Ibu adalah pemimpin dalam rumah tangga, seorang pemimpin bagi anak-anaknya. Kewajiban utama seorang ibu adalah berada di rumah, mengawasi, mengajari, dan mendidik anak-anaknya dengan tidak menutup adanya peran seorang ayah disini jadi walau bagaimanapun ayah tak bisa lepas tangan dengan menyerahkan semua peran ke ibu. Seumpama seorang ibu harus berkerja untuk membantu ekonomi keluarga, sudah menjadi tuntutan si ibu harus berkerja atau karena alas an yang lain sehingga ibu harus berada di luar rumah, tetaplah seorang ibu harus menyeimbangkan antara perannya di rumah maupun kerjaannya di luar rumah.
Ketika ibu memilih untuk bekerja di luar rumah, bukan bearti ibu berlepas tangan akan kewajibannya terhadap rumah, suami, dan anak-anaknya. Tidak berarti semua tanggungjawabnya diberikan kepada pembantunya. Seorang ibu haruslah menyadari seorang pembantu hanya bertugas membantu pekerjaan yang belum sempat ibu lakukan saat ibu, bukan menggantikan semua peran ibu di rumah. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi ketimpangan dalam rumah tangga ketika ibu terkondisi harus berkerja dan berada di luar rumah.
Di sinilah di butuhkan pengertian seorang suami untuk mau berbagi tanggungjawab dengan istri, bersama-sama saling membantu, dan mensupport satu sama lain, jangan sampai ada pikiran bahwa rumah dan anak-anak adalah semuanya tugas ibu, karena ibu juga seorang manusia biasa, tak lepas dari kekurangan dan keterbatasan. Seorang suami tak perlu sungkan-sungkan membantu tugas istri bila suami melihat istri betul-betul kewalahan dalam mengurusi semuanya dan istri juga harus ingat bahwa dia harus betul-betul berusaha semaksimal mungkin menyeimbangkan semuanya dan tidak menganggap enteng perannya.
Anak-anak yang baik dan tangguh didukung oleh seorang ibu yang baik dan tangguh pula. Sehingga sebagai seorang pemimpin, seorang ibu haruslah bisa bersikap lebih baik dan lebih bijaksana dalam menghadapi semua anak-anaknya, antara lain:
- Berilah anak pujian dan penghargaan yang jujur ketika si anak melakukan sebuah kebaikan.
- Beritahu kesalahan anak dengan baik dan santun serta tegas bila si anak melakukan sebuah kesalahan.
- Bicarakan kesalahan anak di hadapannya dengan cara yang santun agar dia mengerti bahwa perbuatan yang telah dia lakukan adalah salah dan jangan sampai diulangi kembali. Doronglah agar anak mau memperbaiki kesalahannya.
- Pujilah peningkatan yang dilakukan si anak sekecil apapun dan dalam hal apapun. Sebagai seorang ibu jangan pelit dalam memberi pujian kepada anak. Ekspresikan rasa suka cita kita atas apa yang dilakukan anak.
- Buatlah anak senang melakukan perkerjaan yang ibu sarankan, jangan sampai anak melakukan perkerjaan itu karena rasa takut tapi karena si anak betul-betul menyukainya.
Semoga bermanfaat