarannya bagaimana aq mengatasi masalah ni karna aq sangat mencintai cowo aq.
terimakasih atas waktunya
April 7, 2010 at 5:44 pm |
Sori non br diblsnya skrg. Sebenernya sih setiap orang punya karakternya masing-masing, bukan masalah sukunya Sunda atawa Palembang. Ada yang emang bakatnya kasar dan suka maen tangan walo dia sukunya Sunda sekalipun. Cuma emang orang awam ato kadangkala orangtua qt berfikirnya cara awam berdasarkan kontruksi sosial di masyarakat/ keumuman di masyarakat, misalnya orang Sunda, perempuannya Suka Dandan (Sunda,red) dan ga setia; orang Palembang kalo ngomong suka kenceng2 kayak mo berantem dsb. yaa walopun umumnya begitu, bukan bearti seperti itu juga, kan semua balik ke individunya.
Saranku sih…kamu pastiin apakah cowomu termasuk cowo umumnya seperti yang dibilang ortumu bahwa orang Palembang suka kasar dan maen tangan. Semisal selama perjalanan hubungan kamu dengannya, kamu gak ngeliat gelagat sifat jelek dari cowomu seperti yang dibilang ortumu, yaa kamu berusahalah ngeyakini ortumu biar mereka gak perlu kuatir. Kamu juga harus maklum dimana2 ortu pengen yang terbaik bagi anaknya. Perlu dipikirin juga bahwa hubungan pacaran berbeda dengan ketika gt sudah menikah. Kadang ketika masih pacaran, semuanya terlihat begitu indah, pasangan qt begitu baiknya dan perhatian. Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya semua dipastikan apakah sifat baik dari cowo qt bener2 tulus ato cuma pura2. Walopun qt cinta ma cowo qt, qt juga harus berfikir secara jernih apakah cowo itu memang pantas qt pertahankan di hadapan ortu qt ato tidak. Jangan sampe cinta qt membabi buta dan membuat qt menyesal memilihnya.
Ada sebuah cerita, mungkin bisa membuka cakrawala berfikir qt. Dulu ketika masih pacaran dengan suami, mama saya sempet berfikir kalo2 anaknya yang menikah dengan orang Jawa bakal hidupnya susah soalnya katanya orang Jawa suka pelit, apa2 diitung. Waktu itu saya berusaha meyakini mama saya bahwa pacar saya bukan seorang yang pelit malah sebaliknya termasuk tipe cowo yang royal dan saya juga cek and ricek semua tanggapan positif dan negatif mengenai orang Jawa umumnya dari keluarga dan temen. Setelah saya pastikan semua bahwa ketakutan2 mereka terhadap pilihan saya gak bisa dipertanggungjawabkan makanya saya berani mempertahankan cinta saya.
April 11, 2010 at 11:15 am |
asslamualikum …
terimakasih atas pencerahan ayuk ,,, saya mau menambahkan sedikit tentang stereotype negatif kesukuan ini berdasarkan pengalaman saya yang masih saya jalani ni …
saya orang palembang tapi saya lahir dan besar di tangerang ,,,
saya punya pacar orang tangerang bapaknya orang betawi ibunya orang sunda tangerang asli ,,, saya sering menanyakan dengan orang lain tentang karakter keturunan pacar saya ,,, banyak yang bilang kalo orang betawi tuh suka mengatur dan sunda tuh matre dan suka dandan ,,,
dan cwe saya juga menilai orang palembang katanya rata” galak dan keras adatnya …
tapi saya dan cwe saya mengambil positif aja dari semua penilaian itu ,,,
cwe saya memang suka mengatur tapi yang saya rasakan dia mengatur saya adalah supaya menjadi orang yang lebih baik dan saya sangat senang dan menerimanya dengan ikhlas karena ngaturnya itu demi kebaikan diri saya sendiri agar menjadi lebih baik …
cwe saya juga matre tapi bagi saya matrenya cwe saya yang sunda ini masih dalam tahap wajar dan cwe saya ini juga pengertian banget kok orangnya … dia juga masih mau patungan kalo nonton kalo saya lagi gak megang duit …
kalo suka dandan bagi saya itu sih bagus banget karena kalo kita ketemu cwe kita lagi keadaan bau atau dekil kan kita juga jadi agak gimana gtu ,,, itulah yang saya suka dari cwe saya ini yang keturunan sunda-betawi …
dan cwe saya juga pengertian ke saya ,,,
dia juga dapat menerima karakter saya yang kadang agak keras ,,,
tapi kalo kata dia walaupun saya agak galak tapi galaknya bener dan lebih bersifat membimbing ,, itu kata cwe saya, secara saya lebih tua dari cwe saya … dan dia bilang saya tuh orang nya terbuka dan blak”an dan jujur kalo ngomong gak basa basi … (^^)
ternyata cwe saya yang keturunan sunda-betawi ini mengambil positifnya dari stereotype orang palembang yang rata” negatif ,,, dan sayapun sebaliknya juga mengambil stereotype positif dari betawi-sunda ini …
makanya itu bagi saya dan cwe saya setiap suku punya kelebihan dan kekurangannya masing” tergantung kitanya . mau mengambil positifnya atau lebih mengambil negatifnya dan makin membuat hubungan terpuruk karna kita selalu mengambil stereotype negatif dari suatu suku pasangan kita …
maaf kalo saya agak sok tua yu’ hihihiiiii ……… ^^
tapi inilah yang saya alamin biar kita gak selalu mengambil negatifnya stereotype kesukuan yang malah membuat kita menjadi manusia yang penuh prasangka …
April 13, 2010 at 5:09 pm |
Wa`alaikumsalam juga sesamo wong Palembang…
Seneng nian denger kak borry ngomong mak ini…tenang bae ndak bakalan aq sebut kak borry tuu sok teu, wong emang bener koq apo yang diomongin kakak bahwa jangan prasangko buruk dulu, kan semuanya balik ke individunya masing2. Sebenernya sih klo yang namonyo sifat, bawaan ato kebiasaan semisal masih taraf wajar dan sesuai porsinyo serta dak berlebihan, aq raso dak ado masalah ditambah yang pasangan biso terimo… its okelah…sekali lagi mokaseh jugo fren da ngenjok pencerahan jugo.
April 11, 2010 at 11:20 am |
dan stereotype orang sunda yang suka dandan buat saya harus dipertahankan karena itu sangat bagus dan bukanlah sesuatu hal yang negatif …
April 14, 2010 at 4:43 am |
Pengalaman dengan orang pale. mereka itu ngga ada yang bisa dijadiin temen sejati cuma temen seperjalan aja.
April 17, 2010 at 1:21 am |
Wahh…sepertinya dirimu pernah mengalami hal yang tak mengenakkan dengan orang Palembang tapi tak bijak juga lhoo kalo kamu mengeneralisasikan semuanya. Setiap suku pastilah ada kurang lebihnya, ada yang menganggap kekurangan itu secara wajar dan kalo dipikirin positif pasti ada sisi baik dari kekurangannya itu.
Contoh gampangnya begini…ada orang yang bilang, umumnya orang Sun-da itu alias Suka Dandan. Suka Dandan kalo diartikan secara lugas yaa gpp juga dandan biar enak diliatnya tapi kalo diartikan secara lebih filosofisnya yaa orang Sunda kebanyakan mentingin gaya agar orang ngeliatnya “Wahh” padahal kenyataannya tak seperti gayanya itu. Tinggal kitanya mengartikannya seperti apa. Seorang teman mengatakan streotipe orang Sunda alias alias Suka Dandan dan Matre tak masalah dipertahankan asalkan itu sifatnya wajar.
Ada juga yang bilang, sifat orang Betawi umunya ada kemiripan dengan orang Sumatera yaitu kalo ngomong suka kenceng seperti mo berantem dan juga suka ngatur. Seorang temanpun mengatakan sterotipe ini tak masalah juga dipertahankan asalkan masih wajar dan sesuai porsinya, mengatur untuk kebaikan dan tau kapan yang tepat adalah sifat seorang pemimpin.
Dibandingkan dengan orang Jawa, umumnya orang Jawa lebih “Ramah” kepada siapapun walaupun orang yang dikenalnya baru, berbeda dengan orang Palembang bisa dikatakan “Agak Susah Menerima” sebuah pertemanan yang sifatnya “Baru”, yaa butuh waktulah untuk buka hati. Makanya ada muncul pendapat bahwa “Orang Palembang ga bisa dijadiin teman sejati cuma temen seperjalanan aja” seperti yang dirimu katakan.
Dulu aq sempet tanya ke suamiku yang notabene orang Jawa “kenapa dia gak cari perempuan Jawa aja yang umumnya penurut dan bicaranya lembut ato orang Sunda yang manis2. Jawaban suamiku dulu adalah dia mencari orang yang bisa bicara blak-blakan, gak malu-malu dan apa adanya asalkan dengan cara yang baik kalo ngomong sehingga sebagai cowo mengerti apa maunya si cewe dan dia juga mengatakan kalo nikah sama yang Sunda bisa2 berat diongkos padahal gak seperti juga kaann di kenyataannya, semuanya kembali ke individunya masing2…
April 19, 2010 at 4:32 pm |
hallo semua kalo menurut pribadi saya seh semuanya sama saja
baik itu jawa ataupun sumatera
saya asli orang jawa tengah tepatnya solo (sukoharjo) yg tinggal di palembang
asalkan selama kita bisa menyesuikan diri di tempat orang lain bagi saya itu gak masalah. karena alhamdulillah saya pribadi bisa menyesuaikan diri, walo saya di panggil teman” saya sebutan jawo tp menurutku itu gak masalah.
teman” akrab saya komplit dari suku komring, meranjat, palembang asli, dan hanya saya sendiri orang jawa. dan alhamdulilah udah lebih 5 tahun kami berteman selalu akrab dan tidak ada masalah sekalipun, karena mereka” sangat setia. bila ada masalah mereka mau membantu.
itu semua berkat pembawaan diri kita, saya tinggal di daerah kertapati, dan bila menurut orang palembang sendiri bahwa daerah kertapati itu TEXAS nya palembang tapi menurutku tidak, kertapati ramah ramah koq.
terus kalo soal pemudanya yg keras, di mana saja sama saja, bedanya kalo orang palembang kalo ada masalah atau berkelahi pake pisau untuk menciderai musuhnya sedangkan kalo orang di jawa kebanyakan cuma bikin jera dengan memukulinya (jujur karena pengalaman tahun lalu cuma gara” di malam tahun baru saya jalan sama cewek saya di jawa dan pulanginya jam 11 saja saya udah di keroyok warga desanya sampai babak belur, padahal sama orang tuanya udah ijin tp pemuda”nya yg usil)
kalo masalah cewek palembang dan jawa yg pernah saya pribadi alami:
cewek saya orang palembang biarpun keras dan bila marah ngomong jorok terhadap saya tapi dia setia dan tidak pernah selingkuh sekalipun.
sedangkan cewek saya yg orang jawa walau dia lemah lembut tapi pinter selingkuh
jd ada kekurangan dan kelebihan
semua tergantung sama pribadi kita masing masing yg mau menjalaninya. kalau menghadapi orang keras yg semestinya kita lembutin dan mengalah aja.
anda pasti bisa menilainya sendiri yg terbaik buat anda semua
hehehe
just sharring
saya menikmati hidup sebagai wong kito di sini saya menumpang hidup dan di sini saya hidup (karena saya ingin jd wong kito asli)
April 21, 2010 at 3:17 am |
Selamat menjadi wong kito aseli ^-^ “peace”
April 21, 2010 at 3:51 am |
asalamualaikum mba,
sy teri 21th, sy punya pacar yg mudah2an nntinya bakal jd calon sy.
cwo sy asli palembang dan sy jawa.
sy bingung hrs gmn??
cowo sy udah beberapa kali bertemu lgs dgn bapa sy, tau dy dr palembang,,
kemarin kebetulan sy & dy 1 organisasi dan kebetulan dy sbg ketua organisasi tsb, sabtu kemarin ada acara, cowo sy ingin meminta ajin ke bapa, mlalui telpon bapa sy berbicara lgs & mengijinkan sy pergi, tapi anehnya 3 jm kemudian bapa mng-sms cowo sy lalu blg “dimohon dgn sgt teri tdk usah diajak dulu”.. sy bingung & sedih skali saat itu.
akhirnya sy mnuruti cowo sy untuk pulang kerumah , tdk jd ikut acara,
minggu pagi, bapa blg ke sy “jgn dket2 org palembang! jauhi!” sy tnya knp gg djwb, “apa karena org palembang kasar2??? dy gg kasar dn stiap pribadi org itu psti beda dgn aslnya drmnnya dy” sy mncoba membela dy.
bagaimana sikap yg hrs sy ambil???
apa emng mitos jawa palembang gg cocok/bagaimana???
trimakasih
April 22, 2010 at 4:23 am |
wa`alaikumsalam nona manis…
Sedari dulu memang ada mitos Jawa-Palembang gak cocok apalagi kalo yang asli Jawa ada di fihak perempuan kadangkala suka ga kuat menghadapi karakter orang Palembang yang notabene ngomongnya to the point (ga basa-basi, apa adanya) di tambah intonasinya yang kenceng klo ngomong terkesan marah, mungkin klo si perempuan Jawa gak betul-betul mengerti pasangannya yang orang Palembang (umumnya Sumatera) bisa terjadi kesalahfahaman dan konflik. Bisa jadi perempuan Jawa bisa kuat menghadapi pasangannya tapi masih dipertanyakan apakah dia cukup kuat menghadapi keluarga dari calon pasangan. Jadi Teri perlu juga memikirkan segala kemungkinan yang terjadi semisal betul-betul ingin menjadi istri dari suami orang Palembang, karena hubungan pacaran tak sama dengan hubungan berumahtangga. Ketika pacaran cuma yang kita pikirkan adalah dirimu dan dirinya, ketika kamu merasa nyaman di dekatnya dan diapun sebaliknya, hubungan akan berjalan baik-baik aja. Berbeda kalo berumahtangga, kita nantinya harus bisa berinteraksi dengan keluarga calon pasangan dan bisa menerima perbedaan budaya yang ada. Saya pikir sihh, hal ini ga hanya menjadi pemikiran seorang perempuan Jawa yang ingin menikah dengan lelaki Palembang, mau menikah sesama sukupun tetap ada perbedaan dan ada gak cocoknya juga. Semuanya kembali kepada kedewasaan kita masing-masing dalam menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan. Saya bisa ngerti kekhawatiran bapaknya Teri cukup beralasan, yaa namanya aja orangtua ingin yang terbaik buat anaknya.
Setiap hubungan baik itu dengan sesama suku ato beda suku ada kurang lebihnya semua, tinggal kita bisa gak menerima konsekuensi dan kemungkkinan terburuk terjadi, karena dalam hidup berumahtangga harus didasari oleh kekuatan hati dan mental serta jangan ngebayangin yang enak2nya aja seperti pacaran. Dalam rumahtangga ada cobaan, bisa dari keluarga kita, bisa juga dari keluarga pasangan maupun dari dalam dirimu dan diri pasangan di mana ego, keinginan, dan harapan harus saling menyesuaikan, harus bisa memberi dan menerima. Ketika kita mau seriuspun dengan calon pasangan ketika kita masih pacaran tentu ada cobaannya juga seperti yang Teri alami sekarang. Saran saya, yakini bapak dengan kata-kata Teri yang bisa menggugah hatinya. Teri yang lebih tau sifat bapak seperti apa. Mungkin aja bapak ingin alasan yang jelas dari Teri kenapa menyukai pacar Teri sekarang dan Teri bisa kasih alasan yang bisa menghilangkan kekhawatiran bapak. Teri bisa diskusi dan sharing dengan bapak, dengan begitu Teri tau apa yang menjadi faktor bapak tiba2 menolak hubungan Teri padahal sebelumnya gak ada masalah. Semisal Teri mengalami kesulitan untuk ngomong dengan bapak, Teri bisa minta tolong ibu sebagai penyambung lidah. Saya pikir, segala sesuatu bisa dibicarakan dengan baik2 sama bapak. Berusahalah untuk mempertahankan calon pasangan Teri baik itu berasal dari sesama suku maupun dari berbeda suku dihadapan orangtua Teri kalo memang Teri betul-betul yakin pacar Teri patut diperjuangan.
May 4, 2010 at 4:21 am |
mba, tlg bls ya!!!
gmn baiknya
May 5, 2010 at 8:33 am |
wajar sihh…pacarmu takut ngeliat bapakmu yang belom apa2 da negesin kalo bapakmu gak suka sama pacarmu tapi menurut hematku kalo emang pacarmu betul2 gentle dan betul2 serius cintanya ma kamu, apapun halangan dalam hubunganmu akan pacarmu hadapi, yaa kamu supportlah…soalnya ada tipe cowo belom apa2, belom dicoba usaha maksimal maen takut dulu, ujung2nya mundur dan satu lagi emang ada tipe cowo yang berani ambil resiko, maju dulu, usaha dulu ngeyakini ortu pacar yang gak setuju karena alasan “suku”.
Saranku teri kasih semangat ke cowoknya jangan takut dulu, kasih tau ke cowoknya bahwa suka sama anak orang kan beda2 warnanya, ada yang langsung diterima dengan sukacita ama ortu pasangan dan ada yang harus berusaha dulu dan teri juga bantu cowoknya teri buat ngeyakini bapaknya teri.
May 4, 2010 at 4:28 am |
terimakasih mba atas solusi’y
tapi yg slalu dipertanyakan pacar sy kalo mau main keruma skr tuh “ada bapa gg diruma???”
pgn ngjak main tkut mnta izinnya takut gg dibolein lg
bgmn sy menanggapi ketakutan pacar sy itu mba???
May 25, 2010 at 3:47 pm |
ass wr wb
saya sangat tertarik dg comment2 diatas dan opini2 dr teman2, juga penjelasan mbak elfrida yg saya rasa cukup objektif.
Kebetulan tunangan saya org palembang dan rencananya kami akan menikah bulan oktober
nanti.proses pacaran kami cukup panjang dan rumit. Panjang krn hampir 3 tahun kami berpacaran long distances karena saya hrs menyelesaikan study saya di Paris. Dan rumitnya karena persamaan watak km yg keras.awal mula saya berpacarn dg dia terlihat dia sangat dominan dan mengatur aktifitas saya disana sampai2 sy beranggapan bahwa dia kurang mendukung saya dan merasa iri apabila sy lebih dr dia
saat th 2007 sy berlibur kejakarta dan bertemu dg dia sikap dia yg saya terima jauh dr ap yg saya harapkan mungkin bnr juga ada sisi kemunafikan dan suka mengatur yg sy temukan.tp lagi saya mengalah krn pengetahuan agamanya lbh dr saya dan kebetulan keluarga sy yg sunda asli sgt menyukai pribadinya yg soleh.setelah pergolakan bathin dan pertimbangan dr keluarga sy memutuskan untuk menerima dia mnjd suami sy. Walaupun km sempat putus sambung. Tp dia ttp setia menunggu sy dijakarta.lalu dibicarakanlah hal2 yg menyangkut pernikahan. Yang sy heran org tua dia bahkan dia melimpahkan urusan perkawinan kpd pihak perempuan dan pihak laki2 seolah mengintervensi untuk masalah2 tetek bengeknya. Tp untungnya org tua saya sgt generous untuk hal2 tsb.dan untuk masalah gaya dia rela pakai jam tgn kredit yg penting bermerk.dan maslah duit sangat perhitungan.
Tapi untungnya sya cukup tough dan enjoy, pengalaman sy diluar sudah membuat saya matang dlm menghadapi karakter org.
Jadi dalam kesempatan ini saya ingin sharing kpd teman2 bahwa sifat mengkotak2an orang dan sukuisme adalah awal kehancuran. Anggaplah itu perbedaan dan kita tutupi kekurangan dia. “Kesombongan adalah awal kehancuran” kata papa saya
merci
think posi+iv
May 26, 2010 at 3:40 am |
Terima kasih atas pencerahannya mbak wita. Belajar ke negri orang merupakan sebuah perjalanan hidup dalam mendewasakan diri kita, semakin kita belajar berbagai macam karakter orang. Goodluck yaa atas pernikahannya…
June 2, 2010 at 1:07 am |
Mbak efrida, aku org jawa nikah sm wong kito galo, tp rasanya baru kenal belum sebulan sudah dikumpulin keluarga besarnya, trus ditanyain, kapan nglamar bla, bla, bla, nikah, aku gelapepan ngadepin 20 org, akhirnya mutusin iya, walo baru sebulan kenal, ohya, masalah biaya nikah bujet 150 jt, awalnya bilang fifty2, akhirnya boro2 mau keluar duit mereka, keluar aja udah ngeluh2, ya jadilah aku keluarin 95 persen, sisanya mereka mrk buat sewa tenda pas akad. Tp pas ngasih makan ampun2an pelitnya, palagi mertua ngomongnya sombong sekali, padahal harusnya gak gitu sama org. Tau gak, pada saat pesta itu semua kerabat dari palembang diboyong abis, begitu selesai nikah, semua uang diembat maknya tanpa ngasih tau brp dptnya, minimal kasi tau dong, si a ngasih brp si b brp, buat balesin kelak, eh malah ngomong ke keponakannya, emang ini semua gratisan, ya listrik, air, makan, walau yg nginep kerabat palembangnya sendiri. Aneh kan, apa semua org plmbg pelit2, perhitungan bgt, kopet, udah gitu ngomong ga ada aturan, kebetulan rumah tangga kami berprahara, ya mudah2an segera bubar, krn mgkn kami memang enggak bisa nyatu ya, keras kepala n susat diatur, makanya sy males. Yang bikin pusing kl ada tagihan apapun, boro2 pas sy dikantor, nalangin dulu aja enggak mau, capeee deehhh, pelitnya. Tp yg sy heran sy punya sahabat palembang asli, baik bgt tuh, dan malah dia bilang andai km kenalin lebih perempuan itu pasti aku gak setuju bgt dia jd istri km, meski sekarang nasi dah jd bubur.
June 2, 2010 at 10:04 pm |
Salam kenal mas Adrian, suami saya orang Jawa juga lhoo tepatnya Semarang-Jogja…
Kalo saya boleh kasih pendapat nie mas…biasanya dimana2 yang namanya orangtua umumnya lhoo gak pengen ngeliat anak gadisnya pacaran lama2 apalagi kalo si prianya da kerja soale takut kebablasan dan kalo diliat per kasus ada juga sihh orangtua gak pengen anaknya cepet2 nikah malah fine2 aja kalo anaknya pacaran, bisa jadi si orangtua gadis ngeliat anak gadisnya masih terlalu kecil belom matang betul buat berumahtangga, boleh jadi si gadis masih sekolah takut mengganggu studi, dan kemungkinan aja si orangtua gadis kurang setuju dengan pilihan anaknya ato macem2 alasan laennya.
Sebenernya ketika mas baru kenal sebulan sama calon istri terus keluarga besarnya calon istri dikumpulin buat nanyain kapan mas ngelamar bukan masuk bagian adat Palembang mas…cuma ada sebagian orangtua berfikir kalo sang pria udah dikenalin ama anak gadisnya berarti da mo serius makanya kadang kalo selagi pacaran gak semua pria mau dikenalin ato bertemu langsung dengan orangtua si gadis, takutnya ditanyain soal nikah apalagi kalo si pria cuma berfikir mo pacaran dulu ato belom kepikiran mo nikah.
Yang jadi permasalahan di awal adalah “kenapa mas dengan mudahnya bilang iya ketika ditanya soal kapan mo ngelamar”. Disini saya gak bisa menyalahkan mas Adrian juga karena saya tau budaya Jawani “suka gak keenakan kalo ada pertanyaan memojokkan rasanya seperti ditohok”. Yang saya sesalkan adalah mas bilang “iya mau ngelamar bukan dari hati mas Adrian sendiri tapi karena paksaan dari lingkungan”. Waktu itu mas bisa jawab seperti ini kalo memang belom siap,”Terus terang saya sangat serius berpacaran dengan anak gadis bapak dan memang berencana menikah tapi saya mengenal si A baru sebulan dan saya ingin mengenal si A lebih lanjut sekitar 2-3 bulan, itu juga dengan seizin bapak kalo boleh. Adapun tentang menikah saya gak bisa memutuskan sekarang karena hal itu butuh persiapan dan butuh dipikirkan matang2, mohon maaf kiranya.” Mungkin kalo mas gak langsung meng-iyakan dan cek n ricek dulu bagaimana tipe calon istri dan keluarganya karena ketika menikah, gak hanya si gadis yang kita nikahi tapi keluarganya. Kira2 kekurangan si gadis dan keluarga bisa kita tolerir barulah kita siap untuk masuk menjadi anggota keluarga calon istri. Mungkin tragedi ini gak bakal terjadi dalam hidup mas Adrian…
Karena sudah terlanjur, mas harus tetep semangat, gak boleh patah semangat. Ayooo mas udah berkorban berjuta2 uang untuk mendapatkan si gadis, sekarang mas mau melepaskannya begitu aja, apa gak sayang…Ayooo mas harus berfikir jernih dalam menyelesaikan prahara rumahtangga mas…mas menikah dan membangun rumah tangga dengan istri, lihatlah istri mas…jangan sampe kelakuan orangtuanya mengurangi rasa cinta mas terhadap istri yang mas nikahi. Yang penting disini adalah istri mas gak seperti kelakuan orangtuanya seperti gak ada aturan kalo ngomong, kopet, pelit dan perhitungan. Saran saya sihh, ada baiknya mas Adrian tinggal memisah dengan orangtua dan mertua agar bisa leluasa mengatur kehidupan rumahtangga sendiri bersama istri. Sebaik2 orangtua ato mertua tetep akan lebih baik tinggal pisah jadi gak banyak omongan dan pengaruh sana sini dari orang ketiga. Tarohlah istri mas Adrian semisal kelakuannya mirip orangtuanya yang kopet, gak ada aturan kalo ngomong, pelit, dan perhitungan, kalo tinggal memisah walau harus mengontrak ato nge-kost cuma satu kotak sekalipun menjadikan mas lebih mudah ngasih tau istri kalo sifat itu gak baik, yaa dikomunikasiinlah dengan baik dan santun sama istri dan tugas mas adalah mendidik istri kalo dia salah. Harus diingat “Mas sekarang adalah Kepala Rumah Tangga, Seorang Nakhoda yang mengarahkan istri ketika salah”. Ayoooo…mas Adrian jangan berfikir “cerai”, seorang lelaki hanya bisa disebut “Pria Sejati” kalo dia bisa memperjuangkan pernikahannya dan bisa menyelamatkan rumahtangganya dari jurang kehancuran.
Disini harus saya garisbawahi masalah sifat seperti pelit, kopet, gak ada aturan kalo ngomong, dan perhitungan dan ada hubungannya dengan suku Palembang, itu kembali lagi ke individunya mas Adrian. Goodluck yaa…saya doakan untuk kebaikan rumahtangga mas Adrian…
June 3, 2010 at 4:36 am |
dear mbak elrieda :
thank atas tanggapan dan masukannya…
pada saat setelah menikah kebetulan kami sudah hidup sendiri dan terpisah baik dari ortu saya maupun mertua…
ortu saya sama sekali tidak turut campur baik pada saat saya mutusin nikah (meski buru2 n dalam kondisi yang “ditembak”) cos waktu itu saya minta jeda tp mereka menolak untuk nikah tahun depan dan harus tahun ini. Ortu dan keluarga saya cuman dalam posisi, ya terserah kamu aja, toh kamu yang jalanin….
kalo dari keluarga istri dari awal sudah memaksa untuk tinggal bersama mereka, walau saya udah ada rumah pribadi.
Meski istri hampir seminggu 2-3x berkunjung ke rumah ortu, fyi mbak : mertua perempuan tidak akur sama sekali dengan kakak ipar yang seluruhnya perempuan… bahkan mereka bermusuhan mungkin karena sikap n sifat mertua yang ingin mendominasi dan sering turut campur. Makanya pas setelah lamaran / tunangan saya baru tau sifat2 asli keluarga istri n istri juga (tp berhubung tanggal pernikahan sudah ditentukan 2 bulan kemudian plus biaya2 saya sudah ditodong untuk melunasi) maka saya gak berpikir untuk mengakhiri pertunangan meski kata sahabat palembang saya, bisa aja lo akhiri pertunangan kamu…. (tp sahabat palembang saya tahunya pada saat saya kirim undangan)….
Sifat istri saya yang suka marah2 gak jelas yang membuat saya agak kecewa dan disaat itu pernah keceplosan bahwa ibunya hanya suka sama saya karena profesi saya cukup menjanjikan (di perusahaan multinasional papan atas) serta berkendaraan pribadi. kebetulan istri saya langsung ngomong begitu pada saat mau membagi undangan, dan bilang bahwa kl kamu cuman naek bus pasti kamu sudah ditolak mama. Saya kaget tp sudah agak menduga bahwa kata2 itu akhirnya terucap. Akhirnya jadi nikah juga…. Pada saat nikah ada insiden yaitu diusirnya keluarga saya khususnya yang pria oleh mertua dari panggung untuk mengantar mempelai pelaminan, hal itu membuat keluarga saya yang pria sangat kecewa dan langsung memberi penilaian jahat kepada mertua. Mengenai sifat istri saya, yang mbak bilang mungkin gak niru ortu penilaian mbak mungkin agak keliru karena sedikit banyak meniru ortunya. Dan yang setiap kali bertengkar justru istrilah yang minta gugat cerai dan sampai saat 3x dia minta cerai , baru saya berpikir mungkin dia bukan jodoh sejati saya…. saat ini saya hanya bisa menunggu waktu untuk kalo misalnya harus berpisah… buat saya sekarang no problem mbak, nothing to loose… Ohya mbak saat dia mengadu ke keluarganya ttg masalah keluarganya tau gak tanggapan mereka : MEREKA LANGSUNG BILANG BAHWA ISTRI BERHAK ATAS 50% HARTA SUAMI JIKA BERCERAI, SEPERTI YANG ISTRI SAYA BILANG ATAS SARAN KELUARGA ISTRI. Padahal setelah menikah belum ada harta gono gini , semua harta dan tabungan saya peroleh dari hasil keringat sendiri sebelum menikah… saya cuman gak habis pikir… gitu mbak, terus terang agak stereotype…
June 3, 2010 at 6:06 pm |
Maafkan saya lhoo mas kalo saya keliru menilai istri mas sebelumnya. Seumpama sifat dan kelakuan istri mas sama jeleknya dengan mertua dan kayaknya susah diperbaiki daripada nambah2 pusing kepala dicerai-in aja istrinya ^-^. Gak ada untungnya juga mas Adrian berlama2 berumahtangga dengan istri kalo gak tentram dan nyaman hatinya, lagipula niat istri dan keluarganya dari awal emang udah mo “ngerampok” mas Adrian. Pantesan aja keluarga istri ngeburu buat nikahin anak gadisnya karena mas Adrian dianggap “harta karun”. Sebenernya kalo boleh jujur, dulu pas masih tunangan mas Adrian masih punya waktu untuk mundur tapi sayangnya mas nggak ngelakuin hal itu. Yaa saya maklum sihh…pastinya mas Adrian punya pertimbangan laen saat itu.
Kejadian mas Adrian mirip kejadian kakak laki2 saya. Ceritanya dia sempet pacaranlah sama orang Sekayu (salah satu nama kabupaten di Palembang), yaa bukan dari orang Palembang aslinya, sekitar 2 bulanan. Berhubung umur kakak saya udah kepala tiga memang sudah tuntutannya harus menikah, yaa tentunya kakak saya gak mau berlama2 pacaran. Masalahnya adalah si cewe tau kakak saya punya ini itu jadi saya sempet berfikir mungkin aja si cewe betul2 mencintai kakak saya, kemungkinan yang laen bisa jadi si cewe “matre”. Waktu itu mama saya sih setuju2 aja dengan pilihan kakak saya tapi mama pengen ngeliat dulu si cewenya kayak gimana. Ketika si cewe ketemu ama mama saya, mama sempet menanyakan “apakah si cewe serius dengan anaknya”. Jawaban si cewe,”yaa dijalanin aja buu.” Ternyata jawaban sicewe dianggap mama saya “gak serius”, jangan2 kalo ada yang lebih baik lagi dari anaknya pastilah si cewe meninggalkan anaknya. Walau mama da kasih saran, tetep kakak saya mo nikahi tuu cewe. Waktu itu kakak saya sempet bilang ke pacarnya kalo dianya bisa ngasih 40-50 juta buat nikah tapi inginnya “bersih” jadi gak ada macem2nya lagi. Yaa dasarnya si cewe matre dan mau enaknya, si cewe malah jawab,”untuk acara di rumahnya nanti minta lagi sekian juta,” padahal seharusnya si cewe jawab,”yaa nanti kita pikirin lagi sama2 Kak.” Berhubung kakak saya ngeliat niee cewe gelagatnya mo “meloroti” dan mau enaknya akhirnya kakak mau dengerin saran mama. Sejak itu kakak saya nggak mau lagi berhubungan dengan si cewe itu alias gagal menikah. yaa sampai usianya 34 taon, kakak saya masih harus mencari “cinta sejatinya” yang tulus padanya.
Mengenai nanti seumpama mas jadi cerai dengan istri, saran saya mas harus tegas, jangan mau “dikuliti” ama istri dan keluarganya. Jangan mau disuruh ngasih 50% dari harta mas. Thoo semua harta yang dimiliki mas Adrian dari jerih payah mas, gak ada sumbangsih istri jadi istri gak berhak dapet bagian apalagi istri belom ngasih anak. Kayaknya semisal mas mo cerai-pun, akan dipersulit dari pihak istri tapi mas harus “berani”, gak usah takut. Biar mas bisa lebih yakin dan jelas, mas bisa tanya ke KUA dan kantor catatan sipil mengenai masalah perceraian dan segala macem tentang pembagian harta dan sejenisnya.
Okee mass…goodluck dalam menyelesaikan masalahnya, tetep semangat dan dengan kepala dingin…Semoga setelah urusan mas dengan istri selesai, mas bisa menemukan cinta sejati yang mas Adrian cari.
June 12, 2010 at 4:58 am |
Thanks mbak, benarnya aku dah pengen balesin mbak, tp berhubung byk kerjaan makanya pas lg libur mbak, sy juga ikut seneng kakak mbak gak jd memutuskan nikah sama org yg cuman mentingin materi aja, kl dah begini ya gpp mbak meski lewat 30 lum merit drpd dibawah 30 dah merit tp gak bahagia (kyk aku hehe), apalagi cowok ini mbak, ohya mbak kyknya istri n kel berasal dr lahat sih gak pals asli gitu, .ohya mbak skrg hub sm istri masih ttp kyk gitu, pastinya dia masih suka jelek2in suami dibelakangku, . Ttg harta mbak bener jg, boro kontribusi ada mbak, ngeluarin uang buat makan brg aja gak mau hehe, sekali kali mengeluarkan uang buat iuran rt aja gak mau hehe, iyalah mbak kyknya kel mereka kl ma org susah or miskin pasti menghina hina. Gak tulus jg, kyk dah minta maaf sama aku, eh diblkgku malah omong, liat aja skrg aku nyerah tp liat aja tar adri pasti bersimpuh didpn kakiku dan akan kutusk tepat ditengah jantung adri, parah kan mbak, makanya sekrg semoga segera berakhir, dan ketemu cinta sejatiku ya mbak
June 13, 2010 at 8:31 am |
Sebenernya bukan masalah di sukunya mas…mo dari suku mana aja sihh ada dua semua mas, yang baik yaa adaaa, yang jahat juga adaaa…yaa saya juga minta maaf lhoo mas terlalu mencampuri urusan keluarga mas. Saya kemaren2 ngasih saran dengan membayangkan kalau saya di posisi mas Adrian sihh…sekali lagi saya minta maaf lhoo. Pokoknya saya dan temen2 mas yang laen cuma sekadar ngasih pendapat menurut pemikiran kita masing-masing, selebihnya keputusan ada di tangan mas sendiri, mau jalan mana yang mas pilih. Buatlah hidup mas Adrian se-nyaman mungkin biar enak ke depannya…Goodluck yaa…
June 25, 2010 at 8:29 am |
heii mbakk..:))
numpang cerita yaa..
Aku cewe jawa. Selama 1.5 taon aku pacaran ma wong palembang. Emang sii, dia anaknya tu keras, suka banggain harta ortu dan suka ngatur.. Tapi aku masi ngehargain dia, karena dia selalu setia dan ngejagain aku banget, makanya sampe sekarang pun aku masi sayang bner ma dia. Selama 1.5 taon berpacaran,,sempet kami putus-nyambung putus-nyambung,,itu gara2 kami long distance mbak. Jadi dari 1.5 tain itu, cuma 6 blan kami bisa tinggal 1 kota,,setelah selesae kuliah dia blik k palembang, dan kami pun jalanin LDR. Kami selalu ber-sms dan telepon setiap hari. Walopun skedar menceritakan kegiatan kami sehari2 ato bercanda.
Sampe suatu hari, dia bilang kalo dia pengen menjemput dan ngajak aku ke palembang,buat dikenalin ma keluarganya secara langsung. Dia bilang dia menikah dengan aku. Tapi aku menolak untuk di ajak kesana sebelum ada ikatan resmi {menikah). Jujur mbak, aku beralasan seperti itu karena ortu aku gag ngrestuin aku pacaran sma orang palembang. Soalnya menurut mereka, orang palembang itu keras dan mau menang sendiri, selain itu ortu aku pengen aku menikah dengan orang yg dekat(satu kota) saja. Aku bingung mbak, di satu sisi, aku bener2 gak bisa pisah dari cowo aku, tapi di sisi laen, aku gak ingin nyakitin hati ortu. Tapi aku blom pernah bilang alasan ‘kesukuan’ tadi sama cowo aku, aku takut dia tersinggung.
Setelah berapa lama kami diskusikan masalah kami, cowo aku mutusin aku dengan alasan, dia gag dapetin kejelasan hubungan kami. Aku sedih mbak, tapi aku gag bisa nglakuin apa2. Sekedar info, kami jadian Desember 2008, dan dia mutusin aku beberapa hari terakhir ini.
Mohon saran nya..
Terima kasi sebelumnya mbak
June 26, 2010 at 5:35 am |
haii juga sayang…
Sifat manusia itu ada positifnya dan ada negatifnya, tergantung juga bagaimana kita melihatnya. Sebenernya sifat keras dan suka ngatur kalo dipandang jelek sihh bisa, tapi semisal seseorang itu “keras” karena dia menganggap itu benar dan dia suka ngatur untuk hal2 yang baik sihh, gak ada salahnya juga. yaa tergantung penempatannya aja.
Emang sihh ga enak ngejalani hubungan tanpa restu ortu karena ujung2nya kalo kita mo serius, yaa tetep harus ngomong ke ortu. Terlanjur cinta ama pacar, ternyata dimentahin ortu bikin hubungan qt putus di tengah jalan dan bikin patah hati di kemudian hari.
Menurut hematku sihh, ortu gak setuju dg hub mba mitta karena alasan orang Palembang itu keras dan mau menang sendiri. Sebenernya cuma alasan klise aja. Alasan yang terpenting adalah ortu emang gak pengen mba mitta jauh2 dari mereka. Apalg di liat ortu emang si cowo setelah nikah ama mba mitta gelagatnya emang mo netep di Palembang, otomatis mereka kuatirlah ama anak perempuannya yang jauh dirantau, apa bahagia ato nggak.
Sekarang, saran saya klo emang gak ada kemungkinan ortu setuju dengan hub mba mitta dg pacar, apalg mba mitta sudah diputusin ama pacar. Ada baiknya mba belajar “melupakan” hubungan sebelumnya, mulailah hub yang baru dengan org yang mba sukai tapi juga direstui oleh ortu. Semisal berasal dari luar Jawa, ada baiknya dikompromi-in dengan pasangan apakah nantinya mau tinggal di pulau Jawa aja klo sudah menikah nantinya.
Mba mitta gak usah merasa sakit hati diputusi pacar karena pd dasarnya sang pacar merasa mba mitta keliatan gak serius dengannya padahal dia sudah serius mau menikahi mba. Siapa sihh…yang mau hubungannya terkatung-kantung.
oke mba gitu dulu yaa saran dari saya
June 29, 2010 at 12:32 am |
Hi mbak elfireida, pa kabar? Semoga baik2 aja ya, ohya masalah kami semakin melebar, skrg mudah2an hub kami benar2 berakhir, sudah cukup lama mememndam perasaan ini mbak, terakhir istri menuduh sy tkg santet, alasannya beberapa hari lalu kata dia, tubuhnya mengeluarkan paku, jarum, silet (katanya sih), pertama ngaku kalo ada org iseng, terakhir sy malah dituduh. Padahal tiap hari dia pulang malam, pergi2 jg tanpa pamit. Minggu depan, kami sekeluarga mau mengembalikan ke keluarganya, dia jg nantangin, tp anehnya dibelakang sy, nulis2 kalo dia cinta bgt sm saya, bisa menerima kekurangan2 saya, prettt, dia cuman cari simpati aja. Ohya kl org baik beneran pernah ga nulis : aku akan berbagi kebaikan buat orang lain. Trus aku wanita suci tp mendapatkan pria brengsek. Hmmm, kyknya semua perasaan dah hilang ohya mbak dia memaki org2 dekat saya, sehingga mereka ga berani untuk berteman lagi, bahkan pembantu yg udah ikut keluarga kami 3 th (jauh seblum istri ada) mau dipecatnya dgn alasan tidak baikn, padahal sekeluarga kami dah menganggap mbak yg ikut itu spt kel sendiri, n selama ini jujur dan gak byk cakap, mohon tanggapannya
June 29, 2010 at 2:08 am |
Hai juga mas Adrian…moga mas Adrian juga selalu baek2 aja…Berhubung mas Adrian meminta tanggapan saya mengenai masalah mas dg istri, sebagai temen saya minta maaf lhoo kalo jadinya terlalu mencampuri…
Sedari dulu sihh…saya punya semboyan dalam hidup, ketika menjalin hubungan dengan seseorang haruslah bikin diri saya sendiri nyaman. Kalaulah cinta sama istri ato suami kalo gak bikin kita nyaman di hati, bikin hati tertekan terus dan gak jadi diri sendiri, berantem terus gak ada ujungnya, udah gitu da beda visi dan misi dalam memandang hidup. Kalau saya ditanya sihh,”mending ke laut aja ^-^.” tapi sebelum semua yang kita bangun bersama istri ato suami di buang jauh2, yaa harus berjuang semaksimal mungkin dulu mas untuk ngasih tau, beri nasehat, diskusi dari hati ke hati tentang maunya hati masing2 bagaimana, kelanjutan hubungan ini maunya seperti apa dll.
Bila semuanya sudah dilakukan sama mas Adrian udah maksimal dan memang istri tipenya emang ga bisa diajak omong baik2 dan di tanya baik2 mengenai kenapa dia (si istri) pulang suka malem2 dan pergi tanpa pamit, apa ada yang disebelin bla…bla…yaa saling omonglah mas layaknya suami istri ngomong, mendiskusikan masalah, tanya ganjalannya selama ini apa karena kadangkala antara suami istri suka ada kesalahfahaman yang berlarut-larut, dipendam terus dalam hati dalam jangka waktu lama dan “meledak” dalam satu waktu yang menimbulkan rasa tidak suka berlebihan dan semakin menjadi-jadi, sebel-sebel di hati dengan cara/perlakuan suami ke istri ato istri ke suami yang hanya dipendam aja, nggak dikomunikasiin ke pasangan menyebabkan masalahnya tambah melebar karena dibumbui omongan2 yang kurang enak, yaa orang yang namanya lagi sebel (ada yang dikeselin) suka ngomong sembarangan, ketus, dan gak enak didenger maksudnya adalah bisa ngasih tau pasangan secara gak langsung, “aku ini lg sebel/marah ma kamu.” ato yaa cari perhatian gituuu mas…khan mas Adrian yang ngerti tipe istri mas kayak apa, apa orangnya “to the point” ato emang rada diem jadi sbg suami harus bs peka dg perasaan istri dan sebaliknya istri ke suami^-^
Seandainya semua usaha udah dilakukan oleh mas Adrian. Yaaa daripada semuanya tambah melebar dan berlarut2, gak ada salahnya mas kembaliin istri mas dengan cara baik2 ke keluarganya dengan kata2 yang baik pula sama seperti awal kali mas melamar istri dengan cara baik2 ke keluarganya. Dengan begitu semua gak ada dendam ato sakit hati.
Mengenai kata istri,”dia ingin berbagi kebaikan dg orang lain.” Orang lain disini bisa diartikan mas Adrian ato orang yang betul2 “orang lain”. Kebaikan disini bisa diartikan membantu orang ato berbagi suka-duka. Ketika istri mas bilang,” dia istri baik2 dapet suami brengsek”. bisa diartikan bahwa istri mas selama ini sudah baik ke mas Adrian tapi mas Adrian malah menyakiti dirinya ato brengsek bs diartikan mas “mungkin” dilihat istri ato dirasa istri “ada maen” dg wanita laen dan hal ini gak diomongin istri ke mas….Nah, untuk masalah ini saya gak mau menerka2 ini-itu mas…
Untuk terakhir kalinya saya cuma bisa bilang,” kalau memang harus berpisah, yaa berpisahlah dengan cara baik2…saya sebagai teman akan selalu mendukung apapun putusan mas Adrian karena mas Adrian lebih tau apa yang mas rasakan sepanjang perjalanan berumah tangga dengan istri mas…Saya mendoakan yang terbaik buat mas Adrian…
June 29, 2010 at 8:44 am |
Salam Kenal Mba Elfrieda.. saya senang sekali bisa baca tulisan dan komen2 disini, khususnya ttg wong palembnag ini..
atauorang jawa yang penurut dan ulet, tapi boros ada juga yang pernah meneliti. orang palembang pun yaa sama punya karakter khasnya.
saya juga berencana menikah dengan orang palembang,lahir dipalembang, tapi besar di tanah sunda.namun, sifat palembangnya memang tetap ada. keras, to the point, tapi setia dan penyayang.dia pekerja keras, ambisinya besar, namun selalu memotivasi orang lain juga untuk sukses.
oh iya, saya orang sunda tulen.
membaca tulisan2 ini memeberikan saya lebih banyak gambaran tentang orang palembang..yang bisa saya simpulkan, bahwa setiap suku tidak bis adipungkiri memiliki karakter/watak yang khas, itu karena faktor ‘tanah’ dan lingkungan masyarakat yang menemani tumbuh kembangnya..karakter orang sunda yang lembut, namun sedikit pemalas, suka berdandan memang pernah dibuktikan loh lewat tesis..
Namun, yang saya yakini, karakter seseorang pada akhirnya, tidak hanya ditentukan oleh tanah kelahirannya, tapi banyak faktor juga yang akan mempengaruhi, bahakan mengubah watak aslinya.
faktor terbesar dan yang terpenting yang saya yakini, adalah faktor agama. mungkin ini terdengar seperti teori semata. tapi, pemikiran agama, khususnya islam yang saya dan calon suami saya anut, kami yakini sebagai tolak ukur setiap perilaku dan perbuatan.. kepribadia yang muncul, bukan lagi kepribadian suku..namunkepribadian islam.. watak asli suku yang positif menjadi wrna indah di dalamnya..
ini dibuktikan, oleh para shabat rasulullah saw yang berasal dari daerah beragam suku, namun mereka hidup saling harmoni..saling menyayangi karena persamaan aqidah.., tak lagi memandang suku, warna kulit dsb.. Bilal saja yang asalnya budak hitam, menjadi pribadi yang mulia dihadapan manusia bahakan di hadapan Allah..
Islam, atau pemikiran islam lah yang akan menjadikan setiap pribadi walau berbeda suku/bangsa mejadi pribadi yang mulia. berkpribadian, berakhlak mulia..
sehingga, jika masih memperdebatkan karakter suku, atau memilih memilah orang dari suku perlu dipertanyakan kita atau diri orang lain itu yang belum memahami benar keindahan perbedaan dalam islam..
walau pada kenyataannya ada karakter2 negatif, itu bisa jadi kasuistik, tanpa memandang suku/bangsa setiap orang pasti punya sisi negatif atau kekhilafan..sehingga tak bisa dijudgment/digeneralisasi suku ini mah kasar atu tidak dsb..,
so, mari kita menikmati perbedaan ini sebagai rahmat,,bukankah dihadapan Allah yang terbaik adalah yang paling tawqa? lagian, nanti diakhirat ga akan dibarisin berdasarkan suku/bangsa kan?
maka yukk, kita menjadi pribadi terbaik dihadapanNya..dengan memberikan warna indah dari masing2 suku asal kita,
ohiya, mohon doanya ya..mudah2an proses kami berdua dimudahkan..
^_^
June 29, 2010 at 11:11 am |
Salam kenal juga dg mba aisyah-nya…semoga proses pernikahannya dimudahkan dan gak kurang suatu apapun. Semoga nantinya menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah.
Sejujurnya saya senang sekali baca pencerahan dari mba Aisyah. Semoga setiap orang yang membacanya tercerahkan hatinya, gak lagi2 mempermasalahkan kesukuan, walaupun tak bisa dipungkiri setiap suku ada ciri khas wataknya tersendiri dan itu juga lagi2 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang membuat seseorang itu masih melekat dg watak asli sukunya ato malah berbeda dari watak aslinya.
Sebenernya gak usah pusing2 mikirin suku, sifat ato karakter seseorang berdasarkan rumus sosial karena kalo didasarkan pd rumusan sosial bisa berubah-ubah tergantung tempat tinggal seseorang dan banyak faktor, misalnya gini, sifat ato karakter ngomong orang Palembang dirasa sopan2nya aja bila lawannya orang Palembang juga ato budayanya ga beda jauhlah ma palembang dan dirasa gak sopan kalo lawannya orang Sunda. Yaa disinilah perlunya belajar “pemakluman” dg perbedaan budaya yang ada agar segala perbedaan yang ada jadi “rahmat” dan jadi hal yang dirasa “unix”.
Yang paling gampang sihh, patokannya Islam aja karena dimanapun kita berada, mau di kota manapun, daerah manapun, negara manapun, yaa hukum Islam tetaplah sama jadi sifat ato karakter yang jelek yang gak sesuai Islam yaa jangan dipake. Dalam berumah tanggapun yaa landasannya Islam aja jadi antara suami dan istri yang berbeda sukupun dapat sama-sama merubah sifat/karakter dari suku masing-masing yang terbawa ke watak kita.
Sebenernya ketika sudah berumahtangga, nantinya sifat2 antara suami istri saling “menularkan”, bisa dikatakan saling “menyesuaikan” tanpa merubah jati diri masing-masing pasangan. Tak ada tuntutan jadi seseorang yang berbeda tapi “menyesuaikan” agar ketemu jalan “kompromi” dan akan lebih enak kalo berdua antara suami istri tau pengamalan Islam itu seperti apa dalam berumahtangga. Bagaimana istri bertingkahlaku terhadap suami, bagaimana suami memperlakukan istri secara benar dll.
okee mba Aisya…sekali lagi makasih lhoo atas pencerahannya…
July 9, 2010 at 1:00 am |
Salam kenal. .menurud saya,emang semua itu tergantung pribadinya.tapi secara umum gambaran orang PLG emang seperti itu.dibutuhkan kesabaran n pemahaman yg tggi untk mencari ketentraman hdup
July 17, 2010 at 1:12 am |
saya setuju bangetttt…dibutuhkan kesabaran dan pemahaman yang tinggi dalam memahami segala sesuatunya agar hidup qt terasa lebih tentram.
July 25, 2010 at 4:19 pm |
kebanyakan yg saya baca kalo fihak perempuan orang jawa dan fihak laki2 nya orang palembang pasti tdk cocok tp kalo menurut saya tdk juga justru malah cocok….. karna kalo cowoknya keras tp bs diredam dengan kata2 cewek jawa yg lembut pasti amarahnya redam itu pengalaman saya sih cowok ku org palembang asli dan aku asli jawa….. emg sih rasa cemburunya besar dan rasa ketidak percayaanya sering ada kalo qt sedang pergi sama temen2, yg penting saya bersifat sabar didepannya dia ga jadi marah……. ada enaknya sih pacaran sama orang palembang tuh bener2 bisa menjaga ceweknya yg dianggap miliknya dengan bener2 dijaga dan perhatiann banget…. ketimbang pacaran sesama jawa orangnya suka ngatur dan diem2 mengahayutkan, kalo pacaran dengan org palembang hrs bersikap sabar dan saya sering meredam emosinya jika dia marah dgn orang lain tp dia sering nurutin apa kata saya…. jadi kesimpulannya orang palembang kalo dpt orang jawa cocok , karena harus ada yg meredam jika amarahnya timbul…jika sama2 keras… wah repot, dan alhamdulliah setiap masalah yg timbul pasti bs qt selesaikan dengan kelembutan tutur bahasa saya ke dia kadang2 kalo dia marah kadang2 saya diemin aja karna kalo qt sama2 marah malah ga selesai2 dan biasanya amarahnya lagsng meredam cuma itu saja sih rahasiannya dan ujung ujungnya dia pasti senyum dan bilang dia ga mau kehilangan saya dan minta maaf………… itu hanya pendapat saya dari pengalaman saya aja………yg penting jangan sama2 egois aja…. salah satu hrs lembut dan satunya pemarah,kalo sama2 lembut juga ga baik…. dan kalo sama2 suka marah ga baik juga….. bener ga………hehehehehe……
July 29, 2010 at 5:44 am |
iyaaa sihh kadang yang namanya sifat ato karakter tergantung orangnya masing2, gak bisa dipukul rata apalagi sukuisme yang jadi patokan, gak bijak buangettt kan…. Yang penting seperti yang mbak deasy bilang, yaa pinter2 ngatur sikaplah. Bila pasangan qt lg emosi, yaa qt harus kudu sabar. Kalo pasangan lg keras hati, yaa qt kudu lembut biar imbang. kalo gak gitu hancurlahh dunia hee2…yaa mungkin ituu yang dibilang saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya
July 26, 2010 at 11:47 am |
hie mba slm knal ya…
sya qiqi..
sya mu tanya..
sya asli orng jakarta dn sya berpcran dngan orng plembang apah kah kita co2k ya mba…
kta nya orng plembang suka ber istri 2 ya trus ska main tanggan klo udah ber istri..
apah btul mba!
kmu berdua udh spkat bgt untuk menjenjang prnikahan..
tpi sya jdi tkut…
bls ya mba,,
July 29, 2010 at 6:17 am |
salam kenal juga mba cika…lucuu dee pertanyaannya…yaa Jangan terlalu ditakuti gituu, ntar malah kejadian lhoo^-^
yaa ituu mahh balik2 ke karakter calon suaminya mba cika. Mbanya yang lebih tau kira2 calon suami mbak cika ada potensi gak suka maen tangan ato berencana poligami^-^
Papa saya tuu org palembang asli, tapi yaa gak pernah tuu maen tangan ma istri ato berpikir pny istri lg sampe beliau meninggal. jadi tugas mba cek en ricek dulu-lah sebelum meneruskan ke jenjang pernikahan. kan pengennya menikah sekali seumur hidup.
Kata orang sihh org Jakarta (org betawi) yaa cocok2 aja ama org Palembang soalnya dari segi bahasa dan nada2nya klo ngomong sama2 kenceng^-^ tapii yaa ituu tadi, mbanya klo sepakat untuk melangkah ke jenjang pernikahan, yaa harus dipastikan semuanya agar apa yang mba khawatirkan nggak sampe menimpa mba.
Dulu sekali sebelum menikah dg suami, saya liat mimik muka suami rada serius, yaa bisa dikatakan ada garis kerasnya. Sempet dulu ketika pacaran, saya berfikir jangan2 dia seorang yang temperamental sdgkan saya paling anti dengan cowok temperamental. Dulu sihh pas pacaran dg suami, saya suka ngomong ceplas ceplos, bawaan lahirnya begitu, saya asli Palembang, suami asli Semarang-Jogja. Kadang pas pacaran, saya suka bikin ulah yang buat dia marah, maxudnya mo ngcek aja apa dia seorang temperamental, kan qt bisa tau karakternya pas qt diskusi, beda pendapat, ato ada masalah selama pacaran, bisa juga karena ada kejadian apa seiring qt menjalin hubungan. Dari situ qt bisa tau calon qt orang yang seperti apa dalam menyikapi masalah dan bagaimana perhatiannya ke qt, jangan sampe setelah menikah hal2 yang baik selama pacaran sirna. Harusnya setelah menikah justru tambah baik dan perhatian.
Berhubung mo niat serius nikah, suatu kali saya bilang ke dia bahwa saya paling gak suka cowok maen tangan, kalo kejadian ntar saya bakal keluarin jurus pamungkas soale saya gini2 ikutan beladiri sabuk hitam. Kontan aja calon suami saya saat itu ketawa2 aja dan bilang,” sapa juga yang mo mukul kamu, wong aq niat nikahin km buat dijadiin istri, buat disayang, bukan buat digebukin.”
Sempet juga buat jaga2 saya bilang ke dia bahwa walopun poligami dihalalkan tapi sbg perempuan, saya gak suka dipoligami. Kadang qt suka diskusi tentang poligami dan topik lainnya, dari situ saya jadi tau pandangan, visi dn misi calon suami. Ketika niat mo nikah, segala hal yang qt takutkan perlu juga di jelaskan ke calon biar qt lebih tenang. Hubungan yang baik adalah yang saling melengkapi dan menenangkan. Setiap kali qt gundah karena suatu hal, tentu sebagai pria yang baik, dia akan memberikan jawaban yang menenangkan pasangannya begitupun sebaliknya.
oke mba cika selamat merajut hubungan yang lebih serius lagi…semoga Allah meridhoi keinginan kalian melangkah ke jenjang pernikahan
July 28, 2010 at 6:03 pm |
salam kenal,,
saya tertarik sekali membaca comment2 diatas mengenai orang palembang. saya sekarang sedang tertarik dengan seorang gadis palembang. kami adalah rekan kerja. beberapa karakter tentang orang palembang yg sudah mbak tulis sebelumnya diatas memang ada benarnya. keras dan suka mengatur itu betul, dan bukan masalah bagi saya karena sudah mulai paham dan terbiasa dg karakter tsb. sebagai rekan kerja, kami dan rekan2 kerja yang lain tinggal 1 atap dalam sebuah mess karyawan dimana kami makan, tidur, dan bekerja di tempat yang sama dan selalu bersama 24 jam. saya ingin meminta pendapat mbak ttg apa yg harus saya lakukan untuk bisa mengenal lebih jauh gadis tsb, karena saya sebelumnya membaca tulisan diatas bahwa salah satu dari karakter orang palembang adalah tidak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal (meskipun kami sudah tinggal 1 atap selama 1 tahun lebih). mungkin kalo mbak pernah baca buku Personality Plus, saya bisa golongkan dia dalam golongan orang yg bersifat pleghmatis, artinya orang tsb damai, tidak terlalu antusias dalam berbagai hal, pasif, susah membuat keputusan yg pasti. dia jg pendiam dan lugu. sayapun juga orangnya bisa dibilang sebagai pendiam meskipun dalam beberapa momen saya berusaha bisa jadi mood maker di antara rekan kerja saya. saya selalu susah untuk menemukan topik pembicaraan apa (diluar masalah kerja tentunya) yang sekiranya bisa membuat dia tertarik untuk membahasnya karena selalu saya mendapat jawaban yang terlalu singkat darinya. jadilah saya speechless atau berbasa basi nggak penting kalo sudah ada kesempatan ngobrol sama dia. apakah ini termasuk salah satu karakter orang palembang yg mbak katakan sebelumnya bahwa mereka tidak mudah akrab dengan orang baru? menurut mbak, saya harus mulai dari mana untuk bisa mendekati gadis tsb sampai bisa buka hati seperti kata mbak?
July 29, 2010 at 6:54 am |
Umumnya sifat orang Palembang salah satunya tak mudah akrab dengan orang baru, bukan karena sombong tapi lebih mengutamakan kehati-hatian. Tapiii klo da kenal deket, bisa keluar aslinya,” rame betul klo da ngomong.” Emang sihh…nggak se-welcome orang Jawa pd umumnya.
Kadang kala klo da masuk dunia kerja, suka ngomong yang penting2 dn sesuai kebutuhan aja, yaa seputar masalah kerja. Makanya kata orang cari jodoh pas setelah kerja rada susah tapi mas-nya tenang aja, ituu hanya sekadar opini publik^-^. Sebenernya mas-nya itu byk kesempatan lhoo untuk bisa deketin gadis itu, sebagai rkan kera dan tinggal 1 atap jadi tau persis karaktersi gadis.
Saran saya sihh…mas harus lebih nyantee dan jangan terkesan formal klo ngomong sama si gadis, sedikit lebih aktif-lah. cari topik yang nyante yang sifatnya masih standar, jangan langsung tanya hal2 yang pribadi. Mulailah dari bertemen dulu dn bersahabat, jangan terburu2 tapi bukan hubungan yang kaku lhoo. yaa klo mas-nya pendiem, si gadis pendiem gak ketemu donnk.
Biar mas-nya ngerti, saya cuma kasih ide lhoo mana tau bisa cocok dengan mas Andi.
Mas Andi perhatiin si gadis berangkat ke kantor jam berapa, pura2nya mas tiba2 bisa nge-pas berangkatnya ma si gadis. Yaa masnya bs negor dengan santai, ” Hai Nik (misalnya namanya nunik),biasa berangkat jam segini yaa, bareng yuuk.” Sambil jalan mas bisa cerita hal2 yang santai dan lebih apa adanya, misalnya gini,” Nik, kadang aq tuu bingung ngomong ma km, abis km pendiem buanget, aq pendiem, lha km juga pendiem, jadi kayak kuburan betul.” masnya bisa mulai dg topik yang laen misalnya berita yang lg trend “tabung gas meledak dimana” ato seputar masalah kerja yang sifatya santai. Gaya bercerita mas-nya juga jangan kaku, harus dibawa santai dan apa adanya kayak ngomong ma tmn deket jadi orang yang diajak ngomong juga terasa nyaman dan merasa mas adalah seorang tmn yang enak diajak bicara. Selanjutnya terserah mas…^-^
Goodluck yaa mass…
July 31, 2010 at 5:43 pm |
iya, makasih mbak atas suggest nya n sudah menyempatkan membalas. mbak ini seharusnya dapat award krn sudah banyak membantu perjodohan orang jawa-palembang
.
iya, mungkin ini masalah tipe cewek aja, bukan masalah dia dari palembang ato bukan. memang bener kata mbak klo cari jodoh setelah kerja agak2 susah. apalagi tinggal 1 mess dan 1 kantor yg kami selalu bersama 24 jam. saya udh tau jeleknya dia begitu jg sebaliknya. belum lagi aturan kantor yg ga memperbolehkan pacaran sesama staff.. wah rasanya jd ga bebas bergerak seakan2 dindingpun punya telinga hehe.. tp saya akan coba dlu. ngomong2 topik apa sih mbak yg sekarang lg hangat2nya dibicarain di palembang?
August 23, 2010 at 7:21 am |
Maaf lhoo baru dibales sekarang…kemaren2 saya baru ke Palembang jadi mencari warnet gampang2 susah^-^.
Wahh kalo ditanya topik apa yang lagi hangat2nya dibicarain di Palembang, saya juga gak ngerti mas tapi kalo mas mau mencari topik pembicaraaan dengan si cewe, yaa ada banyak mas semisal peledakan tabung gas elpiji dimana2, penculikan anak (kasus trafikking) yang lagi marak, kasus Indonesia-Malaysia dll…topik ini mungkin akan cocok dengan tipe cewe yang mas taksir
Goodluck yaa mass…
August 23, 2010 at 5:52 am |
yu ak mau tanya : pa org palembang ga suka dimadu?
August 23, 2010 at 7:10 am |
Pertanyaan mas Jamal lucu dee…Apa mas-nya berniat poligami poo?jadi sebelum menikah, sudah ada ancang-ancang mo poligami^-^…
Yaa dimana2 yang namanya perempuan umumnya gak suka dipoligami thoo mas, ga mesti itu perempuan Palembang atopun perempuan dari daerah laen walopun poligami sendiri sah2 aja buat pria dan gak dilarang agama.
Kalo mas Jamal ke Palembang, jarang sihh ditemukan suami punya istri lebih dari dua. yaa bisa disimpulkan perempuan Palembang gak suka dimadu^-^
August 23, 2010 at 8:39 am |
makasih yu jawabannya, ak mau nanya lagi : bagamana cara meredakan amarah wanita palembang? kalau lg marah seperti serius, tp besoknya baik lagi, gimana yah? ak jd bingung, lg marah ato lg menguji kesabaran ak aja?
October 3, 2010 at 7:19 am |
Sori, sori mas pertanyaannya baru dijawab skrg. yaaa lebih baik telat daripada nggak sama sekali. Ternyata pertanyaan mas di bloq saya terlewat dari mata saya, mohon maaf yaa.
yaa ketika cewe mas dirasa lagi marah, gak mungkin juga cengengesan, yaa pasti mukanya serius mas. Saran saya pas cewenya lg marah, yaa mas-nya jangan ikutan emosi. Ditanya baik2 ke cewenya, maunya apa, kurang apa mas sbg laki-laki. yaa tunjukkan kalo mas emang sayang ma dia. Sebenernya meredakan amarah wanita Palembang gampang koq “cukup mengerti apa maunya dia dan yakinkan dirinya” dijamin si dia gak bakalan marah lagi
August 30, 2010 at 4:58 pm |
Permisi,mau nimbrung Curhat nich Yuk.. Kulo tiang jawi aseli tiang jaler, punya pacar orang Plembang,beda usia 2thn (tua cewekku). Tp cak nyo dia minta alem pake nian… Apa betul cak itu yuk? Usianya 28thn, tapi yo cak tu la.. kagek aku khawatir idak pacak buat dia bahagia, katanya dia nak ikut ke jawa, tau sendirilah cak mano jawa hidupnya keras&susah.. Masalahnya juga dia juga cak budak kecik Yuk(ora njowo) kata kami.. Bingung pake’ nian jadinyo.. Padahal dia dah lama juga tinggal di TuguMulyo OKI(banyak orang2 jawa) tapi dia ga bisa menyesuaikan dengan kebiasaan dan pola hidup jawa.. Mohon Pencerahan Yuk Terimakasih banyak.. maaf kalo ada salah kata,dll yg kurang berkenan..
September 1, 2010 at 1:02 am |
Wahhh…la pakem nian ngomong bahasa palembang tuu^-^…Saran ayuk sih kalo memang betul2 pengen serius dengan pacar skrg, betul2 pengen jadiin istri di kemudian hari, semisal nggak nyaman dengan sifat cewenya, yaa cewenya diajarin terus untuk lebih dewasa dikit dengan cara baek2 soalnyo rumah tanggo kan banyak urusan, kalo sedikit2 ini-itu si cewenyo serba nggak bisa, pasti yang jadi suami “pening” jugo. Kan ado di satu sisi, si cewe manjo/ aleman tapi pas dihadapkan pada kondisi yang dio harus dewasa, si cewe biso berlaku dewasa. Nah, ayuk dak tau tipe cewenya gmn. Kan kalo yang tipe ini enak bisa menyesuaikan kondisi yang ado.
Selaen itu, cari cewe yang bisa diajak susah jadi ketika dapet kesenangan ato kesusahan, istri bisa jadi tempat berbagi. Kan pengennyo rumah tanggo yang langgeng. Tarohlah dapet cewe dari keluargo wong berada, nggak pernah susahlah, tapi hal2 ini kan bisa dikenalin ke cewe. Pelan2 cewe-nya bisa diajarin dan dikondisiin. Pokoknya pinter2lah awak ngajarin cewenya biar dia ngerti. Dan sekali lagi, dalam pernikahan harus bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing2. Kekurangan pacar/ calon istri kalo masih biso ditolerir, yoo awak tutupi tapi kiro2 idak sesuai, awak ajarilah. Itulah tugas kepala rumah tanggo ngajarin istri. Goodluckk yooo
September 16, 2010 at 1:06 pm |
abdi nembe sumping ti bandung, ayena linggih di jl seduduk putih ilir timur 2, belakang PTC. milari dulur urang bandung. manawi gaduh kenalan nu tiasa nulungan.
September 22, 2010 at 4:31 am |
wahh…bahasa sundanya halus tenan (halus sekali) euy…. Mba Iin tinggal di seduduk putih thoo, tanteku tinggal disana juga.Dari rmh ortu, rmh masa kecilku sampe SMA yaa deketlah, aq tinggalnya di Bambang Utoyo, yaa biar gampang deket Pakri. Yaa semoga mba Iin-nya pny kesan yang baiklah dengan orang Palembang…
October 1, 2010 at 2:17 pm |
maaf mba saya mau tanya..
saya punya teman cowo..
saya sangat sayang sama dy..saya juga merasa kalau dy memiliki perasaan yang sama ,,, bukan saya geer ya mba karna dy menunjukkan kalu dy juga sayang sama saya.. tpi kenapa sampai saat ini dy belum menyatakan perasaannya,, apa orang palembang juga orang pemilih dalam hubungan pacaran?? tapi selama saya deket dengannya dy udah berani atur saya ndak boleh pergi kesana atau kemana ajh,, apah orang palembang termasuk orang yang protek? dy juga egois kurang memperdulikan perasaan org klo udah marah seenak jidatnya..
saya harus melakukan apa ya??
October 2, 2010 at 2:46 am |
Hehehe…sama nih pengalaman saya waktu kuliah dulu sprt kinanti.didekati wong palembang smp bbrp tahun.dia nyatain sih,tp cuma lewat tebak2an di sms yg intinya kalo dia suka sama saya.lha…yang saya pengen kan dia ngomong langsung,krn itu menandakan kalo dia serius bukan cuma main2.tp kalo sampe diatur-atur sih ngga,cuma ya itu ngasi sinyal kalo dia suka sama saya nya,jelas&kentara banget.
jadi kitanya harus pandai2 bersabar&banyak2 berdoa
orangnya item,tinggi besar,plus pake piercing&tatoo.tp kalo saya dibawa jalan sama dia,mama saya g pernah khawatir.malah ngerasa anaknya dikawal bodyguard,katanya,hehehehe.krn kata mama,dia emg keras orgnya tp hatinya lembut,ga jahat,dan kalo diomongin orangtua pasti nurut (mama saya bs baca sifat org).beda dgn mantan saya dulu,dia org sunda asli,diem sih orgnya,kecil posturnya tapi trnyt jahat,licik&hobi main magic.sorry no SARA just share aja.jadi menurut saya,jangan liat org dari luarnya,belum tentu yang kelihatan alim beneran alim.selami dulu karakternya.saya juga jadi nyesel knp dulu g milih si cowo palembang ini? Abisnya dia ga nembak langsung sih,hahahahaha
yup,setuju sama mba’e kl org palembang itu volume ngomongnya bisa kedengeran sampe radius bbrp RT,suka membanggakan harta org tua,setia kawan tp kalo udh disakitin bhkn sm sodaranya sendiri wah udh deh,trus hobi makan (makanya kl yg nanti jadi istrinya cowok palembang hrs bs masak soalnya mrk rewel dalam urusan makanan),dan mgkn yg plg penting mereka ini memang susah ditebak krn ingin dimengerti dulu baru kemudian mereka mau ngertiin org,itupun kl mereka lagi mood buat ngertiin orang
October 2, 2010 at 11:58 pm |
Sepakat sama mbaknya…jgn ngeliat orang ari luar, selamilah hatinya…banyak hal-hal yang tak terduga kan kau dapati hee2….yaaa kalo emang suka ma seseorang, harus dipastikan semua apakah penampilan luar yang dimiliki seseorang itu sama dengan penampilan dalamnya (hatinya, red). Bila kita sayang sama seseorang tapi gak tahan sikap/prilakunya, jangan bawa2 suku. Kalo sekira kita bs nasehati, yaa dinasehati tapi kalo gak bisa daripada kita gak nyaman, yaa ada baiknya munur bertahap.
October 2, 2010 at 3:21 am |
senang ado blog wong palembang….sebelumnya salam kenal mbak ya…saya anak palembang yang merantau ke ranah minang…ya sedikit wong palembang yang biso kuliah di minang….pas ketemu dengan uong palembang jugo rasonyo lemak nian….sikok darah sikok perjuangan…tapi disisi lain orang menilai uong palembang thu misterius,cakap besak,dan susah dinilai….??? ya..tapi menurut pribadi saya sendiri bahwa uong palembang thu memang tidak mau dihianati,hati2 memilih teman dan antusias….memang shi cepat marah tapi marahnyo untuk menyadari orang bahwa uong palembang dak biso dimaeni….
October 2, 2010 at 11:52 pm |
Salam kenal jugo chan…kalo baco bloqku jd kasian jugo samo wong Palembang disudutke terus padahal galo2nya balek ke uwongnyo masing2. Sikap/prilaku wong kan tergantung gmn keluarganya nge-didik, dimano dio dibesake, tingkat pendidikan, dan siapo temen2nyo dio.
Sebenernya buat masukan kepada yang laen, omongan chandra ado benernyo. Wong Palembang kalo ngomong kenceng tapi seru-seruan apo lagi kalo udah ketemu samo sesamo wong Palembang jd langsung akrab, seru, jd pecak berdulur (seperti sodara). Memang kadang ditemui wong Palembang tu misterius, dak biso ditebak maunya apa, kadang jugo kurang biso ngungkapin perasaan, gak mudah terbuka ngomong dan nerimo kawan, alasannyo pengen mastiin dulu ini orang bs dijadiin temen ato nggak dan biso dibilang uwong Palembang agak ati2 milih kawan karena emang gak mau dihianati. Orang Palembang jugo pantang dimaenin jd yang keluar otot dulu, Nah isini terkesan orang Palembang kasar, suka marah, tukang mukul orang padahal seperti pepatah bilang ” mulutnya kasar, ngomongnya kenceng tapi hatinya lembut”.
October 2, 2010 at 11:28 pm |
hee2…kasian deee jadi orang Palembang, dibilang kalo marah seenak jidatnya, egois, kurang memperhatikan perasaan orang, protektif dll. Menurut saya sih, prilaku seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia tinggal baik itu dari lingkungan keluarganya maupun lingkungan sekitarnya. Jadi, kadang qt temui di luar sana walopun dia asli Palembang katakanlah begitu tapi karena dia hidup sedari kecil di keluarga dan di masyarakat dengan ajaran2 tenggang rasa, tidak egois, dan sikap/prilaku buruk lainnya. tentu aja, akan qt dapati orang Palembang dengan sikap/prilaku yang baik. Gak menutup kemungkinan, walo dia asli Jawa ato Sunda sekalipun yang katanya lembut, kalo sedari kecil dia hidup dengan lingkungan keluarga an masyarakat yang keras, tidak menutup kemungkinan dia jai orang yang keras. Begitu sayang…
Karena km sayang sama temen cowomu dan seperti kata km, tmn cowomu jg sayang sama km tp gak pernah diungkapi ke km. Ada baiknya, km perjelas semuanya jangan sampe jd hubungan tanpa status ato TTM. Dikhawatirkan ketika dia belum dapet yang lain, tmn cowomu sdh merasa memiliki km sehingga dia berhak ngatur km ini itu tapi….ketika dia dapet yang lain, km bs aja ditinggal begitu aja tanpa rasa bersalah karena memang tidak pernah ada hubungan dan km jg gak bs ngomong apa2 ngaku2 km pacarnya karena emang gak ada komitmen apa2. yang rugi siapa…km jg kan…
Bisa jd tmn cowomu termasuk tipe cowo pemalu untuk ngungkapin perasaannya takutnya km gak pny perasaan yang sama dengannya. Mungkin jg tmn cowomu takut kalo dia ngungkapin perasaannya ke km dan ditolak berakibat hub pertemanan kalian berua jd gak enak lg. Jadi, saranku, dipastikan semuanya biar jelas semuanya
October 9, 2010 at 10:45 am |
mba aku mau sharing ya tentang orang palembang. maaf sebelumnya klau menyinggung hati. kakaku menikah dengan orang palembang, mertunya itu selalu aja ikut campur sama urusan rumah tangga kakaku, mertuanya selalu menyuruh ini itu sama anak lelakinya trus anak lelakinya itu menyampaikan apa yang disuruh sama ibunya itu kepada kakak saya, dan harus dilaksanakan. misalnya, si ibu mertua bilang ke anak lelakinya. kalau kakak saya suruh hamil lagi, padahal dia baru 2hari melahirkan, nah suaminya pasti akan ngotot agar kakak saya hamil lagi. pokoknya nurut bgt sama perkataan ibunya. bahkan kakak saya tidak boleh lagi berlama2 tinggal dirumah mamah kandungnya saat dia melahirkan, pdhl kondisinya msh sakit, suaminya nyuruh dia kerumah mertuanya karna mertuanya menyuruh suami kakak saya untuk tinggal disana. Suami kakak saya pernah bilang kepada kaka saya, kalau kakak saya itu udh menjadi tanggung jawabnya jadi apapun keputusan si suami kaka saya harus menuruti bahkan itu menjauhkannya dr keluarga sendiri, saya sedih bgt mendengar cerita2 seperti itu dr kakak saya, bahkan anak kakak saya mau dirawat mertuanya ( orang tua suaminya) kalau kerumah saya atau kerumah orang tua kandung kakak saya, suaminya ga pernah mau lama2 maunya buru2 aja, mbaa apa sifat orang palembang begitu ya? selalu nurut perkataan ibu,lalu egois bgt,mentingin diri sendiri. pokoknya selfish,.. tolong kasih koment ya mba makasih banyak,
October 12, 2010 at 5:37 am |
nggak semua orang Palembang itu nurut kata ibunya, egois, mentingin diri sendiri, selfish, dan sifat jelek lainnya putri sayang…kalo putri berfikir seperti itu, sungguh gak bijak sekali, kan manusia ada dua semua sayang…ada yang baik dan ada yang buruk, nggak tergantung dia mo dari suku mana.
Ketika orang mau menikah, masing2 pasangan harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah masing2 individu mau menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangannya maupun keluarganya. Ketika kita belum masuk ke level “menikah”, kita gak tau persis dengan watak asli pasangan kita maupun keluarganya jadi persiapkan hati untuk menerima segala kemungkinan yang tidak kita harapkan.
Ketika sudah menikah, barulah kita tau watak asli yang baik maupun yang jelek sekalipun dari pasangan kita maupun keluarganya. Kejelekan2 yang kita temui pada pasangan kita dan keluarganya selama berumah tangga tidak serta merta membuat kita jadi benci, kesel dn perasaan buruk lainnya. Segalanya bisa dikomunikasikan, maunya kita apa kepada pasangan kita.
Kalau sudah menikah, istri jadi tanggungjawab suami baik sandang, pangan, dan papannya. Jadi suami bertanngungjawab memberi makan dn pakaian anak istri dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Seandainya dalam berumahtangga, suami belum mampu memenuhi segala kebutuhan keluarganya (anak-istri), gak ada salahnya istri bantu suami dan itu juga atas kesepakatan bersama. Maka dalam berumahtangga sangat dibutuhkan komunikasi untuk mencegah timbul kesalahfahaman.
Sebenarnya istri ato suami sayang kepada ortunya masing2 malah bagus dan memang dianjurkan tapi harus sesuai porsi2nya agar gak timbul masalah. Mertua campur tangan jangan langsung diartikan jelek, bisa jadi itu sebagai tanda perhatian mertua kpd menantunya. yaa harus positif thingking. Seandainya mertua menasehati, ngatur ini itu, kalo baik, gak ada salahnya diambil. Tapi…harus diingat setelah berumahtangga, suami dan istri punya kebijakan sendiri dalam mengatur kehidupan rmh tangganya jadi siapapun orang luar (dlm tanda kutip), apakah itu orangtua kandung, mertua, saudara ipar dll harus dikasihtau batasannya sampai mana. Makanya sekali lagi suami istri harus sering2 komunikasi dan menyatukan ide dan sikap dalam melihat segala permasalahan.
Saran saya, kalo memang kakak kandung putri gak nyaman dengan sikap dn kelakuan suaminya harusnya ngomong ke suaminya. Memang istri wajib nurut kata suami tapi itu masih koma, kalau suaminya nyuruh yang baik tapi istri berhak ngomong dan bilang “tidak” kalo dirasa istri gak nyaman, bukan nurut2 aja. Kadangkala istri “terlalu nurut” diapain ma suami, gak berani ngomong kadang membuat sebagian para suami suka “seenaknya”.
Terus terang saya berasal dari Palembang, suami saya berasal dari Semarang-Jogja. Mama saya sbg mertua juga tau posisinya kalo skrg anknya sudah menikah. Malah kalo mama saya suka ngasih saran, mama selalu menyuruh saya tanya pendapat suami. Dalam berumahtanggapun kadang saya menemukan sikap/ kelakuan yang saya gak suka dari pihak/ keluarga suami maupun sebaliknya ada yang suami gak sukai dari sikap/ kelakuan dari pihak saya. Selanjutnya kita saling ngomong dan diskusi dan harus diingat pula, saya bersama suami punya kebijakan sendiri dalam berumah tangga. Orangtua, mertua dll hanya sebatas memberi saran, selebihnya kita yang tentuin sendiri saran2 tadi perlu diambil ato tidak.
Ketika mau berumahtangga dengan suamipun, saya selalu menekankan bahwa suami istri itu hubungannya bersifat “saling”, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing2, saling mengerti, saling mendengarkan, ada saatnya istri dengerin suami, ada saatnya suami dengerin istri. Dulu sekali diawal2 saya menikah dengan suami, saya sempat tinggal dengan neneknya suami. Setelah itu saya ikut suami studi ke luar, otomatis barang2 saya seperti tv dll masih tertinggal di rmh neneknya. Dulu sempat ibu suami saya berencana mengambil tv kami karena dianggap kami tidak akan pulang dalam waktu dekat. Waktu itu, suami berpendapat,” oo gak masalah ibu kandungnya sendiri ngambil tv-nya, wong itu jg tv murah”. Di waktu yang sama pula, saya bilang ke suami bahwa saya gak nyaman dengan kelakuan ibunya yang maen ambil tv kami begitu aja. Saya bilang ke suami,” ini bukan masalah tv itu murah ato nggak, ini lebih kepada untuk tidak membiasakan mertua saya merecokin barang2 kepemilikan saya dn suami karena kalo nggak dibatasi dari skrg, besok2 apalagi yang diangkut karena rumah tangga saya berserta pernik pernik gak ingin diutak atik oleh siapapun termasuk oleh mertua. Ternyata suami bisa mengerti maunya saya…
Begitu putri sayang…moga bisa jadi wacana ke depannya buat putri
October 14, 2010 at 4:05 am |
iya mba.. aku setuju bgt tuh,, memang harus dibutuhkan komunikasi. ga blh sepihak aja ya,,, memang rada batu jg mba klo dibilangin suami kakak saya kecuali dibilangin sama ibunya sendiri pasti dia lsg nurut. sekarang kakak saya baru melahirkan mba, kalau ibunya kakak saya mau gendong sama suami kakak saya dipelototin mksdnya ga blh ama eyang utinya, bolehnya digendong sama datin aja.. huhuh.. mudah2an aja suami kakak saya juga bisa belajar menjadi dewasa nantinya.. makasih ya mba sarannya…
October 20, 2010 at 6:47 am |
terima kasih yu! aku nunggu banget jawabannya. Alhamdulillah sudah ada. Aku dan dia memang sedang sangat saling jatuh cinta. Aku kadang-kadang merasa kikuk dengan perhatiannya yang terasa berlebihan, aku ga biasa. Setiap hari sellalu ingin ketemu, kalau ga ada saja yang membuat kami bertengkar. kadang masalahnya tidak besar, misalnya aku ga bisa antar dia karena ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalau sudah begitu, biasanya kami tidak saling menelpon. Tapi tidak lama, diantara kami akan ada yang memulai meredakan ketegangan. Cuma rasanya capek juga sih, kalau terus-menerus ada saja sebab yang membuat pertengkaran terjadi. Aku kadang-kadang takut, bagaimana jadinya nanti kalau berumah tangga. cemburu kami terlampau besar. mohon dijawab ya yu!
November 7, 2010 at 12:20 am |
Sebenernya dulu pas jalin hubungan sama suami sebelum nikah, suamiku juga seorang perfeksionis lhoo. Dia punya pandangan harus sekian sekian sesuai pandangannya dia. Sedangkan saya juga berpandangan bahwa setiap orang punya polanya sendiri, jika ada sifat jelek diantara kita berdua, kita saling merubah diri. Lama-lama saya juga berasa capek sendiri, koq calon suamiku banyak sekali tuntutannya, sedangkan saya gak pernah nuntut apa-apa. Sempet saya kepikiran mau putus aja tapi sebelum putus terucap, saya sempet ngajak diskusi ke calon, biar kita berdua sama-sama enak. Dulu juga, saya seorang yang mandiri, saya terbiasa di didik di rumah dengan cara lelaki, berfikir secara logika, apa-apa bisa sendiri. Berbeda dengan pacarnya mas Jamal yang sama seperti kakak perempuan saya, yang cewek betul, apa-apa pengen diantar sama pacarnya. Gara-gara sifat saya yang kelewat mandiri ini, dulu sempet calon suami kesel juga karena merasa gak dibutuhkan. Akhirnya kita berdua sama-sama ngomong, suka dan gak sukanya sifat pasangan kita masing-masing. nah, ketika kita berdua sudah bicara, kita emang harus mau lapang dada, mau nerima kekurangan dan kelebihan pasangan, mau saling pengertian. yang buruk dari kita atau ada sesuatu yang berlebihan yang bikin pasangan nggak nyaman yaa emang harus diubah. Begitulah mas Jamal, akhirnya saya gak pernah putus dari calon sampai saya menikah.
oke…segitu yaa mas Jamal
November 9, 2010 at 6:55 am |
assalam…
yang terpenting adalah bagaimana kita mengharumkan nama palembang jika itu orang palembang. mengharumkan nama indonesia jika anda orang indonesia….tak perlu kita saling curiga. dari sabang sampai merauke adalah suku indonesia..salam….
November 10, 2010 at 8:59 am |
terima kasih atas pencerahannya…salam
November 12, 2010 at 7:30 am |
wayh bener juga tuh mba…
jangan memandang seseorang dengan sukunya…
tapi mba saya mundur…
saya udah gg mau hubungi dy…
dan dy juga gg bisa mengambil sikap lbh baik saya yang mengambil sikap,,,,
daripada ngarep…
hhahahahaa
December 5, 2010 at 11:37 am |
Dear mba el, salam kenal.
Saya sangat tertarik dengan topik ini, ttg karakter kesukuan yg membentuk seseorang khususnya Palembang karena hampir setiap hari saya benar-benar merasakannya, khususnya di pekerjaan saya.
Sy saat ini kerja di Palembang di salah satu bumn besar, lokasi tepatnya di plaju (tanpa disebut pun mba el pastinya tau bumn yg saya maksud).
Setelah sekian lama bekerja disini dan banyak berhubungan dengan masyarakat lokal sini dalam berbagai urusan, akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa memang ada karakter khusus yang melekat hampir disemua orang palembang yaitu:
1. Menyukai kekerasan dan Premanisme
Dalam banyak hal, orang Palembang sering menggunakan cara-cara kekerasan/premanisme. Jika kalah dalam tender proyek, maka preman-preman lah yg bertindak, mengancam, terorr, dsb. sedikit2 maen tujah
2. Cerdik tp cenderung ke arah negatif
banyak cara tidak etis digunakan agar keinginan mereka tercapai. yg penting saya menang saya berhasil.
3. Malas, pengen berhasil dengan cara cepat, gampang, kalo bisa orang lain yg ngerjain, saya yg dpt poin.
4. Sangat mengagungkan materi/harta
Kalo ada uang, semuanya enak. orang kaya sangat dihormati disini, mau bagaimanapun caranya dia kaya.
5. Gila Jabatan & Nge-Boss
Kalo jabatannya tinggi, kesan berkuasa nya sangat terasa, ingin ditunjukkan ke semua orang. Supaya orang hormat, orang takut.
6. Rasa Ke-Palembangan-nya sangat tinggi
ada istilah “wong kito galo”. kalo bukan “wong kito”,jgn macam2. sehingga kesannya kurang bersahabat dengan pendatang.
Apa yg saya kemukakan diatas tentu saja tidak mewakili sifat orang Palembang keseluruhan. tp setidaknya itulah kesan yang saya rasakan sejauh ini. Dan apa yg saya ceritakan hanyalah sisi negatifnya saja. untuk sisi positifnya yg spesifik yg saya rasa adalah mereka setia kawan, suka membantu,dsb
Mohon maaf jika ada yg tersinggung.
Sekian & Terimakasih
December 8, 2010 at 4:13 am |
Salam kenal juga mas…Wahh…kasian betul mas-nya selama di Palembang banyak dapet rasa-rasa yang gak enak…mas juga sihh kerjanya di daerah Plaju…
Sedari dulu sy sih selalu hati-hati mas kalo ke daerah Plaju, semasa kecil sy sering menyebutnya daerah Plaju sebagai daerah “Texas” karena di sana pusatnya preman mas. Di daerah sana emang kita jangan cari gara-gara atau jangan bego-bego amat mas biar kita gak dikerjai. Tapi yaa kembali lagi manusia ada dua semua mas ^-^…
December 7, 2010 at 11:28 am |
haloo.. lam kenal yah…gak sengaja nemuin blog yang rame ini gara2nya mau cari bahan buat nge ceng2in suami.. aku udh nikah 2 tahun, aku sendiri orang jawa asli, solo tepatnya.. suami org palembang.. dulu pacaran cuma sebentar dan maksa2 ortu minta dikawinin gara2 suami mau di pindah kerja ke luar.. wahhh mamahku yg sangat sukuisme sangat menentang, tp untung bokap cukup bijaksana mau nikahkan aku..wekekeke..
Dulu hanya sekilas2 denger ttg sifat laki palembang yang egois lah, suka pamer, kalo makan harus didahulukan dll dan kebanyakan jeleknya berdasarkan pengalaman dari temenku yg suami2 nya org plmbg.. Tapi pas aku nikah justru aku kok ga ngrasain yg gtu2 amat ya, memang kadang suami suka sok2 pamer krn mmg dia dr kel cukup berada tp itupun untuk bercandaan, kalo marah juga gak pernah lama kok secara mungkin kasian sama muka org jawa , kikikikik,,, trus dia ga prnh protes kalo aku ga bisa masak ato gak bisa ngerjain perkerjaan rumah (krn aku dididik untuk menomorsatukan sekolah) malah kalo aku suka berkutat didapur dia sebel dan disuruh duduk aja nemenin nonton tv, hahahaha… aneh memang, tapi mungkin kalo memang jodoh pasti dimudahkan… ini bukan promosi sihh secara banyak org kantor aku jg selalu menanyakan apa suami saya itu galak nggak mengingat suami sy org plmbg, krn sptnya saya kok santai2 saja kalo bicara ditelp dgn suami ..
kalo mertua saya jg kok Alhamdullilah baik, gak pelit,gak matre (scr ortu sy jg PNS dan mertua sy asetnya lbh bnyk) bahkan masi mensuport hidup kami yg masih rumah tangga baru.. meskipun rada cerewet dan kalo ngomong memang kenceng.. but that’s not a big deal for me..hahahha
yahhh saya berharap ini bukan hanya awalnya, tapi berharap suami baik sampe akhir hayat kami…
Semoga Bisa menjadi pencerahan bagi semuanya, bahwa yang namanya hidup berdampingan intinya mengesampingkan ego masing-masing..
December 8, 2010 at 4:20 am |
Makasih lhoo mba atas pencerahannya. Semoga bisa menjadi pencerahan buat yang lainnya. Yaa bersyukur mba dapet suami orang Palembang yang baik…Sebenernya manusia ada dua semuanya…
January 5, 2011 at 12:15 pm |
waw… rame yah.. pacar saya sejak baca blog ini mulai bnyak prasangkaan sama saya.. kebetulan saya Palembang yg daerah gitu dan dia orang jawa.. Saya sering kesal dengan komentar2 berbau stereotif yg dia lontarkan.. Saya percaya kita gak boleh men-generalisasi semua manusia sama, apalagi memandang orang selalu dengan sudut pandang negatif.. kebetulan saya sempat mengambil intercultural studies selama kuliah di Los Angeles, USA. Teman2 sekalian, perlu dipertanyakan juga klo misalnya orang berlaku tidak menyenangkan pada kita.. Kadang sikap orang lain terhadap kita juga merupakan refleksi mereka terhadap sikap kita. Saya percaya kalau kita “nice” orang pun juga akan “nice”. Stop stereo type!!
January 6, 2011 at 2:32 am |
iyaa niee pada rame Rin…dari yang dapet pengalaman baik dengan orang Palembang sampe yang punya pengalaman buruk dengan orang Palembang sehingga menimbulkan berbagai macam streotype. Kasian betul jadi orang Palembang ^-^…yaa hanya orang-orang yang beriman dan bijak-lah ^-^ yang menganggap bahwa kebaikan dan keburukan seseorang dilihat dari akhlaknya, bukan semata-mata dari sukunya. Saya sepakat sekali sama kamu. Stop stereo type…!!
January 9, 2011 at 7:49 pm |
Assalamualaikum tante…
kebetulan echa ini anak hasil campuran dari bapak yg asli orang palembang (prabumulih) dan ibu yang orang jawa, kalo boleh dibilang emang bener, bapak itu orangnya keras, ngomongnya kenceng banget, keras kepala, egois, suka mendominasi, dll dan anehnya bapak saya itu walaupun keras dan terkesan “angker” kalo marah, tapi orangnya cerdas luar biasa, pinter bicara, pinter usaha, pekerja keras,tp orangnya sgt ga tegaan dan super lembut,serta setia kawan Berbeda dgn ibu saya, ibu orangnya lembut, ngerti unggah-ungguh, ramah, cablak, tapi orangnya nggondokan, tipe orang yg mendem mburi (belakang), agak munafik, perhitungan, tegaan, dll..
setiap mereka bertengkar rumah selalu rame memang. tapi, rame krn suara ayah saya yg kenceng, sementara ibu saya memilih buat masuk kuping kiri keluar kuping kanan dan masa bodoh. tapi justru dgn sifat ibu saya yg cuek dgn sifat pemarah ayah saya itu mereka malah langgeng dan ujung-ujungnya 2 jam kemudian ayah saya minta maaf dan seolah-olah hal itu ga prnh terjadi, jadi marahnya beliau itu cuma sesaat, orgnya itu mellow bgt, jadi luarnya kayak harimau, dalemnya kyk kapas. Makanya kalo ada yang bilang orang Palembang itu keras emang iya, tapi orangnya sebenarnya superbaik, ga tegaan, setia kawan sekali, dan hatinya lembut, penyayang (hal ini saya buktikan sendiri berdasarkan pengalaman saya memiliki ortu beda kultur)
Oh ya, saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya laki-laki, walaupun saya perempuan, saya mewarisi 85% sifat ayah saya, keras, mendominasi, pintar bicara, dan kalo bicara kenceng (kadang agak malu ma 1 sifat ini, tiap saya berdebat ato diskusi di kampus, semua orang selalu menganggap saya seperti marah, berapi-api, kayak orasi, dsb, smpe orang ga berani menangkis kata2 saya, padahal saya ini kenceng cuma dlm hal ilmiah aja, bergaul gak karena sedikit byk saya juga belajar budaya Jawa dari ibu saya) Jujur, saya sangat berterimakasih pada Allah dgn keluarga saya yg multikultur ini, saya mewarisi kelebihan ayah saya, dan belajar unggah-ungguh ala orang Jawa dari ibu saya, saya tau saya keras sekali, tapi ibu selalu mengerem sifat alamiah saya dgn kata2 seperti ini “Echa, kamu ini tinggal di Jawa, kamu harus pandai adaptasi dgn budaya Jawa, ini bukan di Sumatera, kamu harus menjunjung dimana tanah kamu berdiri dgn berbuat seperti yang sesuai dgn normanya”. Dan beranjak dewasa (kini usia saya 20 tahun dan kuliah di sebuah PTN di Surabaya) saya beruntung bisa menemukan keluarga yg sedemokratis keluarga saya, dimana saya belajar banyak menghargai keanekaragaman budaya, belajar menghargai dan memperlakukan orang dari suku apa saja (kawan saya banyak, ada orang Jawa,Sunda, Flores,Batak,dll) bahkan sahabat saya kebanyakan orang Jawa, saya tau bagaimana memperlakukan orang sesuai sukunya karena saya belajar dari kedua orang tua saya yang Jawa dan Luar Jawa, ada hal2 yang saya dapat dari kedua perbedaan ortu saya, dimana kebaikan dari masing2 suku orang tua saya, saya ambil. Dan kejelekan dari masing2 suku kedua ortu saya, saya buang. Dengan begitu saya lbh fleksibel dan lebih diterima di tanah Jawa ini. (berkat ibu saya, ayah dan saya belajar cara menjadi Jawa walaupun begitu saya selalu tidak lupa dimana saya berasal, Palembang. Saya belajar bahasa Palembang sedikit2, ibu saya mewajibkan saya belajar menyanyi lagu Melayu, ayah saya sering mnceritakan tentang masa kecilnya, tentang Palembang masa lalu, tentang kekayaan Palembang, silsilah keluarga saya di Palembang, sehingga, walaupun saya sudah lahir dan besar di Jawa, tapi hati, darah, dan jiwa saya adalah wong kito galo) ayah selalu berkata “ Walaupun kamu besar dan lahir di Jawa, ingatlah dimana kamu berasal, dimana tanah moyangmu, kamu tetaplah orang Palembang, darahmu darah Palembang, wajahmu wajah orang Palembang tidak ada yg bisa km bohongi dari kenyataan ini”
Jadi kesimpulannya saya menceritakan kepada teman2, om dan tante semua, tentang kisah nyata kehidupan saya dengan ayah bersuku Palembang dan ibu bersuku jawa, sungguh saya beruntung, UNITY IN DIVERSITY (Bhineka Tunggal Ika) terasa lebih bermakna penuh di sanubari saya jauh melebihi apapun. Dimana dengan perbedaan meningkatkan kedewasaan saya dalam menghargai perbedaan,belajar perbedaan, bahkan mempertebal nasionalisme saya sbg orang Indonesia yang multikultur. Jadi pesan saya, tidak usah takut berhubungan dgn orang suku apapun terlebih Palembang, 20 tahun saya hidup dengan beliau, percayalah perbedaan itu indah dan berwarna. Semua suku itu baik, asal kita tau cara memperlakukan mereka, justru dari perbedaan kita banyak belajar ttg apa arti hidup dan kehidupan.
Maaf terlalu panjang, Wassalamualaikum wr.wb
January 10, 2011 at 5:52 am |
ihhh…senengnya baca ceritamu cha…asikkk dee…semoga siapa aja yang baca ceritanya Echa bisa mengambil manfaatnya. Bertemen, bergaul, apalagi sampe menikah dengan orang Palembang janganlah terlalu ditakuti. Setiap suku ada baik-buruknya, ada dua semua, jawa-sunda-palembang-dll ada yang baiknya dan ada yang buruknya. Bila suatu saat ketemu yang buruknya, janganlah bikin hati “trauma dengan orang palembang”, janganlah “mengeneralisasi” semua orang palembang seperti inilah, seperti itulah…Dan benar apa yang dibilang Echa “yang baik dari setiap suku diambil, dan yang buruk dari setiap suku dibuang”. Semoga kita semua menjadi orang yang bijak dan menganggap bahwa perbedaan itu indah.
January 23, 2011 at 11:41 am |
kalau ce aceh ketemu dgan cn palembang kirakira kyk gmn ya?
January 27, 2011 at 1:35 am |
Sebenernya menurut saya cocok ato nggak-nya sebuah hubungan bukan dilihat dari sukunya non…tapi lebih kepada bagaimana antara dua orang yang menjalin hubungan saling mengerti dan menerima kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pasangan dan sama-sama mau menurunkan ego masing-masing, mau sama-sama memperbaiki diri bila ada yang salah ato kurang, dan mau menerima pola khas dari pasangannya. Kalau semua hal ini dipegang, saya kira semuanya akan berjalan baik-baik aja walopun nanti pada prosesnya pastilah ada aral melintang.
Kalo dilihat dari sifat keumuman, orang Aceh sama orang Palembang nggak beda-beda jauh karakternya. Kalo saya bilang sihh, masih bau-bau Sumatera. yaa cocok-cocok aja sihh soale ada kesamaan. Semisal dua-duanya memiliki karakter yang sama-sama keras, yaa salah satu harus mengalah biar gak “tabrakan”. Begitu sayang….
January 23, 2011 at 5:34 pm |
Despite the general opinion, there are solutions and workarounds to it. With this post you gave the perfect example that it can be carried out. Maybe this will get people to pay attention.
January 23, 2011 at 7:56 pm |
duh seneng juga ketemu blog ini ya.. salam kenal.. sy anita asli dr sumatera selatan, lahir dan besar di palembang tp keturunan komering. saya menikah dg orang aceh, pertama melamar ortu dan keluarga besarnya jg ndk setuju krn keluarga suami saya taunya orang palembang tuh jahat, byk yg jd pelacur segala (amit amit jabang bayi dah..), saya tau kl keluarga suami dulunya ndk setuju 2 tahun setelah menikah, karena saya kt mertua saya menantu yg paling perhatian sm mertua, pokoknya kl pulang ke aceh sy paling royal bw oleh2 untuk mertua blm lagi apa yg ndk ada di rmh mertua sy inisiatif paling dulu untuk menuhin kebutuhan mertua, tp susah nya saya mgkn kl saya perhatiin saya agak susah di atur, sy besar dikota sedangkan kel suami di desa, sy yg ndk pernah pake sarung di anjurkan pake sarung (nah loh), kl naik motor harus gaya nyampin jgn kyk cow (pdhl saya nyaman bw anak sy yg wkt itu bayi dg posisi boncengan kyk gitu), tp ya saya bilang apa adanya sm ibu mertua, saya bilang ndk bs duduk ebgitu bu susah bagi saya sambil gendong anak takut jatuh, trus kl nonton tv ibu mertua kdg sampe tengah mlm biasanya saya yg bilangin bu tidur ntar ibu sakit.
. skrg sy di turki melanjutkan s3 dg suami… pas pamit brgkt mertua saya nangis.. sy pun nangis.. nyampe turki pas nelp ibu mertua sakit dan bilang “bisa ndk nak beliin ibu obat yg kyk pernah kamu belin dulu obat itu cocok sm ibu”.. ya abis itu sy telp lgs ke adek sy diplbg tolong beliin obat ini krm ke tmpt ibu di aceh… lintas telp turki-aceh-palembang-turki lagi
.
malah pernah ibu saya pulang dr tetangga marah2 sm bapak mertua gara2 denger gosip tetangga ttg dia yg td mengenakan trus sy bilang “org yg cerita blm tentu bener, kita satu keluarga dah mau perang, ntar kita susah blm tentu mereka yg ngomong itu nolongin bu (dg nada baik2)” abis itu ibu saya ndk jd marah,
masalah yg lain adalah mslh kebersihan rmh ini jg sering bersinggungan krn sy paling saklek boleh dibilang perfectionis dlm mslh ini kdg ibu mertua bingung krn semua brg tidk dia ketahui tmptnya krn telah saya rapikan, kl saya dtg ke aceh (krn tinggal di plbg) baru nyampe duduk bentar, makan minum trus pel rmh krn mikir anak mau main dilantai, krn mertua sy tiap hr kesawah plg dr sawah mereka udah kcapeaan bersihin rmh, pertama2 mertua saya agak tersinggung kok segitunya di rmh beliau, sy ndk mau minum air sumur langsung tanpa di saring, akhirnya untuk air minum harus beli krn saya takut kurang sehat secara airnya warna agak putih gitu.. jadinya tahun pertama nikah mertua mikir sok sekali menantunya ini, tp seiring waktu mereka jd ngikutin pola saya, walau sy lg ndk di aceh keluarga sya ndk mau lagi minum air sumur yg agak berwarna, kl abis motong kuku, potong kuku udah ada pd tempatnya..
skrg udah 6 tahun sejak sy menikah alhamdulillah semua baik, kt saudara2 mertua saya, enak sekali jd mertua saya punya mantu ndk segen turun ke dapur, nyikat kamar mandi, ngepel, nyusunin buku bpk yg berantakan, bukan krn saya dijadiin pembantu sm mertua tp krn saya yg dak betahan liat yg kotor (mertua sy malah ndk pernah nyuruh2 sy sm sekali), skrg kl ada yg baru di rmh itu paman ato bibi suami saya bilang begini ke saya “ini pasti anita yg kasih ya”, tp jgn baca enaknya aja yg ndk enak jg ada.
wkt sy pertama dtg ke aceh sbg pengaten baru ndk ada sambutan apa.. boro2 yasinan pas dtg aja makanan ndk ada, sampe nangis sya, tp ya udah nangis udah sy ndk pikirin lagi, beda wkt adek suami nikah, dia nikah sm2 org aceh, dipotongin kerbau, diarak, disambut pake tarian… wah mau nangis darah deh pas di acara itu.. org plbg jelek amat ya…
alhamdulillah sy bukan org pendendam walau mudah emosi, tp sy mudah memaafkan. keluarga suami ckp mengerti dg sifat saya yg keras kepala, mudah emosi tp juga mudah lupa..
saya tau keluarga suami dk setuju dr saudara2 mertua saya, ngomongnya bukan dg saya tp pas ada masalah adek ipar sy dg istrinya, mereka bilang kira2 begini “itulah kita ndkbs tebak org, dulu kita bilang org palembang ndk baik ternyata dia menantu yg paling perhatian, paling ndk pelit mslh uang”.
mungkin cerita ini kyknya mengada-ada tp itulah kenyataannnya. dimata mertua saya sangat royal, jd kl pulang kampung byk keluarga yg deket2 in saya kdg minta tlg ini itu mertua sy yg ngatur, itu ndk usah dikasih yg ini aja, yg itu diksh segini aja ntar uang nya dipake yg ndk bener dll, dan kl diundang mkn udah diwanti2 sm ibu sy ntar kl bw2n tu beli seprlunya saja.. sampe saudara ibu bilang “mertua sy pelit” pdhl tidak mertua saya sangat sayang sm saya, sy dibilang mertua kumpulin duit bangun rmh, kl ada duit lebih beliin sawah untuk tabungan dan, beli emas siapintabungan untuk anak sekolah, mertua sangat tau sifat saya yg mudah kasihan, walau kdg ngasihnya sambil marah
tidak bermaksud sombong, saya jg sgt byk kekurangan tp yg penting dasari dg niat yg baik, berpikir positif dan anggap mertua sbg ort tua sendiri walau susah krn udah capek besarin suami kita, kita skrg tinggal nikmati suksesnya aja.. insyaallah drmn pun org berasal kl kita ikut aturan Allah memilih jodoh dan menerima suami jg krn Allah ada kebaikan yg kita sendiri mgkn tdk pernah duga.
January 27, 2011 at 1:46 am |
Wahh…moga2 cerita mbaknya bisa jadi pencerahan buat semua yang baca^-^. Ada 3 point yang perlu saya garisbawahi disini seperti yang dibilang mbak Nita-nya adalah ketika kita ingin menikah dengan seseorang dari suku manapun, dasarilah dengan niat yang baik karena Allah, anggaplah dan perlakukanlah mertua kita seperti orangtua kita sendiri agar kita merasa nyaman berada di antara mereka, dan lakukan segala sesuatunya dengan setulus hati.
” Kekuatan Ketulusan is Amazing”
January 24, 2011 at 4:23 pm |
salam ta`arruf to Mba Elfrida..
ngikut baca yaa mba..he3x
January 26, 2011 at 12:00 pm |
salam ta`arruf juga buat mbak-nya…semoga ada manfaatnya…salam persahabatan dan persaudaraan selalu^-^
January 25, 2011 at 1:46 pm |
sangat menarik, terima kasih
February 15, 2011 at 1:55 am |
wew…………..
cerito tentang palembang neh,,
dak abes2….
laju nak mledak mato aq…..
tapi bgus jugo e untuk nambah wawasan mano aq lage merantau neh,,
ayuk perantau e???
soaL merantau aq nak betanyo…
yuk aq ne maseh galak kepekeran didusun terus,, susah lah ngilangkenyo…
raso badan aq ne nak di palembang tula dak galak pindah ketempat2 laen,,
mano cewek aq budak palembang pulo,,
sianlah aq dengan dyo,,
broto’an terus dgn aq……,, nak disuruh balek tula,,
wew………. parah…..
kalo bleh aq nak brasan saran dgn solusi,, pacak???
February 16, 2011 at 7:59 am |
kalo denger awak berbaso plembang seraso berdulur aq nie… memang sian nian aq samo awak tuu, terpakso jao-han samo cewe tuu. rasonyo memang nak mledak mato tu plus nyesek di dado jaoh dari uwong yang dicinto…
cuma saranku,awak banyak begaul be semisal melok kegiatan apo kek. Dulu aq jugo mak itu, samo pecak yang awak rasoke skrg. rasonyo tempat perantoan pecak tpt singgahan bae, idak ngenjok arti apo-apo, raso ati pengen nak balek bae. Akhirnyo aq melok banyak kegiatan, banyak bekawan samo byk uwong. lamo-lamo raso lemak jugo di ati. dengen kawan kos dari berbagai mcem daerah jadi pecak bedulur. lamo2 betah jugo merantou di daerah uwong. ayolah…dibawa lemak merantou tuu…
Bedanyo aq samo awak, pas merantou dulu aq belom punyo cowo jadinyo pas aq dapet cowo di tpt perantoan dak katek masalah. sedangken awak ado ninggal cewe, takutnyo awak kecantol cewe laen di tpt perantoan. ituuu…yang ditakutin cewe awak mangkonyo dio broto-an terus.
Dulu jugo aq pernah pacaran jarak jaoh setaon. mongken kalo idak komitmen dan komunikasi idak jalan, pacak2 putus hubungan. Saranku kalo memang harus pacaran jarak jaoh harus pegang komitmen dan komunikasi jangan sampe putus takutnyo telalu lamo pisah jaoh, kalo idakkomunikasi, pacak lupo samo pacar dewek yang ado jaoh di mato.
February 16, 2011 at 11:53 am |
Hm..gt ya mb, saya sendiri orang jawa tapi ingin mencari pendamping orang palembang, gk tau pengen aja, ingin mematahkan mitos bahwa orang jawa gk cocok dengan org palembang, makan nya saya harus menghimpun dan mncari informasi sebanyak2 nya, akhirnya mampir jg di blog mb ini, terima kasih sudah mau berbagi..
March 11, 2011 at 10:54 am |
Seneng baca Blog ini
jadi kangen almarhum ayah yang asli orng Palembang klo bicara keras dn berani mati
salam kenal ya yu ….
March 15, 2011 at 8:29 am |
Salam kenal juga dengan Elza-nya…semoga almarhum ayah Elza tetep jadi seseorang yang gak terlupakan dalam kenangan
March 28, 2011 at 2:58 pm |
makasi ya ayuk
dapet pencerahan ne bis baca ne blog. ternyata harus sabar ya ngadepin orang palembang itu. pantesan aq suka brantem sama cowo q yang sangan membanggakan ke wong kito galo’an nya itu karna sama2 kita sama2 ngototan …
matur suwun ya ayuk , banyak dapat pencerahan ne
March 29, 2011 at 7:09 am |
sami-sami nona maniestt…moga bisa bergunalah…salam persahabatan dan persodaraan selalu…
April 3, 2011 at 4:27 am |
Mba.. Maaf saya mw minta saran..
Saya seorang perempuan sunda-jawa.. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang laki-laki palembang (baturaja).. hserius untuk mengan dia ubungan saya dengan dia serius untuk menuju pernikahan..
Awalnya saya menganggap dia laki-laki yang mendekati sempurna lah mba.. dia sangat baik, ramah, selalu memanjakan saya, dan sangat sayag sama saya.. tapi semakin lama saya semakin menyadari ada banyak ketidak cocokan..
Dia pemalas mba.. kaya ga punya motivasi untuk menjadi lebih baik mba.. Waktu masih aktif kuliah,, saya susah banget untuk menyuruhnya mengerjakan skripsi, bahkan sampai kesusul oleh saya yang satu angkatan dibawahnya (itupun saya sudah telat 1/2 tahun)..
bingung mba,, padahal mba, orang tuanya termasuk keluarga pas-pasan.. tetapi yah kok dia ga buru-buru selesein kuliahnya… waktunya selama hampir kesusul oleh saya tuh dia pake main game.. begitu saya udah mau selesei,, dia baru mau nyelese
April 3, 2011 at 4:42 am |
Mba.. Maaf saya mw minta saran..
Saya seorang perempuan sunda-jawa.. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang laki-laki palembang (baturaja).. hserius untuk mengan dia ubungan saya dengan dia serius untuk menuju pernikahan..
Awalnya saya menganggap dia laki-laki yang mendekati sempurna lah mba.. dia sangat baik, ramah, selalu memanjakan saya, dan sangat sayag sama saya.. tapi semakin lama saya semakin menyadari ada banyak ketidak cocokan..
Dia pemalas mba.. kaya ga punya motivasi untuk menjadi lebih baik mba.. Waktu masih aktif kuliah,, saya susah banget untuk menyuruhnya mengerjakan skripsi, bahkan sampai kesusul oleh saya yang satu angkatan dibawahnya (itupun saya sudah telat 1/2 tahun)..
bingung mba,, padahal mba, orang tuanya termasuk keluarga pas-pasan.. tetapi yah kok dia ga buru-buru selesein kuliahnya… waktunya selama hampir kesusul oleh saya tuh dia pake main game.. begitu saya udah mau selesei,, dia baru mau nyelesein….
Kemudian waktu melamar pekerjaan.. Lah.. kok kaya saya yang lebih “greget” buat ngelamar pekerjaan untuk dia.. saya ajak ke jobfair,, dia males.. dia bilang ntar ajalah tunggu sampai ijazah keluar… selalu kayak gtu.. padahal kan mba,, job fair sekarang bsa apply tanpa ijazah (ijazah boleh nyusul)..
selalu sya yang lebih “gregeet” dorong-dorong dia.. Baik itu ketika narik-narik dia untuk lulus,, bahkan sampai ke lamar kerja.. saya bingung mba.. kok yah dia seperti itu??? kayak ga punya motivasi untuk maju… Selain itu masalah agama.. Lah kok ya dia susah sekali untuk disuruh solat yah mba… malah adiknya pernah marah sama saya gara2 saya nyuruh abangnya solat subuh (adiknya keganggu tidurnya karena abangnya bangun pagi-pagi sekali untuk solat. Mereka stu kamar).. gmana dia bisa jadi pemimpin keluarga nantinya… ada aja alasannya kalo saya suruh solat.. lebih milih main game daripada solat dulu…
Saya ga ngerti apa yang ada dipikirannya mba.. Apa memang orang palembang itu seperti itu? pemalas?? Masalahnya adiknya juga begitu…
Saya ga bisa menceritakan hal ini ke orang tua saya… karena saya ga mau penilaian mereka terhadap dia jelek mba…
orang tua saya aga “alergi” sama orang palembang.. soalnya ipar saya yang orang palembang sampai saat ini masih bergantung sama orang tua saya mba (padahal sudah 9 tahun menikah dan orang tua saya sudah akan pensiun)..
kira2 saya harus gmana yah mba??
maaf yah mba.. klo saya menyinggung…
April 3, 2011 at 10:25 am |
nyante aja lagi…sy gak akan tersinggung koq…
Jujur aja, saya banyak nemuin org Palembang, yaa baik itu Palembang Kota ato Palembang Kabupaten (baturaja,muba,oki,oku dll) lebih mo enaknya, bs dibilang kurang”greget”, mau ambil enaknya, kurang mau bersusah payah kyk org Jawa yang ulet tapi sekali lagi saya tekankan walopun umumnya begitu, per personal bs berbeda sesuai didikan dr masing2 keluarga.
Di keluarga saya yg notabene mama-papa org Palembang Asli (Palembang Kota) yaa berprinsip hidup itu harus mau payah, harus berjuang klo mo hidup seneng. Subuh2 sdh hrs bangun klo nggak mau dicubitin dn diomelin mama sy “calon kafir” kalo subuhnya siang. Selesei subuh nggak boleh bobok lg klo ingin rejekinya lancar, hrs gerak kemana kek, jangan diem aja.
Kembali ke ceritanya Maya, saran sy sih…mending dipikir2 dulu klo mo serius nikah sama cowoknya soale klo sdh nikah nantinya, bs bikin qt pusing jg sbg istrinya. Nikah itu mudah lhoo may,cma ijab kabul doank, yg susah itu setelah nikah. karena setelah nikah byk yg perlu dipikirin, dari anak, masalah ekonomi, perbedaan sifat yg jeglek banget dll. contoh gampangnya gini, kita udah tau si cowo temperamental tp atas nama cinta si cewe brfikir si cowo nantinya akn berubah. Tau2 setelah nikah gak berubah jg si cewe sering dipukul klo gak nurut.yg salah siapa? yaa cewenya salah satu knapa dulu mau.
Klo qt udah tau pasangan qt pny tabiat ato kebiasaan buruk yg fatal sekali. menurut saya sihh, mending dipikir ulang dee buat nikah sama dia. jgn sampe qt jd makan hati.motto sy sihh”menikah untuk bahagia may”
April 6, 2011 at 2:04 pm |
Assalamu’alaikum..
bai de wai…kl akoe lebih lucu lagi..ayah palembang,ibu jawa….Insya ALlah sebentar lagi mau dilamar oleh orang Padang….nah loh…ngomongin soal mahar,biaya nikah..ini dan itu…pusiing…apa lagi pihak cowok asli Padang….SubhanALLAH….untungnya calonQ tipe orang yang sederhana….ALhamduLillah..keluarganya pengertian..kebetulan ayahnya asli jawa..jadinya bisa memahami..
kebayangkan kl 100% padang..terus akoe diminta “membeli” calonQ??hhiieehh..bisabisa….batal deh pernikahannya….
tapi, yg akoe tau..bukannya Allah itu mentakdirkan qt bersuku-suku agar kita saling mengenal, ya??
April 8, 2011 at 12:20 am |
betul sekali kata kamu non…wah selamet yaa bentar lg mo married niee.jangan lupa undangannya lhoo hee2..
April 7, 2011 at 10:29 pm |
klo itu emang udah sifat asli dari sana nya yah mba?? ada kemungkinan bisa berubah ga?? mba sendiri sebgai orang palembang, sebenarnya sifat orang palembang tuh seperti apa sih??
April 8, 2011 at 12:30 am |
Sebenernya sifat yang kita miliki skrg merupakan bentukan dari keluarga kita non, gak mudah sihh untuk berubah karena sifat kita dibentuk oleh keluarga kita dalam jangka waktu lama. Bisa sihh berubah kalo emang orang yang bersangkutan betul2 mau berubah dan merasa sifat yang dibentuk oleh keluarga dianggap “gak betul” dalam pandangan orang tsb.
Sifat negatif orang Palembang yang biasa saya temui sihh antara lain suka gedein masalah, egonya suka tinggi, rada mau2nya, agak pemalas, suka tong kosong nyaring bunyinya (gede omongnya). Sekali lagi ini kembali ke orangnya lhoo…makanya cek and ricek dululah may sebelum nikah biar gak nyesel.
Sifat positifnya yaa ada juga, antara lain setia kawan, pada dasarnya baik walo ngomongnya suka seenaknya ato rada ketus, gak itung2an, suka makan, pada dasarnya penyayang walopun rada kurang romantis, bertanggung jawab. Sekali lagi ini kembali ke orangnya lhoo may…
April 14, 2011 at 7:09 pm |
Rame.. rame… laris maniiiiissssssssss……… Habis jalan-jalan ke Palembang jadi makin banyak pengalaman. Orang Palembang baik cuma agak kolot,saran saya sih mungkin para Bujang dan Gadis Palembang dan daerah lain sekarang agar lebih terbuka biar generasi kedepanya lebih baik lagi, lebih mudah beradaptasi.. Jangan jadi ikan Mas Koki (mata melotot,ga enak dimakan,susah hidupnya jika di lingkungan/air kotor,manja perawatanya, cuma buat pajangan,dll) jadilah ikan Lele (walau jelek tapi bisa hidup dimana saja,perawatan mudah,enak dimakan,kebal penyakit,dll) Semoga wong kito lebih maju lagi,dan bisa lebih mudah diterima dimana saja,buang yang jelek,tonjolkan yang baik… Apalagi mau Sea Games… OK Merdeka!!!!!!!!!
April 17, 2011 at 1:37 am |
Merdeka…Merdeka…!! sepakat dengan kata mas-nya
April 24, 2011 at 5:02 pm |
Salam kenal Yuk Elfrida. Kedua orangtua saya asli Sekayu, Musi Banyuasin.. Setelah membaca tulisan dan komentar2nya, saya jadi semakin cinta dengan Palembang (dengan segala kurang dan lebihnya). Yang kurang mari kita perbaiki, dan yang lebih mari kita pertahankan. Palembang Modern harus lebih cerdas, santun dan berbudaya.
April 27, 2011 at 1:36 pm |
Salam kenal juga Putra…bener sekali kata kamu, yang kurang dari daerah kita diperbaiki dan yang lebih dari daerah kita dipertahankan
Hidup Palembang…cerdas, santun, dan berbudaya^-^
May 10, 2011 at 10:24 am |
aku la makin sayng samo palembang, love palembang
bangga jadi wong palembang,,,
bari-bari-bari
May 16, 2011 at 2:38 am |
Hidup Palembang Bari…Bersih Aman Rapi Indah…hee2..
May 15, 2011 at 12:24 pm |
ingat nhineka tunggal ika, lajulah galo-galo nak be komentar, sekendak jidat kamu galo, hak-hak kamu nian, tapi inget kito negara berbudaya, negara beragam-ragam suku, jadi yang wajar-wajar ajalah ya komentnya, kalo ngomong orang palembang ginilah gitu lah, itu memang tabi’at manusia kali dan aku rasa nggak hanya orang palembang betul ???
jawa, sunda, batak. papua, kita semua sama lo, orang indonesia!!
May 16, 2011 at 2:48 am |
Iyo sih…bener kato awak,balek-balek ke sifat individunya masing-masing, idak pengaruh dio berasal dari suku Jawo, Sundo, Palembang, Padang, Batak dan suku laennyo sifat baek ato jelek itu dari dirinyo dewek…hanya uwong2 yang berpikiran piciklah yang mengatakan uwong Palembang sifatnyo mak inilah, mak itulah…
Salam juga dari 5 ilir Palembang ^-^…
May 16, 2011 at 1:35 am |
salam kenal ya mbak, gini ya mbak ayahku orang palembang dan ibuku orang sunda, tapi fun-fun aja tu mbak, tpi yang agak dominan tu ibuku,
jadi yan bilang orang plg kayak gini lah gitulah, mau menang sendiri lah, itukan memang sifat dari manusia, nggak hanya orang palembang,
salam dari km.5 palembang mbak
May 23, 2011 at 2:20 am |
Assalamu’alaikum..
salam kenal ya mbak, gini ya mbak sebelumnya minta maaf apabila ada perkataan yg tdk berkenan….orang tua saya jawa.. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang laki-laki palembang…kami sudah sangat serius untuk menikah….tp kendalannya ayah saya tidak menyetujui hubungan saya dengan pacar saya…sedangkan kami sudah pcaran setahun…ayah saya tidak suka klo saya pcaran dengan orang sumatra yg asalnya dr palembang, ktnya keras adatnya, pelitlah ginilah gitulah…pokoknya yg bersifat negatif…krna ktanya orang jawa itu anti dengan orang sebrang…ktnya jgn sampai kita nyebrang lautan..tp knapa ayah saya yg pernah di omongin smuanya itu tdk terus terang saja ngomong d dpn cwo saya..saya dan cwo saya sangat saling mencintai….
awal bln april kemarin ortu dr cwo saya dtng ke jakarta, untuk niat baik ketemu dengan ortu saya…dr pertemuan di situ ortu saya dan keluarganya saya begitu ramah d dpn ortu cwo saya..tp setelah pertemuan itu ayah saya malah begitu benci dengan keluarga cwo saya…saya bingung apa yg di inginkan ayah saya siy…sampe2 ayah saya suruh saya tinggalin cwo saya…tp saya mengelak krna saya sangat mencintai cwo saya…
kira2 saya harus gmana yah mba??
maaf yah mba.. klo saya menyinggung…
May 23, 2011 at 8:57 am |
Aq gak tersinggung koq non…kadang orangtua selalu ramah dan oke2 aja bila ada cowo yang datang ke rmh ato ada yg suka dengan anaknya tapi orangtua akan berfikir serius bila ada yang datang kepadanya dengan maksud menikahi anaknya. Mungkin orangtua hesti masuk kategori ini…
Seharusnya sebelum ortu si cowo datang menemui ortunya hesti, antara hesti dan cowonya harus diskusi dulu, jangan langsung maen bawa ortu karena kalo sudah bawa ortu sifatnya jadi sensitif, salah2 bisa memperburuk keadaan.
Saran saya,kalo memang hesti saling cinta, masing2 harus mau berusaha keras meyakinkan ortu masing2 walopun bisa jadi masing2 ortu gak saling srek. Hesti harus bisa meyakinkan ortu dengan cara yang sabar dan santun dengan tidak lupa juga berdoa agar hati orangtua hesti dibukakan dan dilembutkan dalam menerima pasangan yang hesti pilih. aq yakin koq kalo hesti dan cowonya punya niat yang tulus dalam menjalin hubungan, mau sama2 bersikap dewasa dan tidak terpengaruh dg sikap masing2 ortu, dan mau berusaha keras, insyaallah bisa berjodoh.
Hesti bisa bilang ke ortu bahwa manusia dari suku manapun ada dua sisi semua dan yakinkan ortu bahwa hesti sudah cek dan ricek sifat dan prilaku cowonya hesti dan dia patut untuk dipertahankan dihadapan ortunya hesti. Dalam hal ini, hesti harus betul2 cek dan ricek secara rasional apakah cowo hesti patut untuk dibelah dan dipertahankan agar segala kekawatiran ortu hesti tidak menjadi kenyataan di kemudian hari.
Oke hesti sayang…goodluck yaa buat yakini ortu…dulu aq dan suami jg seperti itu, ketika masih pacaran harus berusaha meyakinkan ortu masing2 agar bisa saling diterima di keluarga pasangan. walopun ketika proposal untuk menikah masuk ke keluarga suami, banyak hal buruk yang diucapkan dari pihak suami yang notabene orang Jawa. Katanya perempuan Palembang kasarlah, suka ngatur suamilah, suka dominasi, berat diongkoslah klo nikah, takutnya anknya jd lupa sama ortu sdr dll. Tapi aq dan suami tetep maju berusaha mayakinkan ortu dan aq bilang ke dia bahwa keluarga dia berfikir seperti itu adalah wajar, gak perlu marah, emosi ataupun tersinggung karena keluarga ada kekawatiran sendiri menikahkan anak dengan budaya yang berbeda. Karena aq juga kenal dengan keluarga suami dan memang ketika pacaran apa adanya jadi yaa mertua memang sudah tau sifatku seperti apa,suka ngomong apa adanya, kadang aq ngomong bersebrangan dengan calon mertuaku ketika masing pacaran tapi walo bersebrang tetep dengan cara yang santun dan bahasa yang cantik.
Aq yakin hesti pasti bisa koq ^_^
May 24, 2011 at 2:11 am |
makasih y mba atas sarannya…soalnya aku dah buntu bngt dngn keadaan ayahku…mslhnya kyanya berat bngt untuk menyetujuinya, bsa2 kya benci bngt dngn cwoku…saya dah prnh blang ke ortuku bahwa smua orng palembang tdk selalu bersifat buruk…rasanya sedih bngt klo ga di restui..cwoku sampe ngomong lngsng ke ayahku bahwa apa kekurangannya sampe2 ga ngerestui, apa krna orng sumatra yg sifatnya keras dll, tp ayahku ga mau kasih alasannya cma brani ksih alasannya ke saya aja…apa itu yg namanya orng tua yg ga gentle?
sampe2 cwoku pnya niat pngn nikahin saya di palembang saja, walau npa ada pihak dr keluarga saya….klo seperti itu gmana y mba?
May 24, 2011 at 12:07 pm |
menikah ituu akan enak dan menyenangkan ke depannya klo ada restu orangtua Hes…jangan pernah berfikir untuk ‘kawin lari’ ato ‘nikah tanpa restu ortu’. berusaha dululah semaximal mungkin. Ayah Hesti tidak memberikan alasan secara jelas di depan cowo hesti bukan karena ‘nggak gentle’ tapi menurutku lebih kepada ‘menjaga perasaan’. yaa kan budaya jawa umumnya tidal langsung to the point kayak org sumatera dan kamu harus mengerti itu. Kalau bisa ucapan yang keluar dari mulut ayah hesti jangan serta merta disampaikan ke cowonya karena hal ini bisa menimbulkan kebencian dari sebelah pihal laki2.
Ayolaahhh…berusahalah semaximal mungkin,sentuh hati ayah hesti dengan kata2 yang dapat menyentuh hatinya dan dapat meyakinkan hatinya. Tanya ke ayah apa yang menjadi kekawatirannya hesti maklumi tapi yakinilah bahwa pilihan hesti insyaallah tidak salah. bisa juga hesti minta bantuan ibu untuk meluluhkan hati ayah.
Goodluck yaa…
May 24, 2011 at 9:59 am |
secara fakta suatu lingkungan akan maju dan terjadi akulturasi jika masyarakat suatu daerah itu mempunyai kepribadian yang ramah, itu faktor utamanya, contonya di indonesia terlihat kenapa pulau jawa lebih maju dari pada pulau lain nya, salah satu faktonya adalah pulau jawa begitu ramah penduduknya santai dan menyenangkan tamu, sehingga, penjajah bebondong2 kesana dan mengembangkan kemampuanya untuk menguasai,
May 24, 2011 at 12:18 pm |
Bener sekali yang mas-nya bilang, memang dibandingkan org sumatera, org jawa lebih terbuka dan ramah, bisa dibilang gampang banget kenal org, mengajak org baru maen ke rmh dan sejenisnya.tapi sikap ini jg pny kelemahan mas karena selama 5 tahun saya tinggal di jawa, orang jawa umumnya kurang waspada dengan orang yang datang padanya. dibandingkan dg orang sumatera bisa dibilang rada kaku dan tak mudah terbuka,bisa dikatakan lebih berhati2 dlm bergaul, tak mudah menerima org begitu saja.
Dari segi keramahan org jawa, saya sangat acungin jempol. Berada di lingkungan orang jawa betul2 merasa dihargai, dibandingkan lingkungan sumatera lebih terkesan cuek tapi patut digaris bawahi bila orang sumatera sudah kenal betul org yg datang dr luar maka keadaab bs berbalik menjadi bisa lebih akrab dan loyal. Saya betul2 salut dengan keramahan orang jawa tapi soal ketulusan masih suka saya pertanyakan tapi wahai manusia dari berbagai suku bangsa, yakinilah bahwa manusia dari suku manapun ada dua sisi, baik dan buruk jadi berfikirlah secara bijak.
Salam persahabatan dan persodaraan selalu…
May 28, 2011 at 11:26 am |
Salam kenal.,
Anehnyo.,. saya kan asli wong palembang dari kombering.,. tapi kwan2 di sklah menganggap saya orang jawa tepatny orang Bandung ., mungkin karena (bukan sombong) muka/kebaikan2 saya di sekolah seperti orang jawa., saya ketawa aja denger omongan kyak itu.,
wkwkkwkwk.,
sekedar share aja.,.
saya dari daerah Plaju.,
May 29, 2011 at 1:07 pm |
salam kenal jugo…sebenernyo kaloo komering samo lahat mukonyo putih2 mirip wong bandung…sebenernyo byk wong salah kaprah ngecam wong palembang jahatlah,inilah itulah…pokoknyo yg jelek2 tapi ado byk yg pecak awak baeh hati he2…
June 16, 2011 at 3:20 am |
sudah lama saya mencari blog seperti ini. menurut saya, semua orang itu punya watak masing masing. dan dipengaruhi oleh banyak faktor. saya orang palembang. orang tua saya dari pagaralam asli. saya pernah mendapat testimoni dari teman saya yang notabene orang jawa kalo orang palembang itu butuh waktu lama buat bisa akrab sama orang lain. saya rasa itu ada benarnya. karena saya sendiri memang seperti itu. kadang orang palembang itu kasar karena mereka biasanya memang tidak suka basa basi. ada teman saya orang jawa yang juga bilang kalo orang palembang itu jarang ngomong tapi sekalinya ngomong tajam sekali kata katanya. yah perbedaan itu indah bukan? coba kalo semua orang di indonesia semuanya punya watak yang sama? sama kasarnya. ato sama lembutnya. yang perlu saya tekankan adalah jangan suka mengeneralisasi sesuatu. jangan mengkaitkan watak dan kesukuan. menyinggung SARA itu tidak baik adanya. kita semua punya kelebihan dan kekurangan masing masing. tidak ada gading yang tidak retak. bersikaplah sopan dan saat kita memperlakukan orang lain posisikanlah kita pada posisi mereka. dengan begitu kita akan tahu akibat dari perlakuan kita kepada orang lain.
wajar jika kita menganggungkan daerah asal kita, but remember we’re one in Indonesia. jadi seperti obat obatan, pakailah dosis yang tepat. ^_^
June 16, 2011 at 12:06 pm |
Wahh…saya sangat setuju sekalii dengan pendapat mas-nya kalo bahaso palembangnya “aku sepakat nian dengan kato kakak tuu”.moga jadi pencerahan buat semua yang baca bloq ini…
June 16, 2011 at 7:47 am |
salam. kalu orang palembang cewe dipanggil ayu ya???hehe. aq mau tya dnk ttg adat aplembang. calon pasangan aku orang palembang. nah suatu ketika sudara pasangan aku itu menikah, tp pasangan aku oitu tidak bsa dateng krn urusan tertentu. yang mau aku tyakan, apa bener kalau kita ga dtg kepernikahannya, maka orang tersebut tdk akan dtg jg ke pernikahna kita?? mhon infinya ya ayu.. sangan butuh masukn. makasih
June 16, 2011 at 12:04 pm |
Salam juga non…umumnya kalo manggil orang yang lebih tua untuk perempuan itu “Ayuk” jadi bukan Ayu seperti yang dibilang tari sebelumnya. kalo untuk laki-lakinya dipanggil “Kak” tapi tiap daerah bisa beda2 lhoo panggilannya. misalnya gini, kalo dia betul2 Palembang asli, bukan Palembang dari daerahnya, biasanya manggil orang yang lebih tua untuk perempuan itu “cek”, sedangkan untuk laki2nya “Kakcik ato Cak”. Biasanya kalo kita gak datang ke pernikahan saudara karena suatu hal tidak menjadikan saudara kita tersebut gak dateng juga ke pernikahan kita non…moga langgeng aja dee sama pasangannya…
July 11, 2011 at 2:22 am |
Assalamualaikum mba…saya mw minta pendapat ni…hehehe.
Saya cewe Jawa asli walaupun saya lahir, besar n hidup di kalimantan. Saya sekarang bekerja PNS di wilayah utara kaltim, dan ada bertemu dengan pNS yg hanya datang sebentar di wilayah kerja saya. DIa asli Palembang dan ada keturunan Tionghoa. Jujur sih saya tertarik dengan dia…gimana y mba karakter secara umum tg cowo palembang keturunan tionghoa?…makasih infonya..salam persahabatan
July 11, 2011 at 10:36 am |
Wa’alaikumsalam juga say…
Sebenernya secara umumyang agak menonjol dari cowo Palembang rada kaku orangnya, yaa kamu pinter-pinter membuka percakapan dengannya biar bisa deketak perlu terlalu cepet pengen jadi cewenya, jadi temen dulu aja biar luwes dan kesannya gak dibuat-buat.yaa mengalir aja say…selebihnya sifat orang Palembang lebih kepada individunya. Khan lebih enak jadi temen dulu sehingga tau sifat aslinya seperti apa say…
July 11, 2011 at 8:55 am |
yuk, aq mw cri informasi.. aq nak jogja, dtrima di fk unsri.. ambil yg indralaya.. yg mw aq tanyakan keadaan lingkungan dsna bgaimana dan karakter orang indralaya bgaimana? membaca koment diatas, jd takut mw diambil… bnyak premannya tdk dsna…
maksih sblumnya
July 11, 2011 at 10:50 am |
Suasana di Indralaya bisa dibilang masuk kategori pedesaan, karena letaknya memang di Kabupaten. Menurutku kampus Unsri yang di Indralaya jauh-jauh sekali dari pusat keramaian, berbeda sekali dari kampus UGM lhoo. Pokoknya kalo kamu seorang yang suka jalan2 ke mall, kuliah di Unsri Indralaya gak bakal bikin kamu betah dee, suasana sekitarnya pasti membosankan…tapi kalo kamu menyukai suasana kampus yang kondusif disanalah tempatnya, apalagi Fakultas Kedokteran Unsri terkenal lhoo.
Mengenai orang-orangnya yaa ada dua semua mas, yang jelas di sana bukan tempat gudang preman. Kalo daerah premannya, yaa daerah texasnya mah malah di Palembang di daerah Plaju. Pesan saya sih kalo kamu tinggal di daerah Sumatera harus jadi pria sejati, jangan jadi pengecut dan penakut, harus berani, gak perlu sok jagoan dan cari gara2 tapi juga jangan takut2 karena di Sumatera sama seperti Jakarta mentalnya harus kuat, jangan lembek.
July 13, 2011 at 6:35 pm |
apo kabar ayuk.wai aku respek nian samo ayuk,sabar nian jawab pertanyaan wong2 nie.aku nie tinggal di jogja 5taon,menurutku galo2 wong tu sipatnyo yo macam2.ado baek ado jahat.klo menurutq wong kito memang keras dem tu cepat emosi.tentu ado sisi positif negatifnyo.yang paling khas dari wong palembang yang ASLI tu pasti fisiknyo.
nx bkato sipat.wong jawo/sunda nie jg dx cx dipercayo,nusuk dari belakang,dx tw balas budi,matre pulo,.tp tu sebagian kecil be,yang laen banyak jg yg dx cx itu..cm karena nila setitik rusak susu sebelanga,dx adil lah..
August 2, 2011 at 4:22 am |
makasih nasehatnya, yuk, semoga aq betah dsana…
August 19, 2011 at 10:41 pm |
Pokoknya kalo udah niat kuliah di Fk Unsri, istilahnya nyebrang pulau mas…harus tetep semangat apapun yang terjadi. Pastilah di daerah orang, kita akan ketemu hal yang enak dan gak enak. Pokoknya perasaan “gak enak” di daerah orang dibuat jad “enak-enak”, jangan jadiin masalah yang berarti.
Dulu pas saya kuliah di UGM, saya ngerasa koq “bete buanget” kuliah di jogja, terlalu monoton menurut saya, kurang ada dinamikanya. mungkin karena saya ambil jurusan Farmasi, yang mana kebanyakan orang sibuk belajar, praktikum, gak ada variasinya, terlalu serius…pokoknya susananya gak bikin saya betah.
Kadang saya membandingkan suasana kampus saya sebelumnya di UI Depok. Dulu saya sempat ambil D3 Farmasi di sana. Yaa menurut saya lebih hidup” kuliah di sana, lebih banyak dinamika kampus, baik antar sesama mahasiswa maupun antara kita dengan dosennya. Dosen-dosen saya di UGM lebih masuk kategori “feodal”, itu yang saya rasakan pertama kali kuliah di Farmasi UGM. Jadinya saya selalu bandingkan dengan dosen2 saya di UI dulu, kita bisa diskusi dan ngobrol santai kayak teman tapi tetap memegang etika, kadang rame2 sama temen minta traktir dosen, bahkan dosen pembimbing saya di UI traktir semua anak2 bimbingnya setelah selesai sidang.
Prinsip saya, ketika saya sudah memilih kuliah di manapun maka saya harus “enjoy”. akhirnya saya ikuti berbagai kegiatan di luar kampus Farmasi agar selama saya di Jogja hidup saya bisa penuh warna dan saya tidak menganggap kuliah di jogja sebuah singgahan tapi punya banyak cerita. Teman2 saya di Farmasi tak ada satupun yang mau ikutan kegiatan karena sudah merasa sibuk dengan urusan kampus jadi yaa saya mencari sendiri untuk merubah “rasa gak betah” di diri saya. Sejak saya ikut banyak kegiatan, banyak kenal berbagai macam tipe orang, dan banyak cerita di sana. Jadilah UGM jadi kampus tercinta saya mas karena banyak “cinta, persaudaraan, dan persahabatan” yang saya temuin di sana hee2….
August 24, 2011 at 2:28 am |
…
September 8, 2011 at 3:30 am |
Ass….Mba saya mau minta pendapatnya, sya punya pacar sm orang palembang tepatnya di kota prabumulih dia keturunan palembang(ayahnya) dan ibunya (padang), sya melihat komentar orang palembang rata” orang keras, emosi, dan kalau bicara tanpa basa-basi, dan terkadang bicaranya suka menyakitkan perasaan. tp dia sangat jujur, tulus cintanya.saya pacaran sudah hampir 1th lebih dan sya blm pernah dikenalkan dgn ayahnya tp sya cukup kenal dengan ibunya, yg jadi pertanyaan sy bagaimana cara menghadapi karakter tersebut?insya allah sya bsa menghadapi karakternya.
Terima kasih
September 8, 2011 at 10:34 pm |
Sebenernya kalo kita udah menikah, kadang banyak kita temui berbagai karakter yang qak sesuai sama diri kita bahkan bikin kita senewen, rasa gak puas, sebel, dan semacamnyalah. Gak mesti berhadapan sama orang Sumatera yang umumnya suka keras, kadang saya juga dapati orang Jawa/ Sunda yang lembut tapi nyelekit kalo ngomong dan sebagainya. Saran saya sih, kita positif thinking aja, jangan berpikir yang jelek dulu dari omongan mereka, yaa lebih cueklah, kalaupun omongan mereka bisa dipikirin negatif ato bisa ngarahnya ke negatif, cukup kita tau aja”oohh, dia orang seperti itu”, jangan pelihara rasa sakit hati ato perasaan negatif laennya biar jalanmu ke depannya enak tapi tetep jadi diri sendiri lhoo, jangan sampe setelah kamu menikah, kamu terbelenggu oleh banyak aturan ini dan itu.Pokoknya jadi pribadi yang lebih baik aja.
Saya sedikit cerita nihh…saya keturunan Palembang asli yang notabene ada sisi kerasnyalah dalam diri saya. Saya nikah dengan suami yang asli Semarang, lama tinggal di Jogja. Dulu ketika saya mo menikah, tentu banyak omonganlah dari sebelah suami saya, bilangin “ati2lah nikah sama perempuan Palembang, banyak protesnya, suka dominasi suamilah, yaa berbagai anggapan miringlah tapi saya nggak tersinggung ketika suami saya bilang begitu, malah saya nasehatin suami saya yang saat itu masih statusnya “calon” bahwa kita harus berbesar hati bila denger omongan seperti itu, jangan jadi emosi, tinggal dijawab aja baik2 bila tante ato omnya bilang begitu, bilang aja”saya tau karakter calon istri saya tan..”
okee gituu duluu yaa…
September 10, 2011 at 5:50 am |
terima ksih ya mba atas jawabanya..iya sya akan berusaha untuk berfikir positif, berbesar hati, dan jauhkan pikiran rasa sakit hati…
mba elfrieda, biasanya orang tua dari sumatera suka menjodohkan anaknya atau tidak ya mba?
kriteria seperti apa ya mba yg dijadikan calon mantu untuk orang”sumatera khususnya orang palembang?
Terima kasih…
September 15, 2011 at 8:44 am |
Rata-rata sihh nggak non…yaa paling sesama orangtua suka ngeliatin anak siapa yang kira2 cocok buat anaknya. kadang pas orangtua suka anak si bapak A ato si bapak B suka ditawarkan ke anaknya mau nggak tapii yaa balik2 ke anaknya non..
Orangtua yang Sumatera umumnya suka menantu yang pinter masak,bisa ngurus rumah-anak, menarik, dan bisa bawa dirilah (mantu perempuan). Selain itu berrtanggungjawab, punya kerjaan yang pantas dan mapan, berpendidikan (mantu laki2). yaa…sepertinya sama dengan kesukaan orangtua pada umumnya dalam mencari menantu.
September 16, 2011 at 3:05 am |
mksih bnget ya mba elfrieda….:)
September 28, 2011 at 4:33 am |
heii mbak elfreida… gimana kabarnya…mudah2an sehat-sehat aja nih cerita saya, pasti dah lama banget ya mbak baru berkesempatan masuk kemari lagi….. tentang permasalahan yang dulu…, lebaran tahun lalu 2010 menjadi moment yang baik buat hubungan saya ma istri…, cos setelah permintaan cerai, tuduhan dan macem2 provokasi… istri mengadu ke keluarga saya tentang saya yang begini begitu… langsung disidang… tp disitu istri saya melihat bahwa keluargaku (big famku) beda tipikal sama emaknya alias mak lampir hehe… keluargaku syg banget ma istriku mbak, meski kyk gimanapun dia, (aku jg gak ngadu apa2 ke kel sebelumnya) yang sama sekali gak enak ikut campur urusan rumah tangga anaknya, jd pas sidang itu, ditanyainlah istriku, apa suami mu ringan tangan dan suka maki2 kamu? istri tentu jawab enggak, trus ibu bilang trus masalahnya dimana? bla2 istriku cerita…. , nah rupanya masalahnya disini… istriku bilang dia tiap hari pulang ke rumah si lampir van lahat itu, pantes aja tiap hari dihasut lah, yang suami selingkuh, yang suami make guna2, yang suami gini gitu… … akhirnya disarankan istriku untuk mengurangi kunjungan ke rumah si lampir van lahat aka mak nya hehe….. trus ibu bilang,,,, ibu sih berharap kalian langgeng dsb,,,, tp kelak kalo ada masalah lagi kalian yang harus memutuskan sendiri,,, keluarga cuman mendoakan yang terbaik, kurang lebihnya kalian perbaiki….
Well, sejak itu kami berusaha membangun lagi semuanya…. sampe akhirnya punya anak… istri sudah saya larang ke rumah tua itu… dan alhamdulillah berhasil mbak… krn setiap kesana ada aja berantemnya… dari kata2 si lampir itu….
ohya pas ada anak, datanglah si lampir…. haduh gawat lagi rumah tangga dan beneran, dah maki2 istriku, sodaraku, anakku aka cucunya yang baru sebulan aja dimarahin , tkg nangislah, ee:nya bau, tkg ngompol/…., trus aku difitnah masa abis akikah aku lg duduk sama keponakanku, si lampir bilang, tuh suamimu duduk sama anak gadis didepan, padahal mau angkat kursi, istriku sempat panas, tp kukasih penjelasan jgn terprovokasi lagi… and dia ngerti, heran ya sama si lampir van lahat itu…..
tp kali ini berbeda, aku tegas ma dia…anakku gak boleh dimarahin orang lain, kalo gak suka silakan gak disini, eh si lampir takut….
sejak itu aku juga tau sekarang istri di pihakku mbak, makanya aku bilang kalo dia kemari bilang mesti ijin suami dulu,,, alhasil sekarang semakin membaik, …
sebenarnya istriku pernah dibentak-bentak didepan umum waktu hamil, trus didoakan supaya anaknya berani melawan kami, waktu itu istriku udah gak kuat akhirnya balik marah ke mak lampir itu….
kl tau gitu aku jg marah mbak….
pelajaran yang dipetik dari ini semua, ya semuanya dah telanjur terjadi mbak, apapun ya kita jalani… jangan terpengaruh sama orang lain even itu keluarga deket kita kalo dia gak baik…
one thing, jangan silau sama pengakuan “keimanan” seseorang, percuma pake kerudung rapet kayak si lampir, mukena sarung dijejerin di sofa rumah, selalu ikut pengajian kesana kemari….. tp hatinya luar biasa enggak baik, menghina org miskin,,,, luar biasa kikir… mbak percaya enggak dia udah tua, punya kendaraan dua, tp kemana mana pake bus alasannya adalah kl pake mobil mahal dibensin dan ongkos sopir, tol dsb…. anaknya aja heran, ajaib banget si lampir van langkat ini….
anyway mbak … lega rasanya bisa cerita kembali… rumah tanggaku udah gak bermasalah lagi… dan ternyata satu biangnya…. yakni si lampir van lahat….
makasih ya mbak bisa nimbrung disini…
sukses dan salam wat keluarga mbak
October 5, 2011 at 5:59 am |
Salam kenal mba. Jd pgn komen nih..
Maaf sebelumnya, bukannya memperuncing suasana yah mba, tp menurut saya hal2 yg membahas ttg perbedaan (daerah & suku paling sering) di Indonesia ini uda ga relevan & ga penting lg. Skr uda jamannya globalisasi, orang asing ga peduli tuh kt mau cuap2 suku apa, kampung dimana dll. Yang dia tau kita org Indonesia (malah imagenya TKI yg dominan). Sampai umur saya 30 thn ini, saya ngerasain kalo masalah kesukuan ini sebenarnya lebih sering di tonjolkan/selalu di bahas orang2 yang (maaf) tinggal di daerah non jakarta ataupun sering pindah2 tugas daerah. Saya yg dari lahir & besar di Jakarta ga pernah tuh dlm berteman hrs tau dulu latar belakang/suku org, bahkan uda berteman bertahun2 pun ga tau dia suku apa, yg penting tau agamanya aja. Rata2 anak Jakarta (lahir & besar) juga paradigmanya seperti saya, apapun sukunya..
Beda dgn istri saya yg org tuanya (bapak jawa, ibu melayu riau) selalu pindah2 tugas Pns dr palembang, padang jambi, pekanbaru,bandung). Omongannya cenderung dangkal, dikit2 bawa suku (org sumatera gini gitu, melayu gini, minang gitu, jawa gini, batak gitu..) Capee deh!!
Bahkan saya yg 7 thn pacaran sebelum nikah jadi bangkit rasa kesukuannya dan mencari2 info ttg kesukuan, bahkan jd mempelajari sendiri bahasanya. Padahal sebelumnya ga pernah tuh selama tinggal di Jakarta. Bahkan bokap yg asli garut (sunda) serta nyokap sidempuan (batak mandailing) ga pernah tuh memperkenalkan bahasa sunda/batak, pakaian adatnya, makanannya, dll yg bersifat etnik pd anak2nya.. Beda sama keluarga istri yg hrs mengakar kesukuan dlm keluarganya. Foto keluarga hrs ada dlm balutan adat jawa & ada adat melayu.. makanan harus toleran antara masakan jawa & masakan sumatera..
INTINYA.. Masalah kesukuan uda ga seharusnya jd pembahasan (yg ujung2nya jd kemelut krn ada yg narsis & ada yg dipojokkan)..
GA AKAN PERNAH MAJU INDONESIA
October 6, 2011 at 10:13 pm |
Setuju buangett mas…tapi gak ada salahnya juga mas-nya belajar dan tau sesuatu yang sifatnya etnik dan berbau2 budaya asal jangan saklak aja….
Salam kenal juga
lily
October 5, 2011 at 9:48 am |
perasaan orang palembang gitu bgt deh..
hahaha
kak yuk..
sifat orang bukan hnya bersal dri tmpt ia tnggal..
tpi dri Bintang nya aja kali..
n g smua orang kasarr kok..
jgn mengambil kesimpulan dri 1-2 smpel org plembang tpi..
dtang k plg lngsung dong..
ORANG JAWA G SMUA NYA PADA PAKEK BLANKON KAN..???
SMA ORG PALEMBANG G SMUA KASAR DAN EGOIS KOK..!!!
October 6, 2011 at 10:10 pm |
setujuu buangett maa kata2nya….saran saya sihh..kenalilahh orang dengan lebih dekat, itu akan meminimalkan rasa penasaran akan opini2 umum yang sudah mengakar di luar sana
“ORANG JAWA GAK SEMUANYA PAKE BLANGKON”, opini umum mengatakan orang Jawa “suka basa basi” tapi terus terang suami saya yang notabene lahir di Semarang, gede di Joja termasuk orang yang ceplas ceplos kalo ngomong. yaa jadi semua kembali ke individunya.
“”ORANG PALEMBANG GAK SEMUA KASAR DAN EGOIS”. opini umum mengatakan orang Palembang kasar dan egois padahal gak semuanya seperti itu karena terus terang saya pernah tanya ke semua “kenapa pilih orang Palembang untuk dijadikan istri? dia bilang karena saya orang yang paling tenggangrasa sedunia’ (narsis.com)
October 17, 2011 at 6:35 am |
Assalamualaikum,
Saya orang Sunda keturunan yang lahir di Jakarta menikah dg wanita Palembang keturunan yang juga lahir di Jakarta.
Saat ini kami tinggal di daerah Depok, Jawa Barat dan telah dikarunia seorang putri yang cantik dan lucu, Ibu mertua yang tinggal bersama kami sangat memanjakan putri kami ini.
Isteri saya sangat penyabar dan pengertian, kalau lagi kesal dia cuma bisa diam dan kadang bisa sampai menangis, kata orang sifat kami sama, kalau marah biasanya diekspresikannya dengan diam.
Saya sangat menyayangi isteri saya dan kelihatannya dia juga sangat sayang dengan saya.
Apabila saya boleh memberikan pendapat, maka akan saya katakan bahwa orang Palembang (terutama wanitanya) memiliki sifat setia, pengertian, santun, taat beragama dan sangat sayang dengan keluarga. Namun akhirnya semua kembali kepada individu masing-masing.
Demikian, salam kenal
Sigit S.
October 18, 2011 at 9:00 am |
waalaikumsalam…senang sekali baca ceritanya…semoga mas dan istri bersama anak selalu berbahagia dalam hidup….
November 10, 2011 at 3:27 am |
Asslamualaikum ayuk,
ayuk,Q novi nak nanyo nech sekilas tentang wong kito…
yuk,nian apo wong paelmbang tu sifatnyo keras??? cak manolah e yuk klu misal Q jadi dengan kakakQ tercinta di palembang tu??? 4th kita la samo2 (Long distance Relationship) tp masi be ado raso khawatir takut klu2 mereka dk galak dengan sifat wong jawo yg notabene selalu mengistimewakan suami.
nop jg ingin mengikuti syariat islam yg mengutamakan suami diatas segalanya yuk,yg katanya ridhoNya allah SWT y ridhonya suami & orang tua.
MAkasih banyak ya ayuk Rieda??? salam kenal
November 11, 2011 at 5:41 pm |
wa’alaikumsalam jugo Nov…. Salam kenal jugo dari aq…
Jangan terlalu ditakuti Nov, agek kejadian…bdoa bae mugo2 kekhawatiran Novi idak jadi kenyataan asal niat Novi Lillahi Ta’ala cuma nak ngikuti syariat Islam bae.
Wajarlah kalo Novi ado raso kuatir, wong pacaran lamo belom tentu jodoh tapi yakinlah kalo Novi samo kakak tercinto tuu samo2 punyo niat baek dan tulus dalam menjalin hubungan, insyaallah berjodoh….Amin…
November 22, 2011 at 3:35 pm |
wah ado be yang bahas cak ini.. iseng lewat yuk… salam kenal yuk, aku baru tinggal di palembang ini sejak juni 2011.. karena dapat gawe disini jadi aku merantau disinilah, aku aslinyo lahir di jakarta besar sekolah dari sd-sma di jakarta dan kuliah kito ini 1 almamater yuk aku mbek teknik mesin UI, kalau aku ini keturunan jawo tepatnyo semarang… aku nak cubo pake bahaso palembang yuk, sekalian belajar…
sejak aku di palembang ini mungkin ado yang aku bisa simpulkan tentang wong kito saat pernikahannyo yuk.. klo kata ku itu uang yang mesti dibayarke pihak laki2 ke pihak wanita itu terlalu besar klo yang aku tau pengalaman dari teman2 ku wong palembang. terlebih saat resepsinyo.. aiida mesti nunggu lamo , telat nian acaronyo dimulai… pertamo kali aku datang resepsi di palembang ini, jadwalnyo jam 9 ternyato jam 11an baru mulai… tapi itu jugo mesti nunggu prosesi selesai dan baru lah itu kito pacak makan… aku datang jam 10 karena aku kironyo kayak di jawo sano, jam 9-12 jadwalnyo itu bener2 dari jam 9-12 idak katek kayak disini, acara jam 9-1 diundangan jam 11 baru mulai acaranyo..itu dio yuk yg biso aku tau dan dapatkan dari budaya di palembang ini walau baru 6 bulan di palembang… hehe
November 24, 2011 at 4:48 am |
Salam kenal jugoo…mogo2 betahlah awak disano…memang budayanyo kalo nikah cak itu.pengantinnyo jadi tontonan, beda nian samo di jawo. dateng langsung mkn, selesai mkn langsung balek silih berganti. kalo di palembang bener2 yg dtg nonton acaranyo dulu, teng jam 12 baru mkn galo2nyo
yaa…ntar kalo dapet something yang gak enak di palembang, jangan sampe jero bae. harus kuatlah…hidup di sumatera mahh idak jauh dari hidup di jakarta….ayuk percayolah awak tahan banting…suxes di gawean yoo
December 3, 2011 at 2:56 pm |
makasi atas artiikelnya mb
membantu tugas kuliah saya..
saya orang palembang aslii hihiih
December 3, 2011 at 3:15 pm |
Alhamdulillah buangett kalo tulisan saya bermanfaat…salam kenal….
December 3, 2011 at 6:23 pm |
makasih sebelum nya mbak,,,,sekarang ini aku lg pacaran sama anak kayu agung,dia begitu manja dan trs meminta perhatian ku yg sangat ber lbh,meski dia sangat mencintai ku tp dia selalu bilang klo dia ga berani bilang sama ortu nya krn pekerjaan ku sendiri ga jelas,untuk membuktikan keseriusan ku aku sampai harus bersepeda dari malang ke palembang,sekarang kita lg mempersiap kan diri dg alternatif terburuk kita mau kabur aja….
December 6, 2011 at 3:18 pm |
Saya si ngerti mas-nya saling cinta sama si cewe tapi yaa dimana2 orangtua pengen anak perempuannya istilahnya dititipkan/ dinikahkan pada orang dengan perkerjaan yang jelas. dimana2 orangtua pengen liat anaknya setelah nikah bahagia mas…Sebenernya kalo mas bisa yakini ortu si cewe dan dapat membuat mereka tidak meragukan mas, semuanya akan baik2 aja koq^-^…yaa berusahalah dulu mas…dan masnya juga harus cek and ricek ke cewenya, betulkah dia mau nerima mas apa adanya, saya takutnya karena dia tipe cewe yang manja dan pengen perhatian berlebih, mungkin selama pacaran ga jadi masalah buat mas tapi setelah nikah kita kan harus lebih realitis, mas harus cari duit buat keluarga mas nantinya dan si cewe bisa gak diajak susah, jangan sampe di awal bilang cinta, setelah nikah dengan kondisi ekonomi yang pas ato semisal kurang mulai dee berantem, cinta tinggal cinta…Jadi saran saya, mending mas pikirin segala sesuatunya kalo memang mau nikah..
December 4, 2011 at 7:45 am |
PALEMBANG,,,sebuah tempat yg sangat mengesan kan bagi ku karean trip ber sepeda ku,untuk TRANS ARCHIPELAGO ,ku awali dari malang-palembang,aku memilih kota itu karena org yg sangat kucintai berada di sana , dan perjalanan itu yg memakan wkt 17 hari perjalanan menggunakan sepeda,special buat dia menurut ku palembang mempunyai ke unikan yg sangat mengesan kan meski kadang org banyak kasih info negatif,rupanya semua tidak se negatif cerita yg menurut ku hanya isu publik dan sentimen ke sukuan,,,,setelah ku baca bbrp koment miring tentang wanita palembang saya rasa tdk segitu nya negatif,semua butuh pemahaman yg bisa di lihat dri segi mana pun jangan pernah nilai org dari ke sukuan lht individu masing2,,,bukan indonesia klo hanya ada satu suku di negara ini,BHINEKA TUNGGAL IKA harus tetap jd semangat berbangsa,sekarang aku lg mempersiap kan trip selanjut nya utk melihat suku2 indonesia yg lain di timur,MALANG-LARANTUKA,,,,,THX mbak telah menulis artikel tentang palembang
December 6, 2011 at 2:59 pm |
Wahh….wah… saluttt buat masnya 17 jam naek sepeda, sepeda motor khann…bukan sepeda gayung khan…ini salah satu nilai plus buat cewenya mas…
Banyak orang menilai secara umumnya org Palembang dg isu2 negatif mas…karena melihat keumuman tadi jadinya mengeneralisasi ohh semua org palembang begitu…terus terang saya senang dengan orang yang bisa berpikir positif dg sgala hal yang ada dan berfikiran terbuka kayak mas…goodluck untuk mas dee…
December 6, 2011 at 9:53 am |
kalu uji aku tino palembang tu nyenyes wakakaka…
tp cindo…
kangen pulang ke palembang
December 6, 2011 at 2:54 pm |
yoo mak itulah betino Palembang…kalo la ngomong keluar mulut canteknyo…apolagi kalo sebel samo uwong atawa kalo lg marah keluar sadisnyoo…yoo ini balek2 ke uwongnyolahh kak…
December 7, 2011 at 7:43 am |
assalamualaikum mbk………… ana dinda………….
saya pngn sharing k mbk mengenai poligami, kebanyakan orang melakukan poligami jga atas dasar ketdakpuasan sex trhadap pasangan nya???? menurut mbk bgaimana???? trus trkadang alasan jga untuk pemenuhan ekonomi kluarga, n ada pndapat jga yang prnh sya tau,,,, bhwa mlakukan poligami untuk mengatasi problem masalah semisal saja problem orang tua dengan orang lain ketika ada hutang piutang. n cra pnyelesaiannya hnya satu, yakni menikahi pihak yg di hutang piutangi…….? gmana mnurut mbk??????
December 9, 2011 at 7:04 pm |
wa’alaikumsalam dinda…
Menurut saya sendiri ‘Poligami’ memang ada dan disyahkan dalam ajaran Islam tapi tentu aja ada syarat yang melatarbelakangi alasan seorang lelaki melakukan poligami walopun didalam islam membolehkan seorang lelaki memiliki 4 istri dan tentu saja ada syarat dan tujuannya. Tapi di kita, lelaki poligami lebih kepada syahwat walopun istrinya sudah melayaninya dengan cukup lahir maupun batin sehingga para lelaki ‘menggampangkan’ masalah poligami. Nabi Muhammad SAW melakukan poligami dengan tujuan menikahi para janda yang ditinggal mati para suaminya ketika berjihad dengan tujuan untuk melindungi wanita tersebut dan hal itu juga dilakukan setelah wafatnya Siti Khodijah. Para suami sekarang kebanyakan melakukan poligami, yaa memang lebih kepada tujuan ‘syahwat’yang dicari janda cantik ato gadis muda. Cobaa kalo disodorkan nenek-nenek yang sudah lama menjanda dan butuh dilindungi, apakah para suami yang mau poligami mau menikahi nenek2 itu???
Ada juga alasan suami poligami karena disuruh sama istri dengan alasan hal itu bernilai ibadah. Bisa jadi istri menginginkan suaminya menikahi sahabatnya yang tidak kunjung dilamar orang dengan tujuan membantu sahabatnya. yaa ini boleh2 saja, bahkan kalo si istri betul2 bisa iklas lahir batin sampai akhir, betul2 bernilai ibadah untuk si istri. Cuma memang kebanyakan di awal si istri mengiklaskan suaminya poligami dan seiring perjalanan waktu ternyata hati suami yang dulunya sangat mencintai dirinya ternyata lebih’cenderung’ ke istri yang muda. Di sini pertanyaan saya, apakah si istri yang pertama betul2 bisa ‘mengiklaskan’? semisal si istri tua bisa tetap iklas, sungguh luar biasa ibadahnya di mata Allah. Ada sebagian kaum perempuan bisa mengambil kebaikan dari poligaminya suami, misalkan ketika istri sedang haid ato sedang capek/ males melayani kebuytuhan sex suami, suami memiliki pengganti yang syah sebagai tempat untuk menyalurkan kebutuhannya.
Menurut yang saya ketahui dan pelajari, dalam islam sendiri suami melakukan poligami dengan syarat si istri sakit berkepanjangan sehingga tidak bisa melayani suami, siistri tidak dapat memberikan keturunan, siistri tidak dapat memuaskan kebutuhan sex suami karena suami memiliki kebutuhan sex yang jauh lebih besar. Kalopun dalam kenyataannya kadang kita temui orang poligami dan mau dipoligami karena alasan pemenuhan ekonomi keluarga atau mengatasi hutang piutang, hal itu syah2 aja tapi memang tidak murni lilahi ta’ala.
Jadi kesimpulannya, dinda silakan memilih ^-^
December 11, 2011 at 5:56 pm |
ass… mbak,, saya asli orang palembang,,, saya menyanggal semua yang menjelek,jelekkan org plg,,, org plg memang kliatanyo sadis tp,, di sisi lain urang plg baek klu kmu pacak ngambk atinyo,,, klu kmu nak bmain main dg urang plg cubokelah ,,, takaran pisau ke dado,,, plg memang di segani di seluruh tanah air ,, bahkan sangkin seganyo presiden kito takut nak maen ke plg, urang plg sbnarnyo baek2 nmun memang dri bhaso nyo yg kasar ,,, po lg watak ny yg urang galak takut dg urang plg,,, aq lh bnyk pengalamn , wktu aq galak ngari saudara aku yg di jkrta , kpn stiap aq dtg tak prnh bnyk bunyii,,, jd kpd kanco2 yg galak nyelekkan urang plg,,,,, ati2 bae kalu pisau nancap ke dadio…
December 14, 2011 at 1:23 pm |
wss kak…bener nian apo kato kakak tuu…tapi yang baco pasti da ketakutan dulu hee2….
December 27, 2011 at 7:16 am |
yupz,,,salam kenal be yuk,,ckmno kabarnyo???
aku uong LAHAT,,sumsel
orang palembang itu keras egois dan emosian,,itu sangat benar,,setia kawan,,yupz!!,,paling setia,,,asal kawany tdk mengecewakan ,,,krena orng palembang sekali dibuat kcewa,,mreka g akn percaya lagi,,,
orang palembng paling g suka ama orang yg lain dimulut lain dihati,,,,,krena org plembang fair,,,suka bilang suka,,g suka ya bilang g suka,,,
ohya,,siapa yg bilang orang palembang pemalas???
salah besar,,,justru orang palembang lebih mandiri dripada orang jawa,,khususnya sunda
sedikit cerita….
saya punya pacar,,,orang sunda,
pertama dy ragu buat ngenalin saya ke ortunya,,(mungkin image palmbang yg jelek kale ya,,)
tpi saya memaksa buat kenal dengan orang tuanya,,,saya ingin mmbuktikan,,bahwa orang palembang g seburuk yg mereka kira,,,
dan stelah perkenalan itu,,malah orang tua pacar saya baik banget sama saya,,dan kita direstuin,,,
dan sekrgpun meskipun kami masih pcaran(mksdnya belum merried) tpi kami udah kayak keluarga,,,
saya dekat dengan kakaknya,adik”nya ,,ayah dan mamanya,,,tantenya,,neneknya,,pokonya smua keluarganya saya udah kenal dan deket,,,,
dan insyallah,,kami akn berjodoh,,
kembali ke diri qt masing” bgaimana kita menyesuaikan diri,,,
yaaa,,yg namanya beda tempat beda adat…gimana kitanya aja,
pahami adat orang lain,,,jgn memksakan adat kita,,,ambil yg baiknya aja dari setiap suku,,,mungkin itu akan menjadikan kita manusia yg lebih baik,,
palembang: mandiri,berani
sunda: sopan,lemah lembut,
jawa: ulet,tekun
coba kalo semua itu digabungin….ASIIK KAN???
oya satu lagi ,,buat maslah setia,,,,orang palembang itu paling setia man!!!
asal jangan dikecewain aja,,!!!
buat orang luar palembang,,entah itu jawa,sunda ,jogja,dll,,
orang palembang itu asik man,,asal klian bisa ngambil hatinya,,!!!
yg pasti jgn ngomong belakang,,,,fair!!!
insyallah,,
January 2, 2012 at 5:48 pm |
Wahhh…kalo omongan kakak tuu, aq sepakat nian…setuju galo dengen pendapat kakak tuu…mogo2 wong di luar sano terbuka pikirannyo^-^
January 13, 2012 at 7:41 pm |
wsss…salam kenal jugo…bener nian apo kato awak tuu…insyaallah banyak uwong yang di luar sano atinyo kebuka bahwa uwong Palembang tidak sejelek yang mereko kiro
December 27, 2011 at 7:27 am |
aq uong lahat!!!
buat uong di tanah jawo,,
jangan klemar klemer,,cak betino,,
jgn galak ngomong belakang,,,
men dag setuju,,ngomong,,,betujahan be kito,,,
awak penakut galo,,apo lagi uong SUNDO,,,berani di daerah tulah,,merantau dak berani,,ck uong rumahan,,anak mamah papa,,
,ngomong anjink tulah pacaknyo,,,,
disegak!! tediam,,,,,
fuck buat pulau jawo!!!!
January 13, 2012 at 7:42 pm |
ai…ai…si kakak kito sikok ini…bikin uwong Sundo samo uwong Jawo jadi takut bae6^-^
August 23, 2012 at 9:07 pm |
eta naon bawa” urang sunda …
ngomong naon deui… -_- ” zzzzzzz
January 2, 2012 at 3:33 pm |
apapun kata sampeyan semua ,..ibu ani , ibi negara milih manti gadis palembang utk anak lakinya , bkn wong jowo , ataupun org sunda ,..what can you say??? palembang is the best gadis nya,…gak klemar klemer n setia pastinya…
January 13, 2012 at 7:45 pm |
hee2…gadis Palembang dipuji…seneng nian aq dengernyoo…memang mak itulah rato-rato gadis Palembang…
January 5, 2012 at 1:15 am |
Amen wong Plembang asli bahasonyo idak kasar. Yang galak dipake mak ini hari itu bukan bahaso wong Plembang asli. Samo yang aku pake ni bukan bahaso Plembang asli. Bahaso Plembang asli itu cak bahaso Jawo.
Yang harus di ketahui sekarang ni, siapo la sebetulnyo yang pacak disebut sebagai wong Plembang baik dijingok dari segi etnik dan budaya. Jangan disangko semua yang tinggal di Plembang dan make bahaso Plembang (sehari-hari) otomatis jadi wong Plembang.
Tunggu tulisan aku yo
Wassalam
January 13, 2012 at 7:52 pm |
Nahh…ini omongan uwong Palembang asli nian ^-^…
jangan lupo bae tulisan lanjutannyo….
August 21, 2012 at 7:48 pm |
kulo nembe mangertosi bileh baso palembang alus meniko hampir mirip kaliyan boso kromo inggil..
matur nembah nuwun anandakemas…
salam hangat
August 21, 2012 at 10:28 pm
Salam hangat juga mas…pada dasarnya mang baso alus palembang hampir mirip dg boso kromo inggil
January 15, 2012 at 3:02 pm |
Assalamualaikum elfrieda,
Saya dari Malaysia. Blog puan dibaca untuk saya dapatkan gambaran tentang sifat-sifat keturunan Palembang. Nenek saya adalah keturunan Palembang yang dibesarkan di Singapura. Saya tersenyum apabila saya dapati ada sifat-sifat ornng Palembang pada nenek saya. Dia petingkan ilmu pengetahuan, jiwa bersifat seni dan bijak membuat kerja tangan yang halus.Dia suka kepada keindahan taman, bijak memasak. Satu masakan tradisi keluarga kami ialah ayam pasung. Betul adakah masakan ini di Palembang? Beliau seorang yang tegas dan dominant membuat keputusan. Kuat beragama, berpolitik dan ramai kenalan orang ternama. Dia seorang yang berani. Apabila dia marah, dia sangat digeruni. Pernah ayah saya berkata, ” Jangan main-main dengan perempuan Palembang apabila marah akan singsing lengan dan terus menbuka silat.” Saya ingin ke Palembang untuk mengenai my roots. Thank you for your blog and I need to know more about the people of Palembang and traditions.
January 18, 2012 at 11:20 pm |
thanx for your attention…bila puan ada waktu maen-maenlah ke Palembang. Memang betul apa yang dikatakan ayah puas “perempuan Palembang dominan dan kalo marah keliatan jagoannya ^-^”
January 23, 2012 at 1:20 am |
oo..begitu ya bro…
January 27, 2012 at 4:44 am |
mba mau tanya saya org sunda punya pacar palembang knp ortu co ga setuju sama org sunda
February 13, 2012 at 7:05 am |
Kadang ortu2 qt suka percaya sama mitos2 yang sudah beredar…mitos org Palembang kepada cewe sunda mah biasanya gini non..tapi jangan tersinggung yaa…
cewe sunda tuu katanya materialistik, abang senang disayang abang susah di tendang kasarnya cewe sunda itu kurang setia. Begitu non…dan kamu gak udah kuatir, tunjukin kam gak seperti itu koq..goodluck yaa
January 27, 2012 at 2:40 pm |
Mbak,kenalin Aku ke Cewek Palembang.. Saya pemuda asli Solo(Wonogiri),Jawa Tengah… Saat ini kuliah di sebuah perguruan tinggi di Solo…
January 29, 2012 at 5:59 am |
Mau komen sedikit,,
aku orang jawa yg sdh hampir 6 tahun tinggal dipalembang..
pernah pacaran sm org palembang tepatnya dr kayuagung,,,
memang sih mantan pacarku it memiliki sifat yg hampirrrr sm dgn keluhan2&komen dr temen2 diatas… bhkan dia putusin saya sepihak karena wkt itu dia br wisuda dan mulai menjd CPNS sedangkan saya msh semester 4…tnpa salah dan alasan dia mutusin saya begitu saja..stelah beberapa lama saya br sadar kl sebenarnya dia hanya memanfaattkan saya saja,,akhirnya saya tahu dia menikah dgn wanita lain…keluarganya pun bs dibilang tdk welcome dan angkuh.. tp ya sdh mungkin it salah satu karakter yg saya temui dr org sumatera selatan.. apapun sukunya kita harus saling menghargai dan jgn menindas suku lain hanya karena suku tersebut terlihat lebih lemah…
February 13, 2012 at 6:58 am |
Memutuskan segala sesuatu bahwa sebuah “hubungan harus diakhiri” ataukah di putusin secara sepihak bukan akhir segalanya
Kadang segala sesuatu yang tampak “jelek” di mata kita ato yang kita alami tidak selamanya jelek koq non…positif thinking aja…jangan pernah trauma yaa berhubungan dengan orang Sumsel…
GGoodluck yaa
January 29, 2012 at 6:36 am |
Saya Beny Eko Prasetyo,dari WONOGIRI,JAWA TENGAH… Ingin berkenalan dengan gadis Palembang… Saat ini saya masih kuliah di Kota Solo,Jawa Tengah…. Salam Kenal dan salam Indonesia…
February 13, 2012 at 7:01 am |
Lhoo kepiyee thoo mas…orang dimana2 takut nikahin gadis Palembang…malahan mas nya pengen cari gadis Palembang ^-^
Nanti dee klo ada lhoo mas…tapi saya harus tau dulu usianya mas berapa thoo…takutnya saya nyodorin gadis Palembang yang lebih tua hee2..
January 29, 2012 at 3:03 pm |
salam kenal mb elfrieda
, saya orang jawa asli tepatnya di yogyakarta . saya punya cowo asli palembang tepatnya di muara enim . kami pacran sudah 2 tahun dan itu adalah waktu yg sya anggp cukup untuk mengenal cowo saya . menurut saya , dia itu emang keras, mudah emosi, tapi kalo soal kejujuran dan kesetiaan dia saya acungi jempol. tapi saya sedikit kurang cocok dengan keluarga cowo saya . saya pernah di kenalin dengan kluarga si cowo . saya sudah sering bertemu dengan kakak prempuannya . disini saya melihat bahwa kakak prempuannya orangnya sangat perhitungan dalam masalah keuangan. termasuk sangat perhitungan dengan cowo saya alias adeknya sendiri. tapi kalo untuk kebutuhannya sendiri, berapapun harganya tak jadi masalah untuk dia mbak. dan apa yang diinginkan harus terpenuhi. sampai bisa elus dada
.. kalo dengan orangtuanya baik, tp sedikit berbicara kalo dengan saya . ( mungkin itu td yg dikatakan mb kalo org plmbang susah untuk welcome ) . tapi untuk sejauh ini saya masih bisa untuk mengerti . semoga sampai nanti saya bisa lebih memahami lg
February 13, 2012 at 7:13 am |
Salam kenal juga An…klo ana bs mengerti kurangnya pasangan dengan sifatnya yang keras dan emosian semua hubungan akan baik2 aja..
Sebuah hubungan akan retak bila salah satu pasangan tidak nyaman dengan kekurangan yang ada dari pasangan. Bila masing2 dapat menerima kurang lebih pasangan, hal itu sgt baik sekali tapi cobalah dalam menjalin hubungan qt berdua menjadi dua pribadi yang saling menularkan sifat yang baik2 dan menjadi dua pribadi yang mau merubah diri menjadi lebih baik lagi. Bila pasangan adalah seorang yang keras dan mudah emosian, gak ada salahnya Ana pelan2 mengingatkan pasangan dengan bahasa yang cantik dan lembut serta penuh perhatian mengenai sifatnya yang keras dan mudah emosi dengan alasan sesuai logika karena setau saya cowok akan lebih mau menerima saran dari qt yang cewe bila sarannya tidak menyinggung ego kelakiannya dan masuk akal dalam logikanya…
February 5, 2012 at 5:28 am |
assalamualaikum ayuk elfrieda, yuk masih inget ga ttg pembahasanku wktu itu…yg ortuku asli jawa sedangkan cwoku orng palembang…ampe skrng blm mau merestui hub kita…dr pihak cwoku dah mendesak kita untuk buru2 menikah..tp kami tidak menemukan jalan keluarnya yuk…dr pihak cwoku mengusulkan untuk kawin lari saja…apa itu baik untuk kita yuk?
February 13, 2012 at 6:45 am |
Wa’alaikumsalam non..aduhh jangan dee kawin lari…tetep besok2 posisimu akan lemah di keluarga pihak cowokmu…Janganlah…
menikah kan sesuatu yang baik dan kalo bisa menikah sekali seumur hidup, direstui oleh kedua orangtua dan menjadi berkah semesta…
Berusahalah duluu…jangan lupa berdoa untuk dimudahkan dan harus diingat lhoo gak semua yang tampak jelek kelihatan mata ato yang kita alami akan jelek nantinya…gampangnya gini non…orangtua qt tarohlah gak nyetujui hubungan qt dengan cowok qt walopun qt berusaha keras masih juga gak disetujuin oleh ortu tapi jgn lupa berdoalah dgn ketulusan hati kpd Allah karena dia lebih tau kebaikan utk qt…mungkin saja dengan sikap ortu yang menentang hubungan hesti adalah salah satu cara Allah menyelamatkan hesti…jadi jangan lihat jeleknya dulu dari sikap ortu tapi tetep berdoa minta yang tebaik. kalo memang si cowo betul2 org yang baik dan pantes untuk jd suami hesti, Tolong Yaa Allah dekatkanlah dan lembutkanlah hati kedua ortu hesti. Sebuah pernikahan harus diawali dengan sesuatu yang baik non…jangan pernah berfikir untuk kawin lari lhoo
February 6, 2012 at 5:12 am |
Hesti , saya Norly. Jangan kawin lari. Dapatkan restu ibu bapa supaya hidup kita diberkati oleh Allah. Pujuk dan berlaku baik pada ibubapa semoga mendapat persetujuan mereka.
February 11, 2012 at 5:31 pm |
asalam mualaikum salam kenal mbak elfriedas.sungguh bermanfaat blog ini sekrng saya sdang dekat dengan akhwat dari palembang tpi menurut saya sepetinya positif thingking aja dan saling memahami insya allah semuanya kan baik baik saja ,ya kan mbak apa lagi klo dah punya fondasi agama yang kuat dan pendidikan yang baikk ,,
February 13, 2012 at 6:33 am |
wa’alaikumsalam dan salam kenal juga…yang penting apapun bentuk sifat, sikap, dan budaya dari berbagai daerah walao berbeda…yang penting patokannya agama karena dimanapun qt berada patokan agama cuma satu jadi kalo sifat, sikap, dan budaya dari berbagai daerah tidak sesuai dengan agama, tentunya ditinggalkan. Jadi yang menyatukan sebuah hubungan adalah agama. yaa saya setuju sekali dengan pendapat mas Jokonya…Goodluck yaa
February 16, 2012 at 3:59 am |
assalamualaikum mba….
sebut saja saja Rie, sekilas saya baca mengenai orang palembang mba, saya mempunyai pacar mba dia orang palembang mba,saya kenal dia 1 tahun, tapi lama pacaran kami hanya 2 bulan mba,lantaran dari keluarga pihak pacar saya tidak menyukai saya, saya bingung awalnya knp tidak suka dg saya,yang saya tau saya baik dengan keluarga nya,dan cowok saya pun tanpa menjelaskan apa2 dy lost kontak dg saya, saya bingung ketika itu apa salah salah… sebelum saya berpacaran dgn dy, dia pernah bercerita dg saya, sebelumnya dy mempunyai pacar juga, tapi tak lama juga lantaran ibunya tdk menyukai alasan ibu nya ga mau orang sunda, dan saya bukan orang sunda, saya orang jakarta,pacar saya pun menurutin orang tuanya,untuk memutuskan cewek nya,dan akhirnya bertemulah dgn saya, dan dy pernah berkomitmen bahwa akan memperjuangkan saya di keluarganya,saya akhirnya menerima dy, walaupun di pikiran saya semua butuh proses, pacar saya 1 bulan pertama begitu sayang sama saya,dan ketika pertemuan saya dengan ibu dari pacar saya, di situlah hub kami berakhir, karna orang tuanya tidak menyutui saya,saya tanya sama cowok saya, jawabannya ga tau, kemungkinan karna saya masih pendidikan d3 dan materi, yang saya bingung knharus spt itu, karna cowok saya bekerja sebagai sales mobil akhir di penghujung saya cowok saya juga putus sepihak dan malah membenci saya, semau di delete pin bb dll, padahal saya susah menyakinkan dy, untuk coba usah, tpi dy bilang ga mau durhaka, ibu nya berpesan sm dy jgn hub apapun dg saya,walaupun temen,saya sayang dg pacar saya, saya mau usaha, tapi cowok saya berbeda, dy berkata saya adalah pengganggu hidup dy, saya minta solusinya mba, ya walaupun saya di sakitin dan di jahatin saya ga bisa membenci dy,karna saya tau semua dasar manuasia adalah baik, tergantung manusianya, yang saya bingung ibunya itu … karna setau saya seorang peremuan mempunyai hati nurani,tak akan spt itu, bahkan pacar nya spt orang yang tanpa hati sekarang,
February 19, 2012 at 6:27 am |
Wa’alaikumsalam Rie…saya ngerti koq Rie sayang banget sama si cowo…si cowo mungkin tipe anak yang nurut apa yang menjadi kemauan ortu. Dia akan menikah dengan perempuan yang memang disetujui ortunya terutama oleh ibunya…memang gak masuk akal tiba2 ibunya gak sukaa aja sama Rie padahal Rie baru ketemu dengan ibunya. Yaa itulah orgtua kadang bilang “gak suka” dengan pilihan anaknya gak suka aja tanpa memberikan alasan yang bisa diterima.
Cuma saran saya sih, semisal si cowo tidak inginkan Rie lagi…yaa sebagai perempuan harus punya harga diri, jangan kayak gak punya cowok yang laen aja…yaa dunia gak selebar daun kelor Riee…Buka hatilah sama yang laen.kalo memang si cowo betul2 sayang dan serius sama Rie, walaupun ibunya gak setuju tentu sebagai cowo yang gentle, dia akan perjuangkan Rie koq…
Sekarang Rie gak usah sakit hati dan merasa dijahati oleh keluarga si cowo…mulailah dengan hati yang baru, buka lembaran baru…untuk apa memperjuangkan sesuatu yang sia2 dan memperjuangkan cowo yang tidak bisa memperjuangkan kita sebagai wanitanya di hadapan keluarganya^-^
February 16, 2012 at 7:47 am |
maksudnya posisi lemah di pihak cwoku apa ya yuk, aku kurang paham…??? posisiku skrng dah buntu bngt yuk, seperti di pembahasanku itu bahwa bokapku benci bngt ama cwoku…smua udah aku yakinin ke ortu aku tp tetep ga ada kesetujuan…aku sampe cekcok ama bokapku, krna niat kmi baik untuk menikah..tp ga ada jalan keluarnya…malah dr saudara aku nyuruh cwo aku untuk kuliah dlu, d tanya udah pnya tabungan blm, dll yg membuat cwoku jd tersinggung, seolah2 di mata keluarga dr cwoku di rendahin bngt…khan dah keliatan maksud dr omongannya jg ga setuju….saudara2 dari cwoku nyaranin kawin lari tp ortu dr cwoku melarang untuk kawin lari, krna niatnya menikah itu untuk silaturahmi..tp dlm diriku berat untuk kawin lari..aku jd bingung
February 19, 2012 at 6:08 am |
maxudku klo km kawin lari, posisimu akan keliatan lemah di keluarga cowokmu, seolah-olah kamu gak punya dukungan dari pihakmu sama sekali. Kalo emang km udah mantep mau nikah ma pilihanmu, yaa kamu cari orang ketiga dari sebelah keluargamu misalnya pamanmu untuk jadi walinya ato mnta bantuan pamanmu untuk melembutkan hati bapakmu…pokoknya jangan dee mau kawin lari…menikah itu seuatu yang sakral lagi baik, jadi mulailah sebuah hubungan dengan cara yang baik dan dengan keridhoan ortu biar ke depannya enak non…Ayooo berusahalah dan berdoa…
February 19, 2012 at 3:36 am |
assalamualaikum….saya fauziah,saya orang jawa saya sedang dekat dengan cowok palembang…kami kenal di tempat kerja awalnya pertama kenal dia yang mendekati saya duluan lalu kami saling sharing dan jadi dekat orangnya supel,ramah sama semua orang dan cerdas dalam bersikap,kami sempat berpisah beberapa bulan dan ada sedikit masalah komunikasi,ketika bertemu lagi dia baik seperti tidak ada masalah diantara tetapi setelah beberapa hari dia menunjukkan emosinya meluapkan semua isihatinya dengan emosi tinggi saya hanya terdiam selama dia marah saya tidak melawan ataupun membantah karna saya tau yang dia bahas memang benar sebab kurangnya komunikasi walaupun sampai merinding dibuatnya karna baru kali ini melihatnya marah,,,tetapi setelah dia selesai marah dia lembut lagi dan mempersilahkan saya melanjutkan aktifitas dan sambil menatap saya…hingga keesokan harinya dan seterusnya dia baik dan lembut saya tetapi dia lebih banyak diam dan menghindar dari saya walaupun terkadang suka bertemu,saya bingung apakah dia serius sayang sama saya atu tidak ya ? sebelumnya terima kasih ayuk…
February 19, 2012 at 6:15 am |
wa’alaikumsalam…gak ada salahnya Fauziah tanyakan secara blak-blakan kepada si cowok semisal Fauziah punya perasaan pada si cowok biar jelas…
Kadang cowok Palembang kurang bisa mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya tapi bisa Fauziah liat dari emosinya ketika mengungkapkan sesuatu. Terus terang saya gak tau yang si cowok ungkapkan ke Fauziah ketika marah. Sebenernya dari situ Fauziah bisa ambil kesimpulan apakah dia serius dan sayang sama Fauziah. Lebih enak dan jelas, tanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan. Permasalahannya adalah Fauziah berani gak nanyain langsung ke orangnya?/
February 20, 2012 at 12:22 pm |
sebenarnya saya ga berani untuk menanyakan secara langsung karna saya fikir takut mangganggu privasinya..jadi saya memilih mengikuti saja..tapi saya penasaran dngan perasaannya pada saya,yang dia bahas pada saat marah tu tentang msalah komunikasi aja yang salah faham mungkin dan dia berpesan u/ menjaga imej saya sebagai perempuan krna d tempat kerja pun dia sangat perhatian dan saya nilai terlalu berlebih mungkin dia tidak ingin saya dekat dgn tman kerja laki2 padahal kan hanya teman kerja semua…fiuuhhh saya jadi bingung d satu sisi saya senang dengan perhatian’a d sisi lain saya seperti d batasi….(satu lagi klebihan cowo palembang yang saya kenal slama ini mereka setia,cerdas dan jujur apa adanya,klo bener ya benar klo salah ya dibilang salah…i love you ka a**…)
February 22, 2012 at 6:06 am |
betul itu , setia !
karna aq udah ngerasain .
temen cowok (org palembang) ,dia cinta dan syang sm aq dr SMP kelas 3 sampai skrng aku udah lulus . dia masih menyayangi aku dan terbukti dia belum punya pacar sm sekali .
padahal aq sm dia ,beda kota .
aq bener2 salut dan bangga sm kesetiaan orng palembang .
kalo dibilang ganteng, dia ganteng . tp setia <3
February 22, 2012 at 7:57 am
Umumnya orang Palembang (co/ce) setia2…tapi yaa itu kembali ke pribadinya masing2 non..^-^
February 22, 2012 at 7:54 am |
Bisa jadi sicowo punya perasaan dengan Fauziah tapi akan lebih enak dan jelas dan jangan sampai Fauziah berandai2 gak karuan, mending ditanyakan langsung ke orangnya…takutnya kita sebagai perempuan rasa berasa sendiri alias ge-er…begitu Fauziah…jangan sampe Fauziah menganggap lebih, si cowo ternyata cuma suka2 biasa gak lebih.
February 22, 2012 at 6:01 am |
assalamualaikum ..
mau tanya dong ,
adat palembang , ketika meried yg bawain duit ny (maaf kasar)
itu calon mempelai pria atau wanita nya yah ?
langsung aja
aku ini orang jawa , dan di adat jawa yg aku tau , waktu pernikahan yg bawain duit ny itu dr keluarga si pria ,
tapi kemarin aq nanya ke teman dekat aq (org palembang) dia bilang wanita yg bawain duit ke keluarga pria .
jujur aku kaget setengah mati . karna benar2 bertolak belakang budaya dan adat istiadat nya dengan suku aku (jawa).
dan teman aq menjawab ,kalo wanita ny keberatan yah mending gak usah .terkesan egois .
apa benar yg di katakan teman ku itu ayuk ?????/
terakhir dia bercerita ,itu hanya gurauan (bercanda) .
tapi aku bener2 butuh jawaban yg realita n fakta nya ,
mungkin ayuk bisa membantu .
makasih
February 22, 2012 at 8:00 am |
wa’alaikumsalam non…di Palembang sendiri ada 8 kabupaten, kemungkinan punya adat yang berbeda non…yang jelas di adat Palembang sendiri yaa cowoklah yang bawain duitnya karena si cowo di posisi melamar, mau cowoknya dari Palembang sendiri maupun dari luar Palembang non…
February 29, 2012 at 11:12 am |
Buat elfrieda salam kenal ye……boleh jugo tuh blog nyo….
salam dari aku budak Plaju hehehe
March 2, 2012 at 1:51 am |
Salam kenal jugo Kak dari budak Lemabang…mokaseh pujiannyo…he2…
March 8, 2012 at 10:35 am |
Aslkm…
Lam kenal Ayuk…
sya baru bka blog ny.. Hmmn sneng bnget.. bnyak nmbah pngtahuan wt sya..
Oya mf sy curhat bolh kn y??.. sklian mnta bnyk msukan nya….
Bgini..sya orng sunda, kbetulan krang lgi jalani hub ma lk2 org plembang. kira2 qta udh 2 thn lbh hub.. sdkit bnyak ny Qt udah tau karakter masing2.. dn jga keadaan klrga msng2…
dlu dy kul d bndung, tp krang udh pulng coz kul ny alhmdlh udh slesi. krng qt hub jarak jauh ja. sy krang msih kul mdah2an <2 thun udh slse.. dy bilang udh sya slse kul dy akn nkahin sy (krna pa2ny ingin smua ank2 dn mnantu2 ny min slse kul S1 dlu sblm mnkah), sklian ktany smbil dy nabung wt nkah+ khdupan stlah nikah nnti…klrga qt jga alhmdlh udh tau hub qt..
Yg kdang wt sya sedih jlani hub ni, kdang sy udh gk bsa hdapi sfat &sikap ny yg sngat keras.. kadang egois,boros, gk mau d atur, gk mau mnt mf mski dy yg slah, ska marah2. misalkn marah k org ln tp qt jg ska kbgian jtah marah ny dy.. dy pling gk benci klo dy sdang marah sy melawan. bbrpa lma sy msh bsa mnrut dn sbar. tp kdng sy gk than dn pngen mmbela dri klo sy mmg gk slah.. tp dy mgartikn ny sy ttap melawan dy.. dn akhr y sy cma bsa nangis ja gk tau msti gman hdapin dy… dn skrang klau dy marah pling sy cmadiam ja, krna sy pkir mgkin dgn diam cra yg trbaik hdpi sfat dy..
tp d si2 ln sya sngt mnyyangi dy, dn dy jga sngt tau akn hal itu… tp knpa dy msh khianatin sy.. pa lki2 orng plembang ska mmprmainkn prmpn smua??? dn stahu sy tmen dy yg orng sna jga yg kul d bndung, ska main prmpuan jg… pa sya cma dprmainkan sja??
Udh brpa kli sya ptusin dy,sya udh gk kuat jlani hub ini.. tp dy sll dtang lg k sy.. mta mf dn dy mhon agr sya jgan nnggalin dy, dy prnah blng dy sdar klo slama dy khianatin sy itu cma nfsu dy ja, dn yg sbnarny dy syangi dn yg ingin djdiknny istri adlh sy…
krna rsa syang sy yg bsar dn tulus akhr ny sy mnrima dy lg.. bgtu dn bgtu smpai sy sdah gk tau brpa kli sya blng ptus dn sy trma dy lg.. Pa sy salah akn hal itu yuk??
kmdian jka nnti seandainy qt jdoh dn mnikah… kdang sy brfkir pa bsa sy hdup bradaptasi dn brtahan d tngah2 orng palembang sna?? klrga dy bsa d pndang orng brada, sdngkan sy dr klrga biasa2 ja.. kdang sy minder dn jga tkut nnti klrga ny gmn2 k sy… gmn org plmbang(ortu) mmadang status sosial calon/mnntuny?? pa msti yg sekufu dgn klrga mrk?? trus dlu dy blang ktany ortua plembng plng tukt ank ny nkah ma orng slain plmbng/smtra lg.. ktany tkut ank ny tnggl d tmpt istriny dn nnggalin plmbang.. pa bnar sprti itu??
sy jg ingin tau pa yg bnar2 d inginkn dn d idam2kn olh lki2 plembang dri istriny?? dn mertua dri mnantuny??
mgkin itu dlu y.. slbihny nnti boleh mnta pndapt ny lgi kn???//
Sblum dn ssdahny, mksih bnyak y ayuk…
Dtnggu msukanny….
March 14, 2012 at 6:58 pm |
cowok palembang tu suka cewek yang kayak gimana?
March 15, 2012 at 4:13 am |
Sebenernya masalah suka gak bisa dikriteria non…kadang qt sadar cowok ato cewek yang qt sukai bisa dibilang “gak cakeplah” tapi qt “suka”. ada hal2 yang membuat qt suka padanya padahal qt punya segudang kriteria cewe/cowo. Kalau saya menyebutnya ketemu “Klik-nya”
March 17, 2012 at 8:18 am |
halo mb elfrieda…
nm saya Faridha 22 taun
sy asli jakarta
sy mau tanya ya mb..
sy pnya pacar orng palembang orng tua’a sih asli sana (batu raja)tp skrng tinggl di jakarta dan pacar saya jg lahir di jakarta..
sifat’a sih memang keras.td’a sy gak prcaya sm omongan tmn saya yg pnya suami orang palembang klo orng palembang itu sk mentingin kluarga’a sndri.
setelah sy jalanin sih memang sdkit bnr,ghimana nanti klo y sdh berumah tangga yah?
klo orng tua sy sih g ngelarang (setuju-sutuju aja) tp
yg saya heran sdh 1 tahun saya pacaran tp blm ada omongan yg arah ke pernikahan,klo sy singgung soal nikah dia jwb’a jalanin aJA dulu
klo gak suka ngalihin pembicaraan.pdhl dia udh 35 taun.
sy sih gak ngedesak dia krna sy tau sifat’a itu,klo sy gak sering ngalah mungkin baru jadian udh bubar…
karna sy sangt mncintai dia jd sy selalu menyeimbangkan dia.pdhl umur jauh lbh tua tp sy yg hrs bersikap dewasa…
sy mnta saran’a mb gimana cr’a bicara tentang arah serius tanpa hrs bikin dia tersinggung.mksh mb….
March 22, 2012 at 4:47 pm |
Hallo jg Faridha…pada dasarnya sifat org Palembang rada keras dan “sayang” sama keluarga. Menurut saya asal sesuai porsinya, sifat keras dan sayang sama keluarga gak akan jd masalah di kemudian hari.
Kadangkala ketika qt menanyakan masalah sebuah hubungan kpd pasangan qt dan jawaban pasangan adalah “jalanin aja” bisa dimaxudkan baik tapi bs jg dimaxudkan jelek. Jawaban tsb dikatakan baik karena qt gak tau jodoh qt ke depan siapa, drpada terlalu pasti mending jawabannya jalanin aja. Jawaban tsb dikatakan jelek karena terkesan gak serius dan masih menyimpan keraguan utk menjalin hubungn lebih jauh dengan qtdan tidak menutup kemudian suatu saat pasangan bs aja mengatakan “maaf, sebaiknya qt hentikan hubungan ini”.
Ada baiknya dan biar lebih jelas, Faridha memang hrs menanyakan hubungan lebih lanjut sama pasangannya agar tidak “sakit hati” di kemudian hari. Saran saya, Faridha cari waktu yg enak dan rilex utk nanyain hal ini. Bisa Faridha buka dengan kata-kata: Kak, qt kan udah lama jalin hubungan ini, cuma semakin dipikir kadang timbul “ragu”apa kakak betul-betul mo seius dan sayang sama Faridha. Seperti yang kakak bilang sebelumnya bener adanya bahwa hubungan ini dijalanin aja karena qt gak tau jodoh qt siapa tapi setidaknya niat qt berdua tuk jalanin hubungan ini sama@ serius dan tulus agar berakhir dengan sebuah kata bahwa “kita berjodoh”. Dari diskusi dengan pasangan, Faridha bs tau apakah dia serius ato nggak dari jawabannya.
Goodluck yaa..
March 30, 2012 at 1:30 pm |
heloo mba..saya juli 26 tahun…
cerita saya hampir mirip dengan faridha..dlu sy punya cowo org plembang. di awal dia serpertinya serius bgt pgn ngelamar.bahkan sudah ke rumah dan saya sudah di kenalkan kpd org tuanya.tp setelah lama berjalan dia malah memutuskan saya dengan alasan di jodhkan orang tua nya,pdhl saya tau org tua nya dlu sebelum dia mapan dia di sia siakan oleh orang tua nya bahakan tidak di akui lah.tp knp dia di jodohkan mau mau saja.pdhl dia blg sayang dan cinta. alasan dia mutusin saya ktnya dia tkt nga bisa bahagikan saya,saya terlalu baik , nanti kalau menikah pasti saya mendirita mba..bla bla.. pdhl saya sudah byk berkorban untuk dia mba..sakit hati saya dicampakan begitu saja dan keluarganya ternyata mau melamar cewe yang di jodhkannya itu..menurut mba gimna dengan sikap mantan saya itu yang jd saya fikirnya dia cuma mempermaikan saya saja..
April 6, 2012 at 6:59 pm |
Hallo juga juli…sebenernya byk cowo ktika prtama kali suka sama qt nunjukin keseriusannya, mengatakan qt adalah jodohnya, dia sangat mencintai qt, dia pengen menikahi qt ato kata2 manis laennya.Seiring prjalanan waktu, kadang setelah dia dapet yang dia mau dari qt, kadangkalanya perasaan berobah, kadang tak seindah waktu awal2 menjalin hubungan. Makanya kenapa qt disarankan jangan terlalu “berlebihan” dalam menggunakan hati dalam menjalin hubungan. Dalam menjalin hubungan mang harus serius tapi qt juga udah menyiapkan mental bila sewaktu2 qt putus sehingga qt gak sakit hati karenanya karena seiring perjalanan waktu qt bs tau apakah hubungan yg qt jalin perlu diteruskan ato nggak.
Ketika menjalin hubungan perlu ditanyakan juga kpd pasangan mau dibawa kemana hubungan ini.klo ujung2nya gak jelas, sbg perempuan jgn mau. Menurut saya sih, cowok juli cuma cari2 alasan aja utk putus. Banyak alasan klise yd diucapkan bila salah satu pihak ingin memutuskan pihak lain agar pihak lain gak marah diantaranya:
-Maafkan aq, sebenernya aq sayang sama kamu tp aq trpksa…krn dijodohkan oleh kdua ortuku
-kamu psti menemukan cowok yg lebih baik dari aq, aq bukan terbaik utkmu…
-aq takut aq gak bs bahagiain km klo km menikah dgku…
Kadang yg bikin qt sakit hati diputuskan krn cinta dan harapan qt ke pasangan terlalu menggebu dan sudah banyak yg qt korbankan buat cowo qt, misalnya juli sudah byk mengeluarkn uang utk si cowo. cobaa klo juli menganggap sgala sesuatunya “sedekah”, juli akan buang jauh2 rasa sakit hati. Kadang segala sesuatu yg tampak menyakitkn buat qt,itulah yg trbaik buat, Tuhan paling tau yg trbaik utk juli. Buang jauh2 rasa sakit hati, krn hal ini menyebabkan juli susah membuka hati dg yg lain, menyesali hidup dll
goodluck yaa juli keep smile..
April 6, 2012 at 7:46 am |
Amen wong Plembang asli bahasonyo idak kasar. Yang galak dipake mak ini hari itu bukan bahaso wong Plembang asli. Samo yang aku pake ni bukan bahaso Plembang asli. Bahaso Plembang asli itu cak bahaso Jawo.
ini komentar anandakemas saat saya lihat tadi. apa benar bahasa palembang mirip bahasa jawa?… setahu saya memang bahasa jawa ada 6 tingkatan dan memang ada kemiripan dengan bahasa melayu pada tingkatan bahasa yan leih kuno..
April 6, 2012 at 7:47 am |
Amen wong Plembang asli bahasonyo idak kasar. Yang galak dipake mak ini hari itu bukan bahaso wong Plembang asli. Samo yang aku pake ni bukan bahaso Plembang asli. Bahaso Plembang asli itu cak bahaso Jawo.
ini komentar anandakemas saat saya lihat tadi. apa benar bahasa palembang mirip bahasa jawa?… setahu saya memang bahasa jawa ada 6 tingkatan dan memang ada kemiripan dengan bahasa melayu pada tingkatan bahasa yang lebih kuno..
April 6, 2012 at 6:37 pm |
Nah, apo kato kangmaz fatik, aq sepakat…
April 12, 2012 at 10:23 am
o iya, salam kenal yuk.. aq org jawa tapi sudah lama tinggal di Belitang, OKU Timur.. kata orang sich, kalo udah masuk belitang, seperti masuk tanah jawa aja…
pernah waktu ngopi di palembang aku cakap ama temenku pake bahasa jawa kromo inggil.. kami ngobrol lama sekali, sampai empunya warung bilang, “woi, janganlah cakap pakai bahasa kerajaan, susahlah aq nak paham”.. aq cuma bengong gak tahu maksudnya, tapi temenku cuma ketawa aja.. ternyata bahasa palembang mirip bahasa jawa ya… and ternyata ada hubungan kerabat antara raja palembang dan raja demak.. seandainya orang palembang bisa bahasa palembang halus, mungkin hubungan orang palembang dan jawa jadi lebih akrab…
April 16, 2012 at 4:42 am
Betul nian kata kangmaz fatik…Palembang ada hubungan dg Jawa.Bahasa aslinya Palembang yaa mirip bahasa kromo Jawa. Yang biasa qt denger adalah bahasa sehari2nya org Palembang. Kalo di Belitang sendiri banyak orang Jawa lhoo kayak di Lampung…
April 9, 2012 at 4:41 pm |
assalamu’alaikum mbk,,kabar baek kan??saya Teguh 22 thn,minta tips dunk mbk,cara bergaul dgn org palembang,saya asli org pati jateng tapi 3thn yang lalu ortu pindah ke palembang,cz pekerjaan bapak saya,sedangkan saya sendiri skg msh di malaysia rencananya sih,,lebaran tahun ini mau pulang ke palembang.jadi gimana menghadapi pergaulan yg baru di palembang biar ngk terkesan kaku.
thanks mbk,salam wong kito galo…
April 11, 2012 at 4:03 pm |
Wa’alaikumsalam teguh..alhamdulillah kbr baek niee..
tips saya sihh simple koq:
- Teguh kan tau sendiri kalo org Palembang ngomongnya kenceng2 alias teriak2 dan ekspresif terkesan kayak org marah ato lagi berantem, jadi Teguh jangan tersinggung yaa emang udah bawaan oroknya gitu^-^,pasti beda banget dengan cara ngomongnya org Pati Jateng
-Teguh juga pasti udah tau kalo org Palembang kurang bisa membuka diri di awal, yaa butuh waktu utk cek en ricek, dia hrs ngeliat org lain yang dtg padanya seperti apa. Jadi Teguh jangan berfikir org Palembang sombong2 dan kaku. Biasanya kalo udah kenal lama pasti asyik koq bergaul dg orang Palembang.
-Kalo di Palembang, Teguh harus berani tapi gak sok jagoan.kenapa saya bilang gitu…kalo Teguh serba bawaannya takut suka dikerjain kalo pas ketemu “preman” tapi jangan juga sok jagoan tar malah diincer sama “preman”.
-Pokoknya Teguh easy going aja dee^-^
April 11, 2012 at 5:28 pm |
thank’s ya kak infonya(^_^),,kak atau mbk sih..??kakak aja ya….
ok kak…aq jg masih bingung ni kak mslh pekerjaan disana,mungkin kakak lbh pengalaman ttg ini.
April 16, 2012 at 4:37 am |
sama2 teguh…dipanggil kakak jg boleh…senyaman teguh aja.mengenai kerjaan sih..susah2 gampang carinya tp teguh harus optimis lhoo…coba dulu aja ngelamar2 kerja sesuai bidang teguh…mana tau ada jodohnya kerja di Palembang..Goodluck yaa..
April 13, 2012 at 6:17 am |
Salam Kenal yuk El.
mama aku wong palembang, bapak sunda.. Aku lahir smpe kuliah smester 4 masih d palembang.. hehehe
menurut bapak aku yang sudah tinggal d palembang berpuluh-puluh tahun, cowok palembang (bener-bener palembang) tuh pemalu, susah nak ngedeketi cewek. kalo bicara nyo memang keras, cak nak marah tu la karena memang gaya nyo.. hhihi
Overall, menurut aku tergantung cak mano caro kito bergaul be.
Kalo dari awalnyo idak fokus dg stereotype yg selamo ini sudah ditanam dan dipupuk, Insya Allah everything will be fine..
No body is perfect. We’re just human being.
April 16, 2012 at 4:24 am |
Huiii..bijak buanget omongannyo…walopun bapak uwong sundo tp awak pecaknyo la kentel nian dg caro2 palembang tuu..
jadi temen2 yang bukan uwong palembang jgn aneh liat wong palembang ngomong,memang gayonyo he2..
April 14, 2012 at 11:32 am |
betawi punye gaye………………………………pengalaman gue palembang ame lampung same aje,sama2 keras,sama2 jual anak,sama2 galak tapi masih mendingan lampung si terang2an & royalitas,gag kya palembang beraninya main blakang & pelit lagi,kalo palembang yg ngranto di dki bnyakan jdi copet,maling kalo lampung jadi rentenir…kalo sumatra masih mendingan padang ma batak dah………….
April 16, 2012 at 4:20 am |
yaa suku mana aja ada kurang lebihnyalah mas…mo betawi, jawa, sunda, palembang, padang ato dari suku yang laen pasti ada kurang lebihnya.
Jangan se-ekstrim gitulah..hee2..
April 16, 2012 at 5:52 pm |
aq asli org sumsel, cuma mo bales coment betawi punye gaye,… ati2 bung klo coment, klo kau bilang org kami suka maen belakang kau boleh tes, 1 lawan 1 kau carilah senjata yg mo kau pake paling klo gak kau yg mati aq yg lewat… jd hati2 ya org betawi besar gaya doank….
April 18, 2012 at 7:45 am |
yoo weslah klo mak itu..aq dak melok2 kak…terserahlah kakak nak diapo-in wong betawi punye gaye…
April 17, 2012 at 5:46 pm |
Pertama kali orang berkenalan
dan mendengar bahwa
kenalannya tersebut berasal
dari Palembang, maka akan
ada beberapa deskripsi tentang
orang Palembang yang
terlintas di benak kepala
mereka. Banyak orang
mengatakan bahwa orang
Palembang adalah orang yang
kejam, kasar, penuh dengan
tindakan kriminalitas, tidak
sopan, dan gaya bicara yang
blak-blakan serta berteriak-
teriak saat berbicara.
Orang awam berpendapat
bahwa Palembang adalah
gudangnya kriminalitas.
Banyak tayangan di televisi
yang menampilkan tindakan
kriminalitas dan yang menjadi
tersangkanya adalah orang
Palembang. Misalnya kejahatan
kapak merah yang sering
terjadi di jalan raya,
kebanyakan anggota geng
kapak merah adalah orang
Palembang. Bukan hanya
kejahatan yang terjadi di
Palembang saja, tetapi di kota
Palembang juga sering terjadi
berita criminal terutama
pencurian yang disertai
pembunuhan. Sedikitnya
informasi yang didapatkan
orang-orang di luar Palembang
tentang orang Palembang yang
menyebabkan timbulnya
penilaian negative tentang
orang Palembang. Padahal, jika
kita mencari informasi lebih
lanjut, hal tersebut sepenuhnya
tidaklah benar. Sebenarnya
orang Palembang memiliki
sifat yang sangat terbuka
terhadapan perubahan.
Menjaga pikiran, perkataan dan
perbuatan tercerminkan
dengan cara menjaga
kebersihan sehingga
Palembang telah mendapatkan
penghargaan piala Adipura
sebanyak dua kali. Keberhasilan
Kota Palembang untuk kedua
kalinya meraih Piala Adipura
merupakan prestasi tersendiri,
mengingat tahun 2005 lalu,
kota ini mendapat predikat
kota terkotor, tetapi selama 3
tahun warga Palembang
bekerja sama untuk saling
bahu-membahu dalam
menjaga kebersihan kota
sehingga Palembang
menyandang predikat sebagai
Kota Metropolitan Terbersih
tahun 2008 dan predikat
sebagai kota dengan Rasio
Hutan Kota Terbaik. Bersama
dengan Palembang, piala
Adipura juga diraih oleh Kota
Sekayu, Kabupaten Muba dan
Kota Kayuagung, Kabupaten
OKI untuk kategori kota kecil
terbersih. Selain itu,
Palembang mempunyai ikon
makanan yaitu pempek,
tekwan, dan model. Tetapi, hal
lebih disayangkan adalah tidak
hanya batik yang dipatenkan
Malaysia sebagai produknya
melainkan kain songket
sebagai ikon Palembang juga
telah dipatenkan oleh Malaysia.
Selain itu, orang juga
berpendapat kalau gaya bahasa
orang Palembang itu kasar,
suka teriak-teriak, dan blak-
blakan. Kebiasaan orang
Palembang memang berbeda
dengan orang Jogjakarta,
misalnya jika berbicara pada
saat malam hari, volume suara
harus dipelankan, tetapi di
Palembang tidak ada larangan
seperti itu. Orang Palembang
bukannya tidak tahu sopan
santun, tetapi hanya membuat
semua pembicaraan itu tegas,
jelas, dan tidak membuang-
buang waktu. Walaupun gaya
bicara yang telah dianggap
kasar dan blak-blakkan,
Palembang telah beberapa kali
menyumbang emas untuk
Olimpiade Internasional
khususnya Fisika, serta salah
satu murid SMA di Palembang
masuk 10 jajaran pelajar
terbaik di dunia. Ini berarti
Palembang tidak hanya
sekedar “ribut” di mulut
tetapi juga “ribut” di otak,
tetapi sebenarnya orang
Palembang tidak akan kasar
jika orang lain tidak kasar
terlebih dahulu.
April 18, 2012 at 7:51 am |
Wahh..saya seneng sekali bacanya, jadi bisa dapet banyak informasi..makasih atas pencerahannya mas/mba..
April 21, 2012 at 5:38 am |
yang penting wong palembang tu asli setiaaaa mbakkk… aku la 6taon merantau di bandung sini tetep be pengen punyo suami wong pelembang mbak… dijamin kesetiaannya
April 21, 2012 at 8:42 am |
hee2..sepakatlah apo kato mbak tiara…
April 22, 2012 at 2:07 pm |
Aslm…
malam mbg elfrieda… saya riska asli prang palembang..
saya mau tanya mbg gimna sih ciri2 asli wonk palembang,,, jjur mbg saya masih binggung dgn sifat orang palembang,,,,
Wslm…. tolong penjelsan nya ya mbg…
April 24, 2012 at 12:47 am |
walaikumsalam riska..sebenernya sifat org Palembang sama kayak sifat org2 dr suku lainnya. Cuma memang ada khasnya dari orang Palembang itu, diantaranya kalo ngomong blak2an alias apa adanya, yang ada di hati sama yg kluar di mulutnya, jadi jangan tersinggung aja kalo org Palembang ngomong. Selaen itu, wataknya rada keras, kalo ngomong rada kenceng kayak mo berantem jadi riska jangan kaget, dan rata2 orang Palembang setia dan sangat baik pd org yg diliatnya baik secara pengalaman, org Palembang bs jahat sekali kalo dia dijahatin, rada emosian juga dan pinter ngomong baik dalam artian nonjol2in ato dalam hal bercandaan, mgkn di awal kenal bisa keliatan kaku dan rada sombong tp kalo udah knal bs akrab sekali.
oke Riska
April 29, 2012 at 3:40 pm |
Assalamu’alaikum pembaca yg budiman.
)
Mau berbagi cerita nih, boleh yah? yah?
Saya Afni asli Jawa. ibu Pekalongan, bpk Kudus dan nenek Jawa timur. Pacar saya Asli Palembang. kami pacaran sejak taon 2009. karena pacar saya dulu kuliahnya di Semarang. dan uda 2 taon kami LDR Pekalongan-Palembang. Alhamdulillah saya pacak baso Palembang, yahh kira2 80% lah. sepengetahuanku; org Palembang tu orgnya g bisa basa basi, cuek. kLo bicara masalah “keras dan kasar” mungkin org mana sj bs ky’ gto. G smuanya org Sumatra tu keras dan kasar, dan g smuanya jg org Solo/ Jogja alus [yg kasar jg ada].
yahh, namanya adat budaya kan beda2. kita hrs maklum itu.
Mungkin saya adalah salah satu cewek Jawa yg punya obsesi pengin punya suami org Sumatra. Sewaktu saya ke Palembang naik mobil pribadi, waktu uda naik kapal mau nyabrang tuh “busyeett, org Sumatra kok ky’ China2 yah? pth, trs rd’ sipit” [lemak jingokinnyo]. Sampe d Palembang, wow..!! alangkah terkejutnya saya. Beda bgt samo yg d Jawo, kLo Jowo kan ada unggah ungguhnya. misal d jln ketemu org ya nyapa. eh, ni d Palembang boro2 nyapa. senyum j kagak. trs nih, wktu pacar sy nag brgk krj. eeh, dio nylonong gto aja alias g pamitan, g salim sm ortu. Esok harinya aku ajarin tuh kLo mau pergi tu pamit/ salim sm ortu. eehh malah d blg “g ahh, ntr malah d anggep aneh” [hahhahaa ngigik]. yahh, tp bgmnpun jg aku maklum itu. Tp kata bpk saya; org luar jawa itu paling seneng klo dpt org jowo. khususnya Jawa tengah. [dlm hatiku; Asyiiiikkkkkkkk]
—–Nah, dr cerita td aku ngambil kesimpulan bahwa org Palembang itu “g smuanya” keras dan kasar, tp “kebanyakan”. memang kami byk perbedaan. Tp, bukankah perbedaan itu akan menjadi Inda jika kita bisa memaknainya dgn bnr.
OK dah gto aja, Insya Allah lain kali d sambung lg.
Matursakalangkong.
April 30, 2012 at 12:56 am |
Bener banget kata kamu non…Gak semua orang Palembang keras dan kasar tapi “kebanyakan”
yaa dua perbedaan akan tampak indah kalo qt bisa memaknainya dg benar
Thanx yaa pencerahannya…
May 13, 2012 at 4:09 am |
Adat palembang beda sama adat jawa,palembang=jambi=melayu,jawa=india=china=suku paling ulet didunia=mudah percaya sama orang asing shg lama dijajah eropa±3.5 abad.melayu=perantara dagang antara eropa(belanda,inggris,spanyol,portugis)dengan suku jawa shg org eropa pakai bhs melayu sbg bhs dagang dan jadi bhs nasional indonesia,walau suku melayu ±30% dari populasi diindonesia suku jawa±60% melayu mendominasi dibidang bahasa,suku jawa dibidang tenaga suku chinnes ±90 % menguasai sektor ekonomi resumenya tiap suku ada plus minusnya “kami ciptakan kalian bersuku-suku agar kalian saling kenal mengenal,melayu(palembang,jambi,bengkulu,riau) lebih ketipe inggris(fair/terbuka) klo jawa lebih ketipe belanda,spanyol (agak tertutup)
May 23, 2012 at 1:18 pm |
wahh informasi yang bagus bangett..thanx yaa
May 17, 2012 at 11:35 am |
baru saja saya alami sblmnya maaf ya saya bukan mau menyinggung watak seseorang tapi ini murni apa yang saya alami saya punya pacar org palembang ya skrg baru putus sih hehehehe yang saya lalui itu amat lah mnyakitkan kalau sudah marah perkataan kasar sllu di lontar kan, keras kepala mau nya menang sendri bahkan suami saudara saya sendri pun smpet saya denger marahin istrinya maaf dngan sebutan anjing …. di tempat ku sudah terkenal skali bahkan kluarga ku pun ga ada yang suka hehehehe katanya kasar sama cewe sedangkan saya dari sunda beda jauh kan……..
masalah matre orang sunda matre wajar sih klo matrenya untuk masa depan way not toh bkn org sunda aja yang matre … perekonomian yang bisa buat kita matre …..
bibi saya sudah 10 tahun mnikah blm punya anak masih setia sama suaminya sampai sekarang .. soal suka dandan wajar yah namanya wanita suka dandan ……
mau bagaimana pun atau apapun bagaimana orang nya cuma kan kbanyakan seperti itu …..
g smuanya perbedaan itu indah kadang perbedaan itu sndri yang bsa mmbuat kita sengsara … jadi yang di perlukan adalah iman kita siap atau tidak mnerima perbedaan itu
May 23, 2012 at 1:19 pm |
makasih mba wulan atas pencerahannya…
May 19, 2012 at 6:15 pm |
ada benernya kata mas Joko.
Aku lahir dan besak di sano. Tapi setelah lulus kuliah, yah Saya harus merantau untuk pembelajaran diri karena aku yakin punya kepribadian gak bisa connect dgn budaya palembang, spt:
1. aku lebih yakin kl ingin hidup sejahtera secara finansial, ya harus sekolah dan kerja bukan melalui pernikahan atau mengandalkan harta ortu.
2. aku pingin punya kehidupan rumah tangga yang ortu, mertua, apalagi keluarga besar cukup jd penonton, tp sbg konsekuensinya setelah nikah dipastikan aku hidup mandiri dan keluar dr rumah ortu.
3. aku nggak pernah bisa naksir dengan pria idaman cewek palembang, yaitu: berprofesi PNS / Polisi / dan sejenisnya, ditambah embel-embel anak pejabat, dan gagah2an pake harta ortu (secara taulah berapa gaji pns daerah, yg kalo dia emang mandiri mungkin beli motor bebekpun harus kredit)
Jadi intinya, (menurut saya ya) kalo emang masa muda ingin dihabiskan buat belajar, kebudayaan Palembang kurang kondusif karena:
1. konsep kekeluargaan yang membuat anak tidak mandiri
2. budaya pamer harta yang mendorong tidak bijak dengan keuangan, terbukti dengan banyaknya prinsip hidup: kayo caro kayo, buntu caro buntu
sehingga kondisi keuangan tidak stabil.
3. PNS minded yg paling capek. Ini nih yang ngebunuh kreativitas anak
4. Nah untuk masalah perempuan yg setia dgn keluarga, sejujurnya saya masih skeptis apakah emang budaya atau tidak, karena kecenderungan wanita palembang yg menjadikan pernikahan sebagai muara hidupnya sehingga malas mengembangakan diri dan menggantungkan kehidupan finansial dgn suami. Dengan kondisi ini, lama2 bisa membuat wanita tidak bisa mengeluarkan sisi menarik dalam dirinya.
Karena yg namanya setia adalah ketika kita bisa memprioritaskan keluarga di saat godaan besar dari luar berdatangan. Kalau tidak ada kegiatan berarti di luar rumah, ya itu sudah kewajiban sangat untuk mengurusi keluarga.
No offense at all ya
May 23, 2012 at 1:17 pm |
terima kasih atas pencerahannya mas…
June 5, 2012 at 2:45 pm |
Menurut pengalaman saya, yang pernah bersuamikan laki2 suku sumatra ( padangbatak), mereka itu munafik mengatasnamakan agama tapi kelakuan jauh dr nilai agama, ingin dibeli sebagai laki2. . Dan tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, pengeret, rajin sih sholat tp kelakuan jauh dari nilai2 agama. Kesimpulan: khusus wanita jawa, sunda hati2 bersuamikan laki2 suku sumatera. Mengatasnamakan surga ditelapak kaki ibu, ujung2 nya kita yang harus membiayai rumah tangga, semua gaji suami masuk kantong mertua, memaki wanita sunda matre ternyata keluarga mereka adatnya show off, ga mampu tapi sok kaya. Adat berbeda, lain lubuk lain belalang. Jangan tertipu dengan mulut manis mereka yang mendayu. .pintar merayu, terutama suku batak melayu.
June 13, 2012 at 10:01 am |
mengomentari wita :
Saya jujur bukan orang Palembang melainkan ibu/bapak saya lahir di Gelumbang – Prabumulih, masih wilayah Sumsel. ada beberapa hal yang harus saya komentari menanggapi tulisan/opini anda diatas :
1. Saya hidup sejahtera dan tidak mengandalkan harta ortu, saya anak orang sederhana tapi karna usaha dan kerja keras saya bisa lulus murni menjadi PNS pusat mengalahkan 23 ribu orang2 Jawa lulusan dari universitas ternama yang sok2an banget waktu awal tes tapi ternyata nggak lulus
2. Menurut saya, komentar orang2 diatas agak tidak jujur, masalahnya coba kita lihat orang2 jahat di Indonesia ini kebanyakan orang mana (kalau anda mau bilang) orang Palembang/Sumatera Jahat
- Soeharto 32 tahun korupsi >>> Jawa
- Ahmad Dhani kawin cerai dan otak Yahudi >>>>>> Jawa
- SBY dengan segala kezalimannya >>>>>>>> Jawa
- kasus mayat potong2 >>>>>>> hanya ada di Jawa
- Kasus mayat dalam koper >>> cuma ada di Jawa
- kasus mayat pintu air >>>>>>>>>>>> Jawa
- kasus manusia makan manusia >>>>>>>>> Jawa
- kasus riyan homo psikopat >>>> Jombang = Jawa
- Kasus perselingkuhan dan amoral : Krisdayanti, Mayang Sari, Bambang Triatmojo dan ratusan artis laiinnya: Jawa
- 90 persen mahasiswa Yogya tidak perawan > Jawa
jadi sebenarnya kalau mau ukur2an semua kejadian aneh2 dan tindak kejahatan yang benar2 maksiat banyakan di Jawa daripada Sumatera. ya pikir sendiri
*bagaimanapun Sumatera dari Aceh sampai Lampung adalah pusat pertumbuhan kerajaan Islam pertama di Indonesia, jadi wajar penerapan islamnya lebih sempurna jika dibandingkan Jawa. liat aja Jawa, islamnya masih campur hindu budha, suka maen wayang, sinden, dll bentuk kemaksiatan dan kejahiliyahan. kalo di Sumatera masih lekat sekali adat islamnya liat aja dari tariannya, tari tanggai masih sangat sopan dan elegan sekali untuk ukuran tari, tapi coba bandingkan dengan Jaipong. wadoooh mesumnyaa
June 30, 2012 at 4:49 am |
emang elu bukan orang palembang koq… makanya omongan asal nyeplak aja… kalo orang palembang asli yang ngerti sejarah mereka gak akan ngomong seperti ini, CONGEK!!!!
malah komen kamu di bawah berkata sebaliknya kalo kamu ini ngaku palembang…
June 13, 2012 at 10:02 am |
orang Jawa sok2an baik padahal munafik….
emangnya mereka pikir siapa yang paling banyak korupsi di negeri ini…HAHAHAHHA !!!! dasar Jawa Jawa…
June 13, 2012 at 10:09 am |
menurut saya orang Palembang suka menunjukkan harta mereka bukan karena pamer, justru mereka murah hati dan makmur….beda dengan orang Jawa yang mie instan aja perhitungan, kerak kering aja dimakan, belut, cacing, tokek, ihhhh…makanan aneh2 dimakan, dasar orang Jawa…..trus kalo di Jawa apa2 mengandalkan uang (pelit sedekah). apa2 bayar. liat aja dari universitas2nya, mau masuk UI, UGM, ITM, lihat tabel berapa puluh juta yang harus dikeluarkan untuk pendidikan menuruti syahwat orang2 Jawa memperjual belikan pendidikan. di Unsri saya dulu kuliah cuma Rp. 240 ribu/semster, artinya cuma sekitar 40rb perbulan, sangat sangat sangat muraaahhh….dari sini kelihatan betapa orang Palembang menghargai ilmu pengetahuan setinggi2nya…seluruh anak Palembang harus bisa mengakses universitas. universitas bukan barang yang harus diperjual belikan karena itu masa depan bangsa. sekolah di Palembang sampe smu gratis, berobat gratis…Subhanallah…kalo di Jawa apa2 bayar, dikit2 bayar, siapa sesunggunya yang matre dan pelit dan medit dan melarat>>>>>> JAWA
June 13, 2012 at 10:12 am |
hemat saya, orang Jawa itu orang melarat yang biasa berprasangka buruk kepada orang berada, bahasa lainnya iri. iri melihat orang2 Sumatera yang kaya dan makmur…huhhh kalo dulu sebelum desentralisasi habiss kekayaan Aceh dan wilayah2 Sumatera diangkutin orang2 Jawa untuk bangun Jakarta. sekarang baru tau rasa luu…huhh dasar perampokkk…..serakahhh.. sukuismee….presiden Jawa terus2ann…turunn woiii
June 30, 2012 at 5:05 am |
lalu kenapa banyak cewek palembang yang suka berjodoh dengan orang jawa?… banyak tuch, sana tanya sama anak kuliah di Universitas Muhammadiyah Palembang, Univ. PGRI Palembang…
TANYA KENAPA???????!!!!!!…..
June 13, 2012 at 10:17 am |
tau nggak kenapa orang Palembang terkesan kasar? karena kami ini orang2 yang tidak mau sok lembut tapi isinya jahat. hakekatnya jahat. orang Palembang itu bicara jujur apa adanya, nggak mau sok2 halus tapi nikam dari belakang (kayak orang Jawa)….kalo suka ya bilang suka, kalo nggak ya bilang nggak…Jujur. dan memang orang sumatera karena tidak terbiasa di jajah kayak orang Jawa berfikir lebih lepas dan demokratis, karena kami orang2 bangsawan, keturunan kerajaan sriwijaya…wajar aja wataknya watak bangsawan bukan watak pengemis kayak orang Jawa…..
June 30, 2012 at 4:58 am |
Eh, pikir dulu kalo mo ngomong….
- Raja Sriwijaya asalnya dari mana?… Keturunan JAWA Tau…
- Raja Palembang asalnya dari mana?… Keturunan Jawa tau…
orang yang terbiasa menjelajah ke daerah mana pun tidak akan berbicara seperti ini… malah mereka semakin dewasa dan bertambah pengalaman…
toh, kalo orang palembang asli yang tahu sejarahnya gak akan asal ngomong kaya ente… wajar kalo orang palembang adatnya sudah berbeda karena dulunya kerajaan mereka sudah berdaulat sendiri…
nah, sono tuch belajar BASO PALEMBANG ALUS biar tahu sejarah kamu sendiri…
June 13, 2012 at 10:18 am |
oke mau bilang orang Palembang jahat, tapi coba lihat fakta ini :
- Soeharto 32 tahun korupsi >>> Jawa
- Ahmad Dhani kawin cerai dan otak Yahudi >>>>>> Jawa
- SBY dengan segala kezalimannya >>>>>>>> Jawa
- kasus mayat potong2 >>>>>>> hanya ada di Jawa
- Kasus mayat dalam koper >>> cuma ada di Jawa
- kasus mayat pintu air >>>>>>>>>>>> Jawa
- kasus manusia makan manusia >>>>>>>>> Jawa
- kasus riyan homo psikopat >>>> Jombang = Jawa
- Kasus perselingkuhan dan amoral : Krisdayanti, Mayang Sari, Bambang Triatmojo dan ratusan artis laiinnya: Jawa
- 90 persen mahasiswa Yogya tidak perawan > Jawa
June 30, 2012 at 4:45 am |
waduh… ini orang koq sukuisme banget… kalo mo ngomong di pikir dulu donk… liat dulu sejarahnya… coba cari dulu sejarahnya liat ini :
- Balaputra Dewa asalnya dari mana? …. JAWA…
- Raja Palembang Ki Sedo Ing lautan sampe keturunannya asalnya dari mana?… Jawa…
- PARAMESWARA Pendiri Kesultanan Malaka dari mana?… JAWA
- Adityawarman keturunan mana?…. JAWA
- Kesultanan Pagaruyung keturunannya berasal dari jawa…
saya tahu ente bukan orang palembang, makanya omongan asal nyeplak aja… kami ini bukan miskin, tapi memang diajari hidup prihatin… justru dari hidup prihatin itulah kami bisa berjuang mengusir penjajah dari INDONESIA…
June 30, 2012 at 5:01 am |
kami tahu sejak dijawa, palembang itu malah disebut sebagai gudangnya kriminalitas… sekarang saya di palembang, persepsinya beda…
mungkin ente asal nyeplak aja karna gak tahu jawa tu kaya gimana… jawa itu luas… adatnya pun banyak yang berbeda… jadi, gak bisa disamakan semua orang jawa sama…
July 4, 2012 at 4:06 am |
@ Saleha: lu kLo ngomong jgn asal mangapp.. Sokk tauu bgt sihh…!!!
–> [90 persen mahasiswa Yogya tidak perawan > Jawa]= Coba lu ngomong ck itu samo Org2 Yogya, bakal remuuukk lu. Jogja kota pelajar, org2 dr Sabang smpe Merauke pd ke Jogja utk menimba ilmu. justru yg ngrusakk citra Jogja itu kebanyakan dr org2 Perantauan yg dtg k jogja. bukan org Jogja asli. Org Jogja dikenal ramah, bahkan preman Jogja aja ramah.
~ 90 % tu yg di teliti brapa kampus dr sekian banyaknya kampus di Jogja?
~ trs yg di teliti uda nikah apa belum? kalau uda nikah wajar dong uda g perawan?
~ emg lu uda neliti smua kampus d jogja apa? hah?
(Buyan nian..!!!)
### Lagian kalau mau nyari kelemahan suatu daerah itu pasti ada, Dhasarrr sokk tauuu…!!! huuu… MALU…MALUUU doooong….!!!!! Malu-maluin keturunan wong Palembang be kau.
July 9, 2012 at 7:05 am |
klo menurut saya gag usah lah liat orang dari suku nya. jadi kayak rasis banget. sifat orang gag dilihat dari suku apa dy. bukan kah kita diciptkan Tuhan berbeda suku bangsa untuk ta’aruf atau saling kenal. bersifat lah terbuka hilang kan sifat sukuisme.
July 12, 2012 at 6:25 am |
Ayo semua berdamai, maafkan orang Jawa yang menghina dan maafkanlah orang Palembang yang menghina.
Untuk info : mahar wanita Jawa bukan Rp. 1 Juta sampai Rp. 5 Juta. Itu untuk wanita kelas bawah. Untuk wanita Jawa kelas atas bisa sampai diatas Rp. 6 Miliar seperti Dian Sastrowardoyo
July 12, 2012 at 6:26 am |
ha
July 27, 2012 at 7:00 am |
Idak cak itu lah..
Wong palembang,jawo,sunda,lmpung dan suku2 laen samo galo ..
Ngatek yg jelek..
Jadii yg penting saling menghargai..
Itu kuncinya
jadii jngan ngejelekin wong palembng jugo..
Aku la lamo jugo ni tinggal dilampung..
Aku tau wong nyo keras jugo..
Tp aku slalu menghargai wong tu..
Damai be yo..
July 28, 2012 at 8:13 am |
uonk palembang thu jgn d pancing emosinyo
uonk palembang galak nujah[nusuk perut] th gara2 d buat ke,,,,,
uonk palembang sbner nyo baeg low uonk laen baeg dgn dyo,,,,,
nii buat JORIAN aws kalo betemu dgn aku
dag ke jingok mathri terbit lg kw thu
August 1, 2012 at 4:02 pm |
opo iki .. ngomongan nya jadi pada ngelantur ..
maksud blogger tuh baek untuk mengenal wong palembang ..
ngapa dah jadi pada provok gitu ..
bener kata soekarno
“perjuangan ku ringan karena melawan penjajah,
perjuangan kalian lebih berat, karena melawan BANGSA SENDIRI”
August 3, 2012 at 2:25 pm |
hee22…yaa namanya orang bedo2 mas..ada yang tanggepannya jadi esmosi, gampang terprovokasi, dan ada juga yang sifatnya sukuisme bangett…semoga semuanya tercerahkan…
August 2, 2012 at 7:00 am |
Assalamu’alaikum Wr WB..
mbak elfrieda dan rekan2 semua,
sharing sedikit.
saya keturunan timur dan barat (ibu minang+sunda, bapak ambon)
lahir besar di medan, tinggal di jakarta, kuliah di bandung. punya istri orang jogja asli, tinggal di bogor. Yg belum ada di darah anak2 saya adalah kalimantan, sulawesi dan bali. Krn itu nanti saya berharap mereka bisa menikah dengan pasangan dari daerah tsb – sehingga cucu saya nanti betul-betul berdarah “indonesia”.
Bhineka Tunggal Ika – berbeda dalam satu.
Jadikan perbedaan kita sumber kekuatan bangsa ini.
August 3, 2012 at 2:23 pm |
Siipppp..lengkap sudahh mass dari sabang sampe merauke….sy doakan moga harapan mas jadi kenyataan
August 17, 2012 at 8:21 am |
aku punya kakak ipar org plbg… dia angkuh, sok tau, sok pintar, sok menang sendiri… dia berani bentak2 ibu saya, sampai dia pindahpun dia gak pamit & minta do`a restu ibu… bru ada masalah ma tetangga dia ngadunya ke ibu…intinya kebanyakan org palembang tu sok menang sendiri….. atos istilah org jawanya.
August 21, 2012 at 10:31 pm |
sayaa hee2… aja dee..wahhh kalo ituu tergantung pribadi orangnya mas…
August 21, 2012 at 7:41 pm |
mungkin rata-rata orang hanya tahu palembang sekilas. padahal di sumatera selatan banyak ragam bahasa dan adat. memang rata-rata orang sum-sel keras-keras, tapi ketika saya maen ke palembang ternyata orangnya malah lebih “JAWANI” (bisa di bilang mirip orang jawa). sebenarnya orang palembang asli termasuk santun dan tata kramanya pun mirip orang jawa. bahasanya pun termasuk halus tapi tegas. hanya saja untuk orang yang baru datang ke palembang orang akan di buat heran karna orangnya agak tertutup alias ati-ati pada orang asing untuk awalnya.
bila palembang di cap sebagai gudang kriminalitas, sebenarnya belum tentu tindak kriminal tersebut dilakukan orang palembang asli. karna bila ada penduduk dari komering, ogan, musi, dan daerah lainnya bepergian, maka mereka hanya mengaku orang palembang.. jadi bila ada kriminalitas di palembang, maka orang palembang asli lah yang kena getahnya. bahkan tak jarang aksi -aksi kriminalitas seperti penodongan, jambret, dsb sebenarnya bukan dilakukan orang palembang asli.
selama ini orang melihat jawa hanya pada wilayah pokoknya yaitu yogyakarta dan solo yang di bilang sangat halus dan mudah terbuka pada orang asing. akhirnya pun semua orang men-generalisasi bahwa orang jawa mudah terbuka pada orang asing. padahal sebenarnya tidak.
Bila anda pernah berkunjung ke wilayah surabaya, sidoarjo, pasuruan, jombang, malang, probolinggo hingga menuju ke wilayah timur jawa maka akan di jumpai orang-orang yang cenderung tertutup terhadap orang asing dan berwatak keras. kadangkala di wilayah tersebut fenomena pembacokan, pembegalan, dan tusuk menusuk biasa terjadi. bahkan di beberapa wilayah seperti lumajang, jember dan banyuwangi pada wilayah tertentu terkenal rawan dan tidak ada yang berani melintas pada jam-jam tertentu. belum lagi kalo kita mengenal orang madura dari jawa timur yang terkenal keras hampir menyerupai orang batak.
kesimpulannya :
- banyak orang dari daerah lain selain palembang mengaku orang palembang, sehingga secara tak sengaja orang palembang ter-generalisir keras dan kasar. padahal tidak juga ya…
-banyak orang melihat jawa hanya pada wilayah pokoknya yaitu yogyakarta dan solo yang terkenal halus. padahal di wilayah lain belum tentu juga ya..
maka dari itu, lebih baik bagi kita semua mengenal kepribadian seseorang per-individu, karena bila kita men-generalisasi belum tentu benar adanya. dan jangan lupa dimanapun tempat kita berada disitu mesti terdapat adat yang kita junjung. perbedaan watak dan tabiat tidak masalah yang penting kita bergaul baik dimana pun kita berpijak.
terima kasih
salam hangat saya
putra jawa dari belitang
August 21, 2012 at 10:34 pm |
Makasihh mass atas pencerahannya dan infonya…saya jadi mengerti…
August 21, 2012 at 11:03 pm
iya mbak.. kalo orang jawa timur tu bahasanya beda dari jawa tengah kebanyakan, baik kosakata, dialek, maupun gaya bicaranya. omongannya malah kenceng dan kadang-kadang seperti teriak. bahkan di madura pada tahun 90-an aja rata-rata penduduknya selalu bawa celurit di pinggang di saat bekerja dan bepergian.
pada zaman sekarang aja baru udah gak ada yang bawa senjata kaya gitu. udah gak zamannya lagi mungkin. lha wong di sum-sel aja udah gak ada orang yang bawa senjata segala kaya dulu.. kan udah bukan zamannya to?… heheheheheh…
kalo orang jawa tengah, solo dan jogja zaman dulu terkenal sebagai orang mataram. kalo orang jawa timur terkenal sebagai orang majapahit. jadi tentu berbeda wataknya, yang satu halus, dan yang satu agak kasar.
cuma saat ini, baik jawa timur dan jawa tengah tercipta satu entitas yaitu JAWA. walaupun untuk bahasa sehari-hari di jawa timur atau pun jawa tengah agak berbeda tapi mirip, toh bahasa kromo inggilnya sama.
walaupun di sum-sel bahasa sehari-harinya beda di tiap-tiap kabupaten, tapi baso alusnya ??!!.. hampir sama juga kan kaya kita-kita?…
August 21, 2012 at 11:23 pm
untuk mengenal perbedaan karakter orang jawa tengah dan jawa timur, mungkin bisa dipelajari dari forum diskusi ini.. mungkin bisa membantu supaya bisa tahu bahwa orang jawa gak semuanya sama bahasa, adat istiadat, dan karakternya.
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10770963
August 21, 2012 at 10:47 pm |
memang apabila orang yang jarang merantau, maka dia akan suka maen generalisasi seenaknya. bila dia sering merantau, tentunya persepsinya bisa berbeda. maka tak salah memang, apabila nenek moyang kita suka merantau kesana kemari untuk mencari pengalaman.
soalnya orang yang jarang merantau akan sempit wawasannya. malah bisa dibilang, orang yang kadang berpijak di tanahnya sendiri melah cenderung pemalas.
sekarang bisa kita lihat, orang jawa dan sunda yang merantau di luar jawa cenderung sukses dalam berkebun, bertani, dan berdagang. sedangkan yang masih berada di daerahnya sendiri kadang-kadang malah pengangguran dan pemalas.
begitu juga dengan orang luar jawa. kebanyakan mereka malah sukses di jawa. bila anda bertandang ke jawa timur, khususnya di daerah pesisir jember, situbondo, tulung agung, banyuwangi, surabaya, sidoarjo, dsb maka akan dijumpai KAMPUNG MELAYU, KAMPUNG BUGIS, KAMPUNG BANJAR, dsb. mereka rata-rata sukses membuka usaha di jawa.
sewaktu saya kuliah di surabaya dan kediri, banyak orang minang yang membuka restoran dan toko baju, orang palembang yang jualan empek-empek, dsb. pernah teman saya satu kampus di kediri membuka warung BAKSO IKAN LAUT (????????) padahal penthol bakso kan dari daging sapi bahannya. ujung-ujungnya ternyata penthol bakso dari resep ikan empek-empek. ternyata laris manis juga bakso ikan lautnya.
mungkin ini sekedar catatan bahwa untuk meluaskan pengalaman hendaknya kita merantau untuk mengetahui yang sebenarnya. apabila kita mengambil pengalaman dari orang-orang yang bercerita saja itu tidak bisa di jadikan pegangan.
kalau ada orang bilang :
- “KATANYA” orang palembang sifatnya ………….
- “KATANYA” orang jawa sifatnya ………….
- “KATANYA” orang sunda sifatnya ………….
“KATANYA”…. jelas perkataan ini masih perlu pembuktian. karena suatu sifat melekat pada individu / perorangan pada hakikatnya. bukan untuk kebanyakan orang.
August 23, 2012 at 4:29 pm |
nah.. bner kata kangmas ,coba tinggal di daerah yg bnyak pendatangnya sperti jkarta ato bandung .sgala suku ada jdi g usah men generalisasi seperti yg dikatakan kangmas diatas .peace…^^
August 23, 2012 at 4:32 pm |
nah.. bner kata kangmas ,coba tinggal di daerah yg bnyak pendatangnya sperti jkarta ato bandung .sgala suku ada jdi g usah asal generalisasi seperti yg dikatakan kangmas diatas ..peace…^^
August 27, 2012 at 10:06 am |
Assalammualaikum wrwb mbak,sebelumnya salam kenal semua. Memang kita tidak boleh mengotak-kotakkan suku, semua orang ada dua. Unsur lingkungan dan adat dan keturunan membuat sebuah suku jadi lebih condong ke sifat tertentu,
Saya orang komering asli sumsel namun saya lebih merasakan sifat orang seluruh sumsel termasuk palembang sangat gemar mempergunjingkan orang, bahkan kadang saudara mereka sendiri. Untuk hal kesetiaan memang lebih condong baik, tapi tetap ada dua semua. Kita sangat sulit adaptasi apalagi dengan orang baru, tidak muda akrab tapi sekali akrab memang enak.
August 31, 2012 at 12:44 am |
Sepakat bangetttt dg mas ahmad….
October 4, 2012 at 12:58 pm |
waalaikumsalam jugo Kak…lhaa jeleknyo wong palembang salah satunyo yang kakak sebutin, baiknyo samo yang kakak sebutin jugo. yoo kiro2 baik diambek jadi contoh, kiro2 jelek dibuang jauh2 bae..mokaseh kak…
August 27, 2012 at 10:08 am |
Assalamu’alaikum,,salam kenal
Wah,,,baca blog ini jadi sdkt tau ttg org palembang..
Kebtulan beberapa bulan lagi saya mau menikah dg org palembang,,tapi org nya subhanalloh…baik,rajin ibadahnya,giat bekerja,pkonya TOP deh ^.^
cuma ya emg orgnya keras ,, hehe..mgkn itu udh wataknya org palembang kali ya…yg saya takutkan,saya belum tau gmna kel.nya,,ketemu aja baru sekali ma keluarga nya pas acara lamaran di rmh saya di bdg,kebetulan pas ortunya dtg ke bdg…
Ada saran ga buat gmn saya mengatasi/menghadapinya??saya kdg was-was jga nih..
OIA,biasanya org palembang seneng dipanggil apa ya sama istrinya nya??mas,abang atau kka ya??hehe ^.^
August 31, 2012 at 12:46 am |
yaa bersama dengan orang yang beda budaya emang harus extra kuat dan mau saling menyesuaikan…Biasanya orang Palembang yg laki dipanggil “Kak”
September 21, 2012 at 8:28 am |
Asalamualaikum Wr.Wb,mba elfrida sehat?salam perkenalan ya mbak, perkenalkan saya alwi orang sunda asli saya juga mau curhat dan minta saran dari mbak/Ayuk,,semoga bisa memberikan saran membantu saya,mbak saya punya pacar/calon orang palembang, tepat nya orang daerah plaju,,,saya sudah berpacaran dari 2009 dengan pacar saya, orang tua nya pensiunan BUMN, bapak ny asli orang bandung tapi ibu nya asli palembang berketurunan india, dulu saya pertama mengenal nya dari FB, dan berlanjut dengan Tatap muka di rumah orang tua ny di palembang, karena saya tinggal di bandung, saat itu pacar saya masih kuliah, orang nya sangat baik, tutur bicara ny halus, penyabar, ramah, pokok nya sesuai dengan kriteria saya,namun kedua orang tua nya agak beda menurut saya,,terlihat kaku dan kayak yang belum mau terbuka dan menerima saya, terlebih mama/Ibu nya, walau kelihatan nya pada baik2 dan ramah, saya sebenarnya bingung ketika pertama kali membawa keluarga bersilaturrahim ke sana,saat itu saya hanya bisa di temani Uwa/Paman dari Ibu berkunjung kesana, karena bapak saya sudah meninggal 2008 yang lalu, saat itu saya dan uwa saya diterima dengan baik oleh bapak ny dan mamak/ibu nya, uwa saya menyatakan hubungan keseriusan dengan anaknya/ pacar saya saat itu kedua orang tua nya menerima dengan baik ( masih menyetujui) namun belum positif ke arah pernikahan karena pacar/calon saya saat itu baru mau lulus kuliah nya dan di minta kerja dulu minimal 6 bulan setelah kuliah, hubungan kami terus berlanjut walau pacaran nya jarak jauh, karena saya tinggal di bandung, hingga suatu ketika kakak laki-laki nya kecelakaan dan dirawat di RS, luka nya cukup parah sehingga pacar saya yang merawat dan membantu segala keperluan kakak nya, namun semenjak kejadian itu, kakak pertama nya (Kakak perempuan) secara terang-terangan melalui pesan singkat menyampaikan kepada saya bahwa keluarga tidak setuju dan saya disuruh untuk menjauhi pacar saya, intinya saya di teror dan dipaksa untuk berhenti pacaran dengan pacar saya, hal ini saya sampaikan ke pacar saya, sehingga pacar saya pun menangis dan tetap meyakinkan bahwa hubungan kita akan baik2 aja, mungkin karena lagi terkena musibah aja, jadi saya terbawa2, dari situ saya tetap bertahan dan hingga pada puncaknya, ketika orang tua nya berkunjung ke bandung (ke Keluarga Bapak nya yang di bandung) saya sampaikan kepada pacar saya untuk bisa berkunjung dan memperkenalkan keluarga saya (ibu, paman, uwa dan saudara lainny) sekaligus menyampaikan lamaran, kali ini saya dan keluarga saya di perlakukan berbeda oleh orang tua pacar saya beserta keluarga nya, diterima dengan kurang ramah dan lamaran pun ditolak dengan alasan yang tak jelas, keluarga besar saya marah atas kejadian itu karena merasa di permalukan dan merasa terhina, sehingga menyuruh saya untuk meninggalkan pacar saya dan mencari yang sesama aja (maksudnya wanita sunda/jawa), pacar saya meminta maaf atas kejadian itu karena diluar dugaan, pacar saya tetap berharap hubungan tetap berlanjut, saya merasa sedih tapi karena saya sudah cinta dan memang kita saling mencintai dan merasa sudah cocok saya tidak bisa melepaskan/memutuskan hubungan, malah saya tetap berharap dan akan slalu berjuang agar bisa mempersunting pacar saya dan segera membawa nya ke bdg,,,dari curhatan saya ini, barangkali mbak pnya saran buat kita berdua?dan apa yang harus saya lakukan?mohon maaf ya mbak jadi curhat tentang masalah pribadi saya, terimakasih,,,,WaslamWr.Wb
September 22, 2012 at 3:28 pm |
Asalamualaikum Wr.Wb, Mbak knapa postingan yang saya di hapus?,,saya hanya meminta saran,,tapi tidak apa2,mbak mungkin tidak berkenan dengan tulisan saya, terima kasih
September 22, 2012 at 3:35 pm |
mohon Maaf mbak saya salah paham ternyata postingan nya masih ada dan baru terlihat setelah saya posting yang berikut nya,,,ditunggu sarannya ya mbak,,terima kasih,,Wasalam Wr.Wb
October 4, 2012 at 1:10 pm
Soriii mas Alwi saya baru sempet baca tulisannya sekarang….kemaren di apotek lg ada masalah sedikit jadi menyita waktu saya. Seharusnya ketika mas mau melamar ke keluarga perempuan harus memastikan betul kira2 bakal diterima ato nggak karena ini menyangkut dua keluarga. karena kalo kejadiannya sudah begini, pasti keluarga mas sakit hati betul dan gak mau lagi melamar untuk kedua kalinya.
Saran saya, mas pastiin semua sendiri.kalo memang mas serius dg si perempuannya, coba mas dtg sendiri ke ke rumahnya si perempuan, tanyakan sendiri ke bapaknya, sepertinya bapaknya lebih terbuka dengan orang luar daripada dengan ibunya. Tanyakan ada alasan apa tiba2 tidak menyetujui hubungan mas sama pacar.takutnya ada kesalahfahaman. Mana tau si kakak yang kecelakaan bisa mengalami kecelakaan karena di putusin sama pacarnya yang orang sunda ato ada faktor laen
Tunjukkan keseriusan niat mas ke Bapaknya sang pacar. Pacar mas juga harus berusaha meyakinkan kedua orangtuanya.
Saya yakin kalo sudah jodohnya, semua akan dimudahkan, berusahalah dulu…suxes yaa mas
September 23, 2012 at 4:19 pm |
khusus buat jorian,….. kaw jangan glag asak be ngomong gek kaw jadi mayat di tanah abang ,….. jangan cacak hebat aku ni la pusing gino ,, pacak idak kaw yg megang DKI tu wong palembang/sumsel bocor gek perut kaw tu ….. gelat
September 23, 2012 at 4:25 pm |
Khusus Buat JORIAN ..
Kalau ngomong jangan asal be, Kau lah tau dengan wong Palembang Cak mano kan, Gek kau nyesel be .
YANG BERKUASA DI DKI WONG PALEMBANG ..
cam kan Baek_baek
September 26, 2012 at 7:56 am |
setiap manusia terlahir dalam dua sisi yaitu BAIK dan BURUK,, tdak pandang apa agamanya, sukunya, warna kulitnya, kelaminnya, dan sebagainya..
blognya keren..
salam kenal yah..
silahkan berkunjung jg ke blog saya >> http://www.adrian10fajri.wordpress.com (blog Pesona Palembang)..
Semoga berkenan.. ^_^
October 4, 2012 at 1:11 pm |
Thanx yaa mas infonya..menarikkk bloq-nya
October 5, 2012 at 11:41 pm
iyah sama-sama..
semoga blog ini bisa menjadi sarana berbagi ilmu dan informasi yang bermanfaat.. amiiinn ^_^
September 26, 2012 at 10:04 am |
sebelumnya salam kenal,,,,
Mnta sarannya y mbak,,,,,
q sekarang sdh menikah mbak, kebetulan suamiq itu daerah probolinggo yg notabene orang2nya pedalungan ( 1/2 jawa 1/2 madura),,
Kemungkinan dulunya (pas kecilnya suamiq – dewasa) pelajaran agama jarang di tegaskan d sm keluarganya,,sedangkan sekarang kami tinggal serumah dengan orang tua saya yang notabene keluarga saya dsni rata2 fanatik banget terhadap agama,,
Masalahnya itu saya sering kali di marahin sm ibu saya karena suami saya jarang k musolla ato sholatnya molor, ketika saya coba ngomong sama suami klo sholatnya agak ditingkatkan lg gt, trs suami saya selalu nanggepinnya g enak, malah terkadang selalu pengen pindah rumah trs bilang jg klo ibuq cerewetlah,,,
Dengan gt q bingung, satu sisi itu orang tuaq satu sisi itu suamiq, jd q harus gmn y mbk biar suamiq bisa akrab sama ortuq dan juga dpt nyesuaikn dengan lingkunganq,,,,gimana y mbak cara ngomongnya,,,,
Gt aj mbk minta sarannya y,,,,,,
Makasih,,,
Wassalam,,,,
October 4, 2012 at 1:21 pm |
Sebenernya kalo saya boleh jujur sama mbak azizah, ini mang salah di awal.dimana2 kalo qt dari keluarga yang taat, biasanya mencari cowok sbg suami yang taat juga kan…dulu pas kenal suami apa mba azizah gak tau kalo suami tipikalnya seperti sekarang ini???
Berhubung mba sudah terlanjur menikah dengan suami, ada baiknya mba pisah rumah karena akan banyak cekcoknya karena tipikal suami mba azizah gak akan bs disatukan dan memang akan lebih baik tinggal mandiri biar mba azizah dan suami punya kebijakan rumah tangga sendiri dan gak banyak denger selentingan omongan dari orangtua tapi mba azizah juga pelan2 ngajarin suami dg bahasa yang santun dan bisa diterima suami tanpa harus bawa2 ortu mba azizah dalam stiap nasehat yang mba lontarkan ke suami.
Okee mbaa dicoba yaa
October 21, 2012 at 10:26 am |
kak mau tanya nih, sifat suku ogan palembang itu kayak mana sih?
kalau menurut kakak cocok gak sama orang lampung?
October 24, 2012 at 7:33 pm |
Kakak juga gak ngerti Mia sayang…kan semuanya kembali kemasing-masing pribadi orangnya mau dia dari suku manapun. POkoknya suku jangan dijadiin patokan sayang, yang penting ketika Mia menjalin hubungan sama cowok dari suku manapun, dirasa sendiri aja kira2 ketemu “klik-nya” gak, yaa cocok gak gitu…
Begitu yaa sayang
October 27, 2012 at 12:40 pm
okeh deh kak, makasih ya kak, sarannya. Mohon doanya juga
November 2, 2012 at 4:09 am |
Dear Ayuk Elfrieda,
Suwun njih Mba blognya inspiratif sekali posting sdh beberapa tahun silam masih banyak yg komen. Luar biasa.
Aku wanita Jawa dan bangga berpria Palembang yang motivational, semangat tinggi dgn kasih sayang yg tinggi serta ulet utk keinginannya dan masa dpnnya.
Indonesia 1, semua tergantung masing2 individu yang harus mampu “memposisikan” dirinya entah dari Jawa, Palembang, Sunda dsbnya.
Blog ini recomended sekali, pencerahan yang mendalam ttg “kesukuan”
Salam kenal ya Yuk, mokaseh yee
November 3, 2012 at 1:33 am |
Hee2…salam kenal juga…idung jadi kembang kempis niee dipuji
yaa bener kata kamu qt harus bisa memposisikan diri dimanapun qt berada
Goodluck 4 uuu
November 26, 2012 at 9:05 am |
tes tes
November 29, 2012 at 8:49 am |
Dear Ayuk elfrieda
ayuk, slama ini yg aku tunggu2 dtng jg…dngn berjalannya wktu slama aku pacaran 2,5 tahun akhrnya orang tuaku merestui hubungan kami..bahwa aku dr orang jawa dan pacarku orang palembang, ternyata itu hnya ujian belaka bagi kami, smua tergantung dr kita yg menjalankannya…rencananya akhir bln desember melangsungkan pernikahan…yg tdnya ortuku melarang2 aku berpacaran dng orang palembang dngn sifat kerasnya dan akhirnya tuhan mendengarkan doaku slama ini…telah melulurkan orang tuaku…makasih ya yuk telah bnyk mendengarkan curhat aku ^_^
December 16, 2012 at 5:34 pm |
Alhamdulillahh…selamet yaa…semoga jadi klrg sakinah mawaddah warrohmah..
December 13, 2012 at 7:36 pm |
Ak lahir d bandung,.. ayah sunda (lahir bdg), bunda lahir d bdg (darah kayu agung, kabupaten palembang)… Yah ak udh jdi orang sunda, attitude bahasa adat istiadat udh sunda lah.. bahasa palembang jga ga bsa, hhe. Dlu ak tiap tahun masih suka mudik k Kayu Agung atau Ogan Komering.. Tpi smua sodara kake udh almrhum smua skrg.. Tpi ak sadar emg dlm sifat ak msh ada darah mpek2 mengalir, klo marah emg kaya keselek cuka, hha..
Yah yg ak rasain meskipun ak bkan palembang asli, sifat2 org palembang ada dri yg tmn2 n mba sebutin. 1. Klo kenal sama orang baru msh jaga jarak, ga bsa langsung akrab,
2. tapi klo udh lama kenal n percaya sama orang itu ya bisa akrab n total bgt ama temen, ketika tmn ada masalah, dia siap bantu skalipun malah dia lebih ikut kerepotan dibanding yg punya masalah. 3. Sebaliknya klo orang yg udah dipercaya taunya menghianatin, jangan harep disapa, disenyumin, diliatin aja udh ogah.. 4. Pribadi agak keras mungkin iya, keras akan menggapai sesuati, apabila ia punya keinginan terus berjuang ampe dpt ataupun punya pendapat sulit buah diubah ataupun dibujuk, kalo A ya A.. 5. Keburukan, yah mskipun sy orang sunda tpi gatau klo ngomong ya to the point, ga suka basa basi, ya emg menyakitkan k orang lain… maav y.. tpi emg klo sy rasa lebih baik mendengar kata “kamu bodoh” dibanding “kamu kurang IQnya ya” lebih nyelekit kayanya, hha…, 6. Mudah emosi,, ya.. ga sabar… 7. dan satu lagi, Pendendam… 7. dia selalu ingat sama orang atau peristiwa yg membuat dia senang dan juga peristiwa yg membuat dia muak, sulit terlupakan,, tetap selalu terngiang -ngiang.. ga ama orang palembang sendiri ga ama orang jawa sunda batak makasar papua, yah klo pernah memberi kesan buruk jgn harap dia bakal lupa n memaavkan…
December 16, 2012 at 5:28 pm |
terima kasih sharing ceritanya…suka bacanya…salam kenal
December 19, 2012 at 12:46 pm |
salam kenal mb elfrieda saya sangat tertarik dengan tulisan mb, suami saya juga orang Sumatera Selatan, sifat nya memang g mau kalah, dan satu yang tidak saya sukai, suka mimum2, apa itu biasa ya di sana ?
December 19, 2012 at 6:16 pm |
Salam kenal juga..sebenernya kalo kebiasaan minum2 bisa dikatakan kebiasaan personal.cuma memang ada satu kabupaten di Palembang namanya kayuagung memang punya kebiasaan minum dan maen judi TAPI sekali lg TIDAK semua orang kayuagung pemabuk dan penjudi lhoo
December 21, 2012 at 4:07 pm |
Assalamualaikum..
Salam kenal mbak elfrieda,
Saya jhon dari jakarta,turunan jawa cuman lahir dan besar di daerah Sunda ( eit jd curhat )..minta pencerahan.. kira2 1 bulan lg sy dapet tugas kantor di kota Palembang,buat bantu pelatihan karyawan di sana..masalahnya baru kali ini ke palembang,setahu sy sih orang palembang agak hard gt..ada tips ga buat pedekate ( ky abg aja ) biar cepet adaptasinya sm orang2 palembang.
Nuhun,
wasalamulaikum,…
December 21, 2012 at 9:49 pm |
Wa’alaikumsalam mas…saran sy sihh jadi diri sendiri dan apa adanya mas…cuma mas harus maklum untuk awal2 orang Palembang rada susah membuka diri jadi terkesan kaku dan angkuh. Yaa mas bisa coba memulai pembicaraan yang bersahabat dan agak rilex. Untuk dialeg, mas jangan kaget dan tersinggung, kadang maxudnya ‘gak marah’ cuma intonasinya yang rada kenceng.
Goodluck yaa mas…di Palembang gak beda2 jauh koq sama kota lain ^-^
December 23, 2012 at 2:12 pm |
Wanita palembang memang relatif, keras kepala, egois, dengki, suka menuntut, tidak mau melayani suami, suka membantah serta merendahkan suami dan keluarga suami. Saya hanya merasa cukup neraka ganjarannya.
January 2, 2013 at 3:00 pm |
Wahh kayaknya mas kedapetan wanita Palembang yang jeleknya. Sepertinya jadi trauma betul…yaa gak semuanya mas, makanya knapa pas qt mau menikahi wanita itu mau dari suku manapun, harus diliat dulu pribadinya kayak apa jadi gak salah pilih. Begitu mas..
December 26, 2012 at 3:01 am |
mba saya mau curhat nih,sya punya pacar orang palembang saya udah pacaran 3thn perbedaan umur kita memang jauh 9thn.. dan rencana mau menikah mudah”n aminn.
mba kenapa yah pacar saya kalo marah suka kasar omongannya smpai saya sakit hati sekali padahal hanya masalah kecil,saya takut ketika saya menikah nnti saya bukan lagi di kasarin dengan omongan aja tapi dengan tindakan! tpi sejauh ini pacar saya yg bernama ardi belum pernah memukul saya.. tpi saya pernah melihat dia dengan mata kepala saya sendri memukul ibunya smpai biru” dan parah tpi memang itu kesalahan ibunya yg di lakukan ibunya sendiri dari dulu hingga sekarang mangkanya ardi bisa melakukan seperti itu.. saya takuuuuuuttttt sekali hal itu terjadi terhadap saya,yg dikatakan mba juga ada benernya bahwa orang palembang pemalas tpi dia memang baik hati,klo lgi baik memang baik sekali tpi kalo dah marah ampun deh mending saya pergi aja dan gak hubungin dia dulu! saya sangat menyayanginya mba keluarga saya dari jawa,saya merasa selalu di tindas kalo dy sedang marah”.. tpi memang kalau dia marah memang ada yg salah dari saya tpi balik lagi itu semua hanya perkara kecil contoh = kya saya main sm sahabt saya smpai larut malam,itu aja dia bisa marah dari marah kecill smpai marah besar.. hemmmm mba saya minta saran,sebaiknya saya harus berbuat apa saat dia marah atau bagaimana saya meyakinkan hati saya bahwa dia yg terbaik untuk saya? thanks mohon di repp
January 2, 2013 at 3:18 pm |
Sebenernya ketika qt pacaran, bahasa halusnya menjalin hubungan dg seseorang aplg dlm jangka wkt lama, qt bs hafal karakternya karena kebiasaan yang ada sulit disembunyikan.Dari situ,qt sudah bisa putuskan kira2 pasangan qt ini pantes dipertahankan ato tidak. Oke mba bilang sayang sama mas Ardi tapi terlalu beratkah nerima sikap mas Ardinya seperti yang mba ceritakan Kalo mba berasa berat, saran saya jangan teruskan hubungan, karena dari pacaran aja, mba sudah bs liat, untuk maslah kecil bs jadi gede di matanya, takutnya mba sedikit melakukan kesalahan di dalam rumah tangga seperti masak makanan ternyata gak sesuai selera mas Ardi, cara2 mba ga sesuai dirinya bisa jadi masalah besar di matanya. Tentu saja mba gak akan betah dengan omongan yang kasar. Kalau salah liat “ini adalah tabiat”, tabiat akan sulit diubah, kecuali dirinya yang mau berubah. Dan yang saya tau, karakter mba sebagai perempuan Jawa tidaklah kuat, mba lebih mengalah, diam, dan itu menjadi potensi mba nantinya di rumah tangga akan teraniaya perasaan dan hati. Menikah untuk bahagia lhoo mba, bukan untuk mendengar celoteh kasar dari mulut suami dan caci makinya. Dan dalam hidup pasti masing2 manusia akan melakukan kesalahan, tentu orang yang bijak bs nerima kesalahan pasangan.
Semisal mba merasa yakin dg kemampuan mba untuk merubah sikap-nya, yaa silakan mba lanjutkan hubungan dengan mas Ardi tapi pikirlah matang2..jangan karena rasa sayang dan hubungan yang dijalin sdh lama bikin qt tak punya pilihan lain. Bila mba memilih untuk terus, saran saya “Jadilah karakter yang kuat, yang bisa ngasih tau suami pelan2 dg cara yang lembut dan cantik agar dia mau merubah mulutnya yg kasar dan prilakunya yg jelek, dan mba harus bisa menerima kekurangan mas Ardi, jangan merasa sakit hati bila dia ngomong kasar”
oke mba..goodluck yaa
December 29, 2012 at 1:46 pm |
Salam, Kak. Seru juga membaca posting dan komentar-komentarnya. Saya pun jadi ikutan tertarik berkomentar, hehehehe…. Saya asli jawa Jogja dan Solo, ibu dan ayah saya keduanya keturunan “darah biru” jadi saya pun dari kecil hidup dalam adat Jawa yang lumayan “ketat”. Walau kami selalu berpindah-pindah daerah dari Sumatra sampe Papua, karena mengikuti tugas dinas ayah saya, tetap saja eyang putri saya selalu ceriwis mengenai Kejawen. Dari kecil saya, kakak2 dan adik saya sering disumpelin tentang bagaimana menjadi orang Jawa. Termasuk “Jangan nikah sama orang Sunda!” Anehnya, keluarga saya dan sepupu-sepupu saya yang ortunya juga selalu berpindah daerah seperti saya, tidak ada yang menikah dengan orang Sunda. Mungkin ini cuma kebetulan saja. Pakde2 dan Budhe2 saya baik dari pihak ayah dan ibu, semuanya orang Jawa asli. Dulu saya berpikir kalo lagi kumpul keluarga besar kok membosankan ya? hehehe… Tapi sepertinya jaman mulai berubah, suatu suku mulai berbaur dengan suku lain di kampus, di kantor, dll. Pernikahan dengan beda suku pun sering terjadi. Buat saya nggak masalah, biar hidup nggak seperti kertas foto kopian hehehe.. Akhirnya kakak saya, adik, sepupu2 saya bahkan saya sendiri memilih pasangan yang berbeda suku. Awalnya hal ini memberatkan para ortu kami yang tidak terbiasa dengan “pola” seperti ini. Ibu saya tidak suka kakak saya menikah dengan orang Manado yang dikenal suka berfoya-foya dan doyan pesta (walaupun stereotip itu memang terbukti oleh gaya hidup kakak ipar saya hehehe…). Belum selesai bingung dengan menantunya yang orang Manado, adik saya mulai berpacaran dengan orang Toraja. “Seumur hidup kamu harus nabung buat beli Tedong,” kata ibu saya ke adik saya. Tapi adik saya tetep ngeyel karena cinta. Dan sekarang dia selalu sibuk minta dikirim Tedong dari Jawa karena lebih murah harganya hahahaha….
Lalu ayah-ibu saya harus bingung dengan keputusan saya yang ingin dinikahi laki-laki asli Dayak. “Gelar-mu bakal hilang, Nduk…” kata ayah saya. Tapi ibu saya tidak terlalu sewot karna kami pernah tinggal di Kalimantan, beliau melihat orang Dayak “perilaku”nya hampir sama dengan Jawa. Laki-lakinya terkenal lembut dan tidak pernah kasar terhadap perempuan. Cuma pesan ibu saya, “jangan ikut2an mentatto badanmu dan memanjangkan kupingmu ya, Nduk…” hahahaha
“Disorientasi” ini juga dialami oleh Pakdhe2 dan Budhe2 saya. Kalo lagi ngumpul keluarga besar, mereka saling membicarakan keputusan anak2nya yang menikah dengan suku lain. Sepupu saya menikah dengan etnis China dan itu perjuangan yang luar biasa sekali. Ada juga yang menikah dengan orang Batak. Sepupu saya yang lain harus “berjuang” dengan jujuran orang Bugis dan Banjar yang gak sedikit. Bahkan ada salah satu Pakdhe saya yang dulu “tega” tidak mau menerima anaknya lantaran menikah dengan orang Bali, tapi untungnya beliau mau nrimo.
Tapi saya melihat dan merasakan keberagaman ini begitu khas sewaktu ngumpul2 keluarga besar. Masing2 bercerita tentang adat istiadat daerahnya. Mereka juga sering bererita bagaimana susahnya “dituntut” oleh keluarga besarnya untuk mempertahankan tradisi walau jaman sudah berubah. Kadang mereka bercanda dengan mengatakan mereka beruntung menikahi orang Jawa yang gak banyak menuntut dan nrimo hahahaha….
Intinya, saya merasa keluarga besar kami makin terkayakan oleh banyaknya tradisi atau adat lain yang masuk dalam keluarga Jawa kami. Mulai terlihat tidak membosankan karena selalu ada “isu” tradisi yang menjadi obrolan seru keluarga Jawa hehehe….
January 2, 2013 at 3:25 pm |
hee2…ceritanya asikk…dulu niat saya menikah dari suku lain cuma ingn menambah keluarga biar lebih berwarna. Thanx yaa ceritanya..sungguh menarik
December 31, 2012 at 8:01 pm |
assalamualaikum…slm knl mbk
Ni mw nambahin ja sdkt…Soal baik burukny sifat org tersebut y tergantung individu it sendiri,kita gk bs lgsung blng klw suku ??? orgny gni2 pst.lgian kan yg di ats udh ciptain ada yg baik buruk,cantik jelek.dll
Namanya jg manusia tiada yg sempurna,kesempurnaan hanyalah milik ALLAH
December 31, 2012 at 8:06 pm |
Nambahin lg dkt mbk ^_^
Klw soal suara keras,Kebiasaan bs jg dr faktor Lingkungan…
Makanya Allah menciptakan seseorang ad kekurangan & kelebihan di tiap individu masing2 tsb,krn utk saling melengkapi.
January 2, 2013 at 2:56 pm |
Sippp..salam kenal juga..sepakat sekalii dg pendapatnya..moga bisa jd pencerahan buat semua yang baca..tengkyu2
January 4, 2013 at 1:37 am |
q kenal sejarahwan, orang jawa bukan orang indonesia asli tp dari orang trans, sejarah sriwijaya membuktikan. liat dan pelajari. semuanya ada dimuseum di belanda. majapahit adalah kerajaan kecil tukang bayar upeti pada sriwijaya. tp dibanggakan. presiden tidak ada dari suku lain. hanya jawa. jd indonesiabukan indonesia jawatp indonesia jawa. gila kan. tuh orang jawa. keturunan kacung.
January 4, 2013 at 2:45 pm |
thanx yaa infonya…
March 2, 2013 at 2:35 pm |
ya wajarlah.. raja sriwijaya yang bernama “BALAPUTRA DEWA” keturunan jawa. .liat aja di wikipedia. RADEN PATAH aja keturunan jawa majapahit..jadi keliatan banget superioritas jawa… bangsawan palembang sekarang aja keturunan kesultanan demak dari jawa..
sebenarnya aku sendiri males ngomongin ini… tapi aku sendiri merasa panas hati ada omongan ngawur gini… sejak kapan majapahit jadi bawahan sriwijaya, hahahah????
cari aja sejarah majapahit dan sriwijaya sono…
gak ngerti sejarah sok tau pula…
March 3, 2013 at 10:24 am
Kalo dari sejarahnya memang yang saya tau Palembang (Sriwijaya) dijajah Jawa (Majapahit),makanya kenapa banyak akulturasi budaya antara Palembang dan Jawa
January 7, 2013 at 8:01 pm |
ya saman dri thun brp post ini, dulu prnh mmpir skedar bca2 aj… ngalir trs yg komen mbak ya. hehee
January 8, 2013 at 6:06 am |
lamo dak dnger kato “yaa samannn”…aq jugo yg punyo bloq la heran dewek hee2…
January 11, 2013 at 6:15 pm |
Semua orang sumatera begitu, tapi masih mending orang palembang daripada orang jawa dan sunda. Khususnya yang rasislah. Lebih anjing merekapun daripada orang palembang. Orang palembang masih sopan sama yang lebih tua, masih mau manggil abang/kakak. Kalau jawa sama sunda pantek semua. Keturunan setan semua orang itu emang. Emang betullah jawa sama sunda mayoritas di indonesia. Cuma kan masih ada suku lainnya seperti sumatera, kalimantan dsb. Kalau sama orang palembang, meskipun di awal terkesan kaku tapi kalau sudah kenal 2-3 hari sudah asik asik aja. Kalau orang jawa/ sunda udah sok sok ramah. Udah gitu ga mau ngertiin orang lagi. Anjing memang!!! Saya kuliah di bandung saja selama berteman sama orang palembang ga pernah ada konflik tuh. Makanya temen temen saya kebanyakan dari minangkabau dan palembang. Saya lagi jatuh cinta ni sama orang palembang kak. Tapi ibunya orang daerah saya (payakumbuh, sumatera barat). Doain ya kak biar kami jadi, kalau perlu suami istri kami
January 12, 2013 at 1:33 pm |
Dee yang lg jatuh cinta…kakak doain dee moga2 langgeng, bisa sampe suami istri…
jangan smpe suami istri aja donk, sme kakek nenek smpe hayat dikandung badan hee2…
January 14, 2013 at 4:45 pm
Iya iya kak. Lupo ambo. Doakan saja
January 31, 2013 at 3:44 pm |
waduh jgn pantek-pantek-an gitu lah bang. saya sunda tapi ipar saya bnyk padang ni bang, satu wong palembang. kita baik-baik aja tuh. karakter keras-lembut itu bisa saja berdasar suku, tapi kalo sifat yang tergantung individu. kalo dibilang org sunda bnyk basa-basi, kyknya sy ga ky org sunda pada umumnya, sy malah ngomong kenceng ky org seberang, blak-blakan, to the point cuman ujungnya suka saya tegaskan “kalo suka ya sukur, kalo marah ya maaf” hahaha. ada yg bilang org sunda pendendam, saya pernah beberapa kali juga bertengkar dgn ipar padang, tapi kita suka lupa kalo kemarin bertengkar haha. sori aja lah bang kalo ada salah kata ya
January 31, 2013 at 4:12 pm |
waduuh janganlah abang pantek2an begitu lah bang, saya org sunda ipar saya bnyk org padang, satu org palembang, satu lampung. org sunda jelas ga panggil abang/kakak tapi teteh ato aa hehe piss. kalo bicara karakter umum memang ada yg bisa dikategori berdasarkan suku, tapi kalo sifat ya balik ke individunya. tapi kalo saya justru ngga seperti org sunda umumnya, saya bicara kenceng, ga suka nggosip (berisik kalo kata saya mah), to the point, blak-blakan. matre mah semua org harus itu, ga ada yg gratis di dunia ini.
saya juga pernah bertengkar dengan ipar yg padang, tapi lalu kita suka lupa klo kemarin itu bertengkar. ada sifat dan karakter org sunda yg paling pasti ya basa-basi dan gaya bicara peribahasa (karena kami punya pelajaran pengolahan bahasa/undak usuk basa seperti halnya pantun kalo di sumatera), ngomongin di belakang mungkin dari rasa ngga enak kalo ngomong dpn orangnya lgsg, menolong siapapun termasuk orang asing tapi begitu dikhianati secara keterlaluan ya habislah org itu.
ciri khas org sunda : banyak mulut di kandang, tapi pantang petantang-petenteng/cari masalah di luar (itu kata teman saya yg org kalimantan)
sori ya bang kalo ada salah kata
April 30, 2013 at 4:16 pm
Ya mungkin ada betulnya juga komentar kau dek, ga tau juga abang ya ntah karena bandung emang multietnik ntah pengaruh jawa ke sunda sangat kuat atau apapun alasannya abang ndak taulah. Cuma kalau manggil yang lebih tua mending kalau abang dipanggil aa. Awakpun dipanggil nama. Awak tegur alasannya udah keenakan manggil nama, terus awak ditanduk tandukinnya. Mau awak lawanin gimana apalagi ceweknya tuh. Awak emang keras orangnya tapi jujur sama cewek ga bisa keras dek. Justru yang ada kalau abang tegur langsung keluar gaya sundanya yang manja dan membuat orang kasihan. Tapi karena abang ga bisa keras sama cewek ya gitu. Ujung ujungnya sakit hati dan cuma bisa pengen nangis aja karena disatu sisi harga diri abang di injak injak. Cobalah harga diri kau di injak injak. Sakit hati ga kau? Tapi alhamdulillah kau enggalah. Kalau masalah kau berbeda dengan orang sunda pada umumnya ya sejauh yang abang tau orang sunda memang sebagian besar sudah seperti kau. Kalau masalah ga enak ngomong di depan abangpun juga kadang juga gitunya sama orang dek. Karena pengaruh kalian juga sih kalau menurut abang. Kalau kata orang sumatera hidup di bandung banyak cobaan dan ga kuat iman salah jalan mungkin ada benernya juga. Awak kadang sama orang sunda kalau negur mereka salah kadang mereka kayak ga ikhlas gitu. Ga taulah abang ntah karena abang aja yang terlalu sensitif atau emang bener mereka ndak ikhlas. Justru kalau awak tegur dimana awak punya salah sekecil apapun justru kesalahan abang yang dibesar besarinnya. Udah berapa kali selama tinggal dibandung ni abang dibikin malu di depan umum cuma hanya karena hal sepele yang mana kesalahan awak ndak jelas dimana. Ga bisa abang sebutin satupersatu dek. Abang cuma bisa maki maki dia aja kalau macam macam. Kalaupun mau berantam ayok. Itupun kalau dia berani. Yang ada pas mau awak pukul udah pucat duluan mukanya. Mungkin ada benernya juga katanya orang sunda khusunya orang bandung ke arah timur sejauh yang abang tau kalau dia ga suka dengan orang diadu dombanya orang itu. Awak aja udah berapa kali diadu domba dimana awak bener jadi salah. Abang juga kalau ditanya suku yang paling disukai di pulau jawa abang justru lebih suka suku sunda daripada jawa. Meskipun mereka berbeda dengan orang sumatera pada umumnya. Emang orang sunda kalau ditelisik lebih detail memang ada salah satu sifat kalian yang disukai oleh orang sumatera. Kalian tidak pernah mengadu domba kekuatan persaudaraan orang sumatera. Berbeda sama orang jawa. Makanya suharto memigrasikan jawa ke sumatera itukan buat merusak persaudaraan orang sumatera yang kuat. Gara gara orang jawalah ayah abang bermasalah sama keluarganya tapi alhamdulillah karena allah masih sayang sama abang udah adalah jalan keluarnya dan sekarang hidup kami lumayan tenanglah. Meskipun ada beberapa yang masih bermasalah. Sampe beberapa orang sunda membilang salut lihat abang karena persaudaraan abang kuat apalagi sama yang satu darah yaitu dari ayah ataupun ibu abang. Kalau menurut abang masalah orang sunda ga enak ngomong di depan ya ga heran aja abang orang orang yang bukan orang jawa barat asli ga taulah ntah orang mana dia bisa seenak jidat bangun bangunan di jawa barat yang bisa mengurangi kelestarian hutan di jawa barat sendiri. Mungkin kalau kalian yang bangun abangpun masih maklumlah. Abang pernah jalan jalan ke bogor dari bandung sampe teman abang berkata dulu gunung di sana belum di keruk. Coba kalau awak pulang ke sumatera barat itu masih bener bener asri gunung disana abang lihat. Makanya disatu sisi abang kasihan juga lihat rakyat jawa barat yang tertindas oleh orang luar. Ini tertindas bukan sembarang tertindas dek ini udah orangnya tertindas, lingkungannya juga tertindas. Itu yang abang ga abis pikir dek. Disatu sisi banyak yang bilang kalau abang beropini kayak gitu abang dibilang tempramen. Kalau orang luar yang bilang abang gitu abang masih mau ngelawanin berantampun jadi kalau perlu meskipun dibilangnya abang itu sewot. Masalahnya dek orang dalam yang ngomong gitu. Ya abang ga bisa apa apalah. Ya kalau orang sunda tu matre itu relatif dek. Kalau orang sunda matrenya biar tanahnya diambil orang yang penting dia dapat duit. Ya wajarlah diajak merantau banyak tingkah. Justru disatu sisi kalau menurut abang orang sunda tu harusnya berterima kasih sama orang minang karena prinsip orang minang “setinggi tinggi terbang bangau kembalinya ke kubangan juga” artinya sejauh manapun orang minang itu merantau akhirnya balik ke kampung juga. Meskipun sekarang ini banyak orang minang yang sudah tua malah kebetahan di kampung orang. Karena jawa itu kalau menurut abang yang ga bisa mengerti kekuatan persaudaraan orang minangkabau di sumatera barat. Kita beda sama orang di pulau jawa yang persaudaraannya tidak sekuat orang kita. Ntah karena populasi kita tidak sebanyak orang sunda atau apa abang ga taulah. Tetapi usaha abang untuk membuka mindset mereka supaya balik ke kampungpun susah tetap dek dibilang abang tempramenlah apalah. Dibilang ngatur ngatur pendatang di tanah sundalah. Padahal abangkan begitu demi kebaikan kalian rakyat jawa barat dek. Abang juga kayak gitu ikhlas dek lillahi ta’ala bukan ada maksud supaya abang dihargai masyarakat jawa barat dek. Abang begitu demi kebaikan kaliannya. Capek lama lama abang dek. Abang bosen di bandung ujung ujungnya bukan karena cewek sunda matre, ngerokok maupun suka berpakaian yang mengundang perhatian laki laki. Kalau pekara itu orang minangpun banyaknya meskipun orang sumatera barat islamnya kuat. Apalagi orang minang itukan garis keturunan perempuan. Yang mana pihak perempuan itu keberhakan atas warisan sangat kuat dibanding laki laki. Abang memang ga heran kalau cewek minang ngincer cowok sukses. Tapi abang jenuh karena bilangin abang tempramen padahal dia juga tempramen. Sok ajalah perhatikan masalah lingkungan. Terkadang malah mereka suka mengeluh sendiri karena lingkungan alam di jawa barat sekarang ini tidak seasri pada masa lalu. Gimana tuh menurut adek? Ngomong ngomong adek ini sunda mana ya? Salam kenal dek sesama penduduk jawa barat
January 15, 2013 at 8:53 am |
wah rame juga tanggapane… udah 2 kali ke palembang alhamdulilah saya selalu ketemu orang2 yang baik. cuma kemarin pas setelah salat di masjid salah satu univ ternama di palembang, saya rencananya mau skalian numpang mandi disitu dan isi HP yg kebetulan habis, kemudian saya ijin ke pengurus masjidnya tapi betapa kagetnya dengan jawabannya “kamar mandinya dikunci, kalau mau ngisi HP jangan di masjid lagian anda kan tidak pernah bantu bayar listrik (dengan logat palembang)” wah kaget dan malu rasannya dengar jawaban itu. karena saya merasa telah ijin dan tidak boleh saya sebagai pendatang cuma bisa tersenyum dan mengucapkan terimakasih ke bapak pengurus masjid tadi. kemudian saya beranjak keluar dari samping masjid tetapi ada bapak2 yg memanggil saya,,
Bapak2 : abang asalnya mana?
saya : Jawa pak
Bapak2 : soal yang tadi abang ijin tapi tidak boleh jangan di ambil
hati ya bang, maaf karena kebetulan saya tadi dengar
percakapan abang, abang tahu sendiri kan karakter
orang palembang seperti apa?
saya : wah saya tidak tahu pak? tapi mungkin keras gaya
bicarane pak (sambil senyum)
Bapak2 : iya betul orang palembang emang keras. kalau abang
masih mau mandi dan ngisi HP ayo kerumah saya aja
saya : iya pak terimakasih
akhirnya saya ikut bapak tersebut pulang kerumahnya yang kebetulan dekat dengan masjid dengan naik motornya. setelah mandi saya dikasih minum dan makan dirumah bapak tersebut setelah itu kami ngobrol2 banyak tentang palembang. bapak2 tersebut kasih saran banyak banget sampe saya lupa apa aja yang diomongin hehe.. tapi ada 3 yang saya inget dari saran bapak tadi
1. jangan terlihat bingung ketika jalan di palembang, karena jika
bingung itu menandakan anda bukan asli palembang dan bisa
dimanfatkan orang jahat
2. jangan naek angkot yang di dalamnya pria semua
3. jangan jalan malam di atas jam 9 terutama di daerah kertapati dll
( jalan yg laen lupa… hehe)
setelah itu saya pamit karena acara saya akan dimulai pukul 14.00 -15.30 setelah selesai saya langsung pulang ke jawa.
dari pengalamanku, dimanapun kita berada tetap ada yang baik dan tidak, tinggal bagaimana tingkah kita dalam sehari-hari, jika tingkah kita baik ya bakal ketemu orang yang baik.
January 16, 2013 at 4:31 am |
Kakak saya mau nya suku di palembang apa yah sku asli ya trus gaya bahasa ya itu kya gimana?mohon jawabanya
January 16, 2013 at 3:02 pm |
Suku asli Palembang itu yaa Palembang za, bahasa aslinya persis bahasa Jawa, itu bahasa kromonya. Yang biasa qt denger di Palembang itu bahasa sehari2 di Palembang. Biasanya orang yang tinggal di kabupaten Palembang seperti baturaja, lahat, oki, oku, mura, muba dll bs bahasa sehari-hari Palembang. Kalo ditanya orang luarpun, nyebutnya yaa Palembang, biar orang jg gak bingung. Begitu za…
January 25, 2013 at 6:29 pm |
Kalau orang palembang itu banyak yg matapencahariannya tindakan melanggar hukum ya mbak? Kalau pengalaman saya tinggal di bandung, di pasar baru bandung copet2 itu orang2 palembang (OKI, Lahat). Trus di komplex rumah saya jg sering terjadi kemalingan. Saya jg prnh kemalingan laptop sama HP. Pernah ada yang ketangkep, taunya dia itu org OKI, biasa naik pesawat dari palembang lalu ngerampok rumah2 di jakarta, bandung, bogor, dll pas jam Jumatan wkt org2 rata2 ke Masjid. Setelah ngrampok mreka plg ke kampungnya, syukuran dan bagi2 hasil. Ada jg yg disumbang bwt Masjid setempat.. Kok gt si..
January 26, 2013 at 12:33 pm |
Yaa nggak gitu jg sayang…yang kerjanya bener juga ada koq.Liat orang ngetop yg dari Palembang ada khan,yg kerjanya bener jg ada.Yang kerja gak bener jg ada koq orang yg berasal dari “yang bukan dari Palembang”.Aq malah pernah dicopet sama orang Sunda
lhoo tp gak bijak jg khan mengeneralisir seperti katamu.Yang jadi TKW banyak berasal dari orang Jawa..Yang jadi pelacur malah banyak orang Sunda.Tapi sekali lg gak bijak jg kan mengeneralisir orang dari suku mana.Yangg seperti ceritamu juga emang ada di daerah Palembang khususnya Kabupaten Oki tp yaa lagi2 kembali ke orangnya masing2
Begitu yaa sayang…
January 31, 2013 at 5:38 am |
mba, palembang (pria) sunda (wanita) gmn mnrut mba?
January 31, 2013 at 8:52 am |
mungkin cocok ato nggaknya tergantung…cuma ini untuk sekedar wacana aja lhoo
Perempuan Sunda identik dengan lemah lembut, pengen dimanjain, pengen diromantisin makanya lebih seneng dengan lelaki yg gombal. Nah lelaki Palembang suka blak2an ngomongnya terkesan kasar dan tambah acuh,sebenernya sihh romantis jg cuma memang kaku…jadi yaa kadang suka gak kuat yang perempuannyanya.
Sekali lg itu kembali ke individunya masing2…menikah itu adalah bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangan dan bisa saling menyesuaikan nantinya.
January 31, 2013 at 4:18 pm
pacar saya org palembang nih hahaha, tapi cina palembang. baik dan polos mbak (panggilan teteh/mbak dlm bhs palembang apa ya?). mudah2an saya kuat, soalnya sy bkn perempuan sunda yg lemah lembut tp keras ky org sumatera hahaha
February 1, 2013 at 6:09 am
Lucu juga baca ceritamu non…yaa kalo liat dari karaktermu kayaknya kuat2 aja hidup berdampingan sama orang Palembang hee2…kalo orang supel dan mau berbaur ato suka merantau biasanya lebih terbuka dengan perbedaan karakter antar manusia, yaa kayak kamu itu non…thanx ya sharingnya…
January 31, 2013 at 6:00 am |
assalamualaikum mba… sy mau minta info pekerjaan di palembang, sy orang bandung… sy pengen coba kesempatan diluar jawa, sy ingin coba di palembang… dan emang kalo misalnya ada kesempatan buat sy org bandung untuk bekerja disana, mohon diinfokan ke sy… trimakasih
kuldakdes@yahoo.com
January 31, 2013 at 8:56 am |
Kalo ada info kerja pasti sy kasih tau…biasanya di Palembang itu byk perusahaan distributor mobil, perusahaaan kelapa sawit, kerja di pelabuhan, marketing, guru dll. dicoba2 aja dulu.
Goodluck yaa
February 1, 2013 at 10:24 am
okay mba, thanks yaaa… sy tunggu info nya
March 5, 2013 at 3:18 pm |
Assalammu’alaikum..
Mbak…saya mau bertanya…
sebentar lagi saya mau berangkat ke palembang guna bekerja,..
saya meu bertanya,..kata orang – orang yang saya kenal, katanya di palembang banyak perampok ya mbak,..maap saya bukan menuduh atau gimana mbak,..mungkin saja oknumnya bukan orang2 palembang..
dan satu lagi,..gimana keadaan pt. minanga ogan di daerah ogan hilir,..apa sudah aman mbak??
mohon penerangannya ya mbak,..
Wassalam…
March 11, 2013 at 8:12 pm |
Wa’alaikumsalam rie…
Palembang sih sebenernya aman2 saja cma memang qt harus lebih waspada kan,dimanapun jg qt memang harus selalu waspada. Dan jangan sekali2 di tempat umum,qt pake perhiasan yang berlebihan ato naroh barang dan percaya sama org sembarangan. samalah klo qt di tpt2 laen say…jangan terlalu ditakutkan jg. Cuma saran sy jgn trlalu nunjukin qt seorang yg penakut ato sok berani,terutama kliatan banget org baru apalagi di daerah2 yg terkenal rawan seperti daerah kertapati palembang. Untuk OKI (ogan komering ilir) tepatnya di daerah ogan, itu salah satu kabupaten di palembang,sy rasa aman2 aja tp jgn kluar ketika malam tiba. yaa standarlahh..okee gitluu yaa
March 11, 2013 at 8:25 am |
mbak , kira – kira kalo gaji 4jt buat hidup di palembang buat ukuran pria single , cukup atau tidak????
March 11, 2013 at 8:05 pm |
menurut saya sihh cukup2 aja mas tony soale sy aja yang sudah nikah segitu kebutuhan nominal per bulan, asalkan mas bukan tipikal lelaki boros dan gak bs mengatur keuangan. Karena hemat sy,uang sedikitpun kalau dikelola dg baik dan gak boros,itu bisa cukup apalagi mas dengan gaji 4 jt per bulan.
Goodluck yaa
March 26, 2013 at 9:10 am |
Dear kak Elfrieda,
Kak, salam kenal sblmnya dari saya…
saya mau sharing, kbtln saat ini sy sdg menjalin kasih dengan org Palembang, dia asli Banyuasin. dan kami rencana akan menikah di tahun ihn.
sejauh sy mengenal dia, dia baik, sayang, pekerja keras dan tegas. sedikitpun sy tdk melihat ada sisi negatif dari dirinya. jika komentar ttg org palembang itu ‘kasar’ sbnrnya mgkn lebih ke arah tegas kali ya… karena dia tipikel yg blak2an, tidak suka yg neko2. kbtln sblm saya mengenal dia, sy punya kk kandung yg temennya pun asli org Plaju, selama berteman, temen kk saya ini pun baik, ramah, sopan dan mandiri, mgkn krn beliau perantauan kali yah….
sy pun byk dapat masukan dari temen kk sy ini ttg org palembang. sangat obyektif…. krn pada intinya adalah, tergantung kepada pribadi masing2, sebab baik buruknya seseorang itu tergantung kepada lingkungannya dan tata cara didikan orang tuanya tetapi, selama kita tdk melakukan kesalahan yg fatal dan menyakiti mereka, mereka pun tdk akan melakukan hal yg sama thdp kita. so… menurut saya, semua bukan karena suku, tetapi lebih kepada individunya masing2.
trims….
April 5, 2013 at 2:59 pm |
Salam kenal juga…bener kata kamu sihh semua tergantung dari individunya masing2 dan lingkungan keluarga yg ngebentuknya
yaa aq doain hubungannya bs smpe ke jenjang pernikahan. Good luck yaa
April 9, 2013 at 6:32 pm |
wah blog yang bagus mbak mempersatukan bermacam – macam budaya.:)
saya orang plaju, tapi kul di surabaya di its.
emang saya akui wong kito klo ngomong to the point, hehe beda ama disini…basa basi sama molor nya banyak.
terus dalam berteman -status teman banyak tak jelas- maksudnya teman ini bisa dipercaya atau tidak ?. kalau wong kito klo dalam betemen pasti keliatan statusnya “setia ” ama “yang ga setia”.
masalah khianat berkhianat org disini lebih kelihatan, teman makan teman ketika masalah lg parah. (pada menyelamatkan diri masing2).
org palembang apapun resikonya ditanggung bareng, terkadang walau harus kehilangan nyawa. intinya org palembang tindakan dl baru mikir belakangan.
terus ada lg, cth kayak anak organisasi dikampus aduh soknya ga karuan mbak, tapi anak2 lainnya milih lebih mengalah, yang mengartikan anak2 lainnya dijajah ama ni anak sok. Kalau dipalembang ada orang sok, langsung 2 pilihan : mati ditempat atau masuk rumah sakit.
terus saya mau kritik yg kata2 malas, btw org palembang bukan pemalas tapi efisien, sambil bekerja otaknya juga main. contoh : copet…, bekerja efisien tapi otaknya main kan, hahaha. yah intinya orang kito ga mau bekerja kalau ga ada gunanya. ngapain melakukan sesuatu yang pasti tidak untung bagi kita. kerja keras dibayar mahal itu baru fair, baru kita bekerja sebaik-baiknya.
yg saya suka dr sifat org jawa, suka mengalah dan menurut hehe. jd sy bs mendominasi scr perlahan – lahan. kalau org palembang, harga diri nomor satu. jadi agak sulit kerja sama, karena posisi sama2 kuat.
weh jd curhat,…yah klo ini dr pandangan sy selama di surabaya 5 tahun lebih.. skr dah lulus, malah dpat kerja diternate -_-” tbh merantau makin jauh bae aku ni mbak
*note : buat yang ngina wong palembang, ga usah banyak omong, kita ketemuan, kau ambil pisau aku ambil pisau, kita lihat siapa yang mati duluan..
April 23, 2013 at 8:15 pm |
hee..hee…sepakat2 kato kakaklah yang tinggal di surabaya, merantaulah yang jauh, agek ujung2nya gaet gadis sano…tapi note-nyo itu nakutin ai..ai…
April 9, 2013 at 6:46 pm |
yg jelas rata2 wong palembang :
1. setia kawan banget (sahabat paling preg dr dl sampai skr ttp org palembang sampe dibela – belain main kesby demi ketemu kangen)
2. klo udah sayang, syg bgt ampe mati (sering cewek palembang berantem gara2 satu cowok)
3. blak – blakan (ngomong apa adanya)
4. ga mau kalah ( pendapat pemikiran)
5. harga diri tinggi ( iya donks, harus fair donks, jgn enaknya aja)
6. lebih bs menghargai orang lain ( dipalembang ga bisa seenak udel, klo seenak udel bisa – bisa besok ditaruh dikamar mayat RS.Charitas )
April 11, 2013 at 6:38 am |
Assalamualaikum, mba saya mau tanya, biaya hidup dipalembang itu mahal apa tidak ya? insya allah saya akan magang di sana untuk beberapa bulan, jadi saya harus mempersiapkan budget untuk biaya hidup selama disana, makasih ^^
April 21, 2013 at 4:49 pm |
ASSLAM
KALAU ORANG PALEMBANG ASLINYA TU GAK KERAS KOX
ORANG ORANG YG BERKARAKTER ASLI MEMANG KERAS ASLI DARI DAERAH” SUMSEL
CONTOHNYA DARI DAERAH ”KOMERING” MEMANG MENYUKAI PREMANISME MEMANG SUDAH JADI WATAK MEREKA YG KERAS
CONTOH DI UJUNG PLAJU RATA RATA ASLI DARI ORANG KOMERING DAN KAYUAGUNG YG SAMA SAMA BERDARAH KOMERING YG SELALU MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN KEKERASAN
#
April 23, 2013 at 8:22 pm |
Wahh…sudah pengalaman niee…jangan2 mas salah satunya^-^…peacee…bcanda ding…lagian namanya “Kapak Merah”…makasih infonya
April 21, 2013 at 5:01 pm |
PILAT INI KAU JANGAN NAK NGATO WONG PALEMBANG EE MAN DAK SENANG DUEL KITO SE LOBANG SEWANG SAPO TAHAN MATI
KAMPANG INI BACOK PALAK KAU BABI INI KAU
TETAK KOPENG INI MAN WONG JAWO MELAWAN
SEKALI DI GERTAK DIAM KENYATAAN RATA RATO WONG JAWA SUNDO SEMUA JAWA NGERANTAU DI PALEMBANG PENAKUT
KAPAN LAH BESEPATU LICIN NAK MIJAK KEPALAK
BELUM KENO GERTAK ANWONG JAWO KELEMOT KELEMOT DAK KERUAN
BY NYAK KOMERING DAK SETUJU NGOMONG //
April 23, 2013 at 8:28 pm |
yaa mang org palembang terkenal berani sihh dimana2 dibanding yang jawa sunda yang rada kelemat kelemot tapi…org jawa sunda lebih terkenal mau mengalah dr pada org palembang yang rada mo menang sendiri….peacee…
April 21, 2013 at 5:34 pm |
aslamualaikum wr wb
Hha orang palembang asli sebenernya gak keras kox
(gk kriminalitas gitu) 4 thn sya di palembang saya mengenal karakter orang disini
yg saya nilai yg mempunyai karakter keras dan Tempramental mempunyai jiwa kriminalitas yg tinggi yaitu berasal dari sumsel.Yg saya nilai orang dari daerah keturunan Komering yg selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan,keributan,bentrok.
contoh di daerah plaju,kertapati,pasar 16.Beberapa saya tanya asli dari daerah mana ataupun keturunan mana
pasti jawab komering ,ogan komering ulu ataupun kayu agung yg masih berdarah asli komering,,
itu kesimpulan saya.Satu di sini yg membedakannya cara melukai menusuk orang sampai tewas dengan menggunakan pisau atw pun disebut lading.
April 23, 2013 at 8:08 pm |
Wahh…bisa2 orang komering marah niee…peacee…tapi biasanya,umumnya orang palembang sesusah-susah hidupnya paling larinya ke dagang say…